.post img:hover { -moz-trnasform: scale(1.3) ; -webkit-transform: scale(1.3); -o-transform: scale(1.3) ; -ms-transform: scale(1.2) ; transform: scale(1.3) ;}

PENGERTIAN PEMBELAJARAN STAD MENURUT PARA AHLI

09:01 |





Model pembelajaran STAD termasuk model pembelajaran kooperatif. Semua model pembelajaran kooperatif ditandai dengan adanya struktur tugas, struktur tujuan dan struktur penghargaan. Dalam proses pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatifsiswa didorong untuk bekerjasama pada suatu tugas bersama dan mereka harus mengkoordinasikan usahanya untuk menyelesaikan tugas yang diberikan guru. Tujuan model pembelajaran kooperaif adalah prestasi belajar akademik siswa meningkat dan siswa dapat menerima berbagai keragaman dari temannya, serta pengembangan keterampilan sosial.

PENGERTIAN MODEL PEMBELAJARAN TIPE STAD
1.      Menurut wina (2008:242) menjelaskan bahwa pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran menggunakan sistem pengelompokkan atau tim kecil,yaitu antara 4-5 orang yang mempunyai latar belakang kemampuan akademik,jenis kelamin,ras atau suku yang berbeda (heterogen)
2.      Johnson (dalam Etin Solihatin,2005 :4 ) menyatakan bahwa : pembelajaran kooperatif adalah pemanfaatan kelompok kecil dalam pembelajaran yang memungkinkan siswa bekerja sama.
3.      Slavin ( dalam Wina,2008:242) mengemukakan dua alasan bahwa :  pembelajaran kooperatif merupakan bentuk pembelajaran yang dapat memperbaiki pembelajaran selama ini. Pertama,beberapa penelitian membuktikan bahwa penggunaan pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan prestasi belajar siswa sekaligus dapat menngkatkan kemampuan hubungan sosial,menumbuhkan sikap menerima kekurangan diri dan orang lain,serta dapat meningkatkan harga diri. kedua,pembelajaran kooperatif dapat merealisasikan kebutuhan siswa dalam belajar,berfikir,memecahkan masalah dan mengintegrasikan pengetahuan dengan keterampilan.

Di bawah ini Kelebihan Model Pembelajaran STAD menurut para Ahli

Slavin (1995 :17) menjelaskan Kelebihan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD sebagai berikut :

1.      Murid aktif membantu dan memotivasi semangat untuk berhasil bersama.
2.      Murid bekerja sama dalam mencapai tujuan dengan menjunjung tinggi norma-norma kelompok.
3.      Aktif berperan sebagai tutor sebaya untuk lebih meningkatkan keberhasilan kelompok.
4.      Interaksi antar murid seiring dengan peningkatan kemampuan mereka dalam berpendapat.


PEMBELAJARAN SENI TARI KREASI

Ruang lingkup isi pembelajaran seni tari mencangkup apresiasi karya seni tari dan mengekspresikan diri melalui karya seni tari. Oleh karena itu wawasan umum yang luas tentang tari dan bagaimana mengembangkan materi ajar tari, akan membantu guru dalam melaksanakan pencapaian kompetensi dasar seni siswa.
Untuk cakupan apresiasi guru perlu memahami bagaimana  mengembangkan kegiatan apresiasi siswa, antara lain membahas tari, jenisnya, serta hal hal yang menyangkut analisa keindahan dan keunikan tari. Tahapan apresiasi juga diperlukan untuk membimbing siswa melakukan kegiatan apresiasi. Cakupan berkarya seni memberikan rang­sangan guru SMP untuk melakukan kegiatan produksi seni. Keterampilan melakukan gerak diperoleh sendiri berdasarkan pengamatan alam lingkungan, maupun mengeksplorasi tari yang telah eksis baik di daerah setempat, nusantara, maupun mancanegara. Di sini guru harus aktif sendiri dan mempunyai kreativitas yang cukup tinggi. Setelah jadi tarian, selanjutnya perlu diperagakan dirancang untuk disajikan dalam sebuah pagelaran.

PENGERTIAN TARI MENURUT BEBERAPA AHLI

Tari menurut Drs. Soedarsono Pringgobroto dalam kuliah-kuliah ASTI Yogyakarta sekitar tahun 1967.  Tari adalah ekspresi jiwa manusia melalui gerak-gerak yang indah dan ritmis.
1.    Tari menurut Susan K.Lenger
Tari adalah gerak-gerak yang dibentuk secara ekspresif yang diciptakan manusia untuk dapat dinikmati.
2.    Tari menurut Curt Sacha seorang ahli tari Jerman dalam bukunya “World History of the Dance”.
Tari adalah gerak yang ritmis
3.    Tari menurut Kamala Devi Chattopadhyaya seorang ahli seni dari India.
Tari adalah suatu instinct atu desakan emosi didalam diri kita yang mendorong kita untuk mencari ekspresi pada tari.
4.    Tari menurut Hawkins
menyatakan bahwa tari adalah ekspresi jiwa manusia yang diubah oleh imajinasi dan diberi bentuk melalui media gerak sehingga menjadi bentuk gerak yang simbolis dan sebagai ungkapan si pencipta (Haukins: 1990, 2). Secara tidak langsung di sini Haukin memberikan penekanan bahwa tari ekspresi jiwa menjadi sesuatu yang dilahirkan melalui media ungkap yang disamarkan. Berdasarkan pendapat tersebut dapat dirangkum bahwa, pengertian tari adalah unsur dasar gerak yang diungkapan atau ekspresi dalam bentuk perasaan sesuai keselarasan irama.
5.    Tari menurut La Mery dalam bukunya “Dance Compotition”.
bahwa ekspresi yang berbentuk simbolis dalam wujud yang lebih tinggi harus diinternalisasikan.
6.    Tari menurut Suryo 
mengedepankan tentang tari dalam ekspresi subyektif yang diberi bentuk obyektif (Meri:1987, 12).
7.    Tari menurut M. Jazuli dalam (Soeryobrongto:1987, 12-34) 
dikemukakan bahwa gerak-gerak anggota tubuh yang selaras dengan bunyi musik adalah tari. Irama musik sebagai pengiring dapat digunakan untuk mengungkapkan maksud dan tujuan yang ingin disampaikan pencipta tari melalui penari (Jazuli, 1994:44).
8.    Tari menurut Corry Hamstrong dalam bukunya “Danskunst”.
menyatakan bahwa, tari merupakan gerak yang diberi bentuk dalam ruang. 
9.    Tari menurut Suryodiningrat 
seorang ahli tari Jawa dalam buku Babad Lan Mekaring Djoged Djawi menambahkan, tari merupakan gerak dari seluruh anggota tubuh yang selaras dengan irama musik (gamelan) diatur oleh irama yang sesuai dengan maksud tertentu. Memberi warna khasanah tari bahwa beliau lebih menekankan kepada gerak tubuh yang berirama. Hal ini seperti terpetik bahwa tari adalah gerak anggota tubuh yang selaras dengan bunyi musik atau gamelan diatur oleh irama sesuai dengan maksud tujuan tari (Soeryodiningrat: 1986, 21).

3 comments:

Post a Comment