.post img:hover { -moz-trnasform: scale(1.3) ; -webkit-transform: scale(1.3); -o-transform: scale(1.3) ; -ms-transform: scale(1.2) ; transform: scale(1.3) ;}

KISAH RAMAYANA

09:33 |



Dikisahkan di sebuah negeri yang bernama Mantili berada seorang puteri nan cantik jelita bernama Dewi Sinta. Dia seorang puteri raja negeri Mantili yaitu Prabu Janaka. Suatu hari sang Prabu mengadakan sayembara untuk mendapatkan sang Pangeran bagi puteri tercintanya. Pada akhirnya sayembara itu dimenangkan oleh Putera Mahkota Kerajaan Ayodya, yang bernama Rama. Dalam kisah ini juga ada seorang Alengkadiraja yaitu Prabu Rahwana yang juga sedang kasmaran, namun bukan kepada Dewi Sinta tetapi dia ingin memperistri Dewi Widowati. Dari penglihatan Rahwana, Sinta dianggap sebagai titisan Dewi Widowati yang selama ini diimpikannya. Dalam sebuah perjalanan Rama dan Sinta yang disertai Lesmana adiknya, sedang melewati hutan belantara yang dinamakan hutan Dandaka. Si  raksasa Prabu Rahwana mengintai mereka bertiga, khususnya Sinta. Rahwana ingin menculik Sinta untuk dibawa ke istananya dan dijadikan istri, dengan siasatnya Rahwana mengubah seorang hambanya bernama Marica menjadi seekor kijang kencana. Dengan tujuan memancing Rama pergi memburu kijang jadi-jadian itu, karena Dewi Sinta menginginkannya. Dan memang benar setelah melihat keelokan kijang tersebut, Sinta meminta Rama untuk menangkapnya. Karena permintaan sang istri tercinta maka Rama berusaha mengejar kijang seorang diri sedangkan Sinta dan Lesmana menunggui.
Dalam waktu sudah cukup lama ditinggal berburu, Sinta mulai mencemaskan Rama maka meminta Lesmana untuk mencarinya. Sebelum meninggalkan Sinta seorang diri Lesmana tidak lupa membuat perlindungan guna menjaga keselamatan Sinta yaitu dengan membuat lingkaran magis. Dengan lingkaran ini Sinta tidak boleh mengeluarkan sedikitpun anggota badannya agar tetap terjamin keselamatannya, jadi Sinta hanya boleh bergerak-gerak sebatas lingkaran tersebut. Setelah kepergian Lesmana, Rahwana mulai beraksi untuk menculik, namun usahanya gagal karena ada lingkaran magis tersebut. Rahwana mulai mencari siasat lagi, caranya ia menyamar yaitu dengan mengubah diri menjadi seorang brahmana tua dan bertujuan mengambil hati Sinta untuk memberi sedekah. Ternyata siasatnya berhasil membuat Sinta mengulurkan tangannya untuk memberi sedekah, secara tidak sadar Sinta telah melanggar ketentuan lingkaran magis yaitu tidak diijinkan mengeluarkan anggota tubuh sedikitpun. Saat itu juga Rahwana tanpa ingin kehilangan kesempatan ia menangkap tangan dan menarik Sinta keluar dari lingkaran. Selanjutnya oleh Rahwana, Sinta dibawa pulang ke istananya di Alengka. Saat dalam perjalanan pulang itu terjadi pertempuran dengan seekor burung Garuda yang bernama Jatayu yang hendak menolong Dewi Sinta. Jatayu dapat mengenali Sinta sebagai puteri dari Janaka yang merupakan teman baiknya, namun dalam pertempuan itu Jatayu dapat dikalahkan Rahwana.
Disaat yang sama Rama terus memburu kijang kencana dan akhirnya Rama berhasil memanahnya, namun kijang itu berubah kembali menjadi raksasa. Dalam wujud sebenarnya Marica mengadakan perlawanan pada Rama sehingga terjadilah pertempuran antar keduanya, dan pada akhirnya Rama berhasil memanah si raksasa. Pada saat yang bersamaan Lesmana berhasil menemukan Rama dan mereka berdua kembali ke tempat semula dimana Sinta ditinggal sendirian, namun sesampainya Sinta tidak ditemukan. Selanjutnya mereka berdua berusaha mencarinya dan bertemu Jatayu yang luka parah, Rama mencurigai Jatayu yang menculik dan dengan penuh emosi ia hendak membunuhnya tapi berhasil dicegah oleh Lesmana. Dari keterangan Jatayu mereka mengetahui bahwa yang menculik Sinta adalah Rahwana. Setelah menceritakan semuanya akhirnya burung garuda ini meninggal.
Mereka berdua memutuskan untuk melakukan perjalanan ke istana Rahwana dan ditengah jalan mereka bertemu dengan seekor kera putih bernama Hanuman yang sedang mencari para satria guna mengalahkan Subali. Subali adalah kakak dari Sugriwa paman dari Hanuman, Sang kakak merebut kekasih adiknya yaitu Dewi Tara. Singkat cerita Rama bersedia membantu mengalahkan Subali, dan akhirnya usaha itu berhasil dengan kembalinya Dewi Tara menjadi istri Sugriwa. Pada kesempatan itu pula Rama menceritakan perjalanannya akan dilanjutkan bersama Lesmana untuk mencari Dewi Sinta sang istri yang diculik Rahwana di istana Alengka. Karena merasa berutang budi pada Rama maka Sugriwa menawarkan bantuannya dalam menemukan kembali Sinta, yaitu dimulai dengan mengutus Hanuman ke istana Alengka mencari tahu Rahwana menyembunyikan Sinta dan mengetahui kekuatan pasukan Rahwana.
Taman Argasoka adalah taman kerajaan Alengka tempat dimana Sinta menghabiskan hari-hari penantiannya dijemput kembali oleh sang suami. Dalam Argasoka Sinta ditemani oleh Trijata kemenakan Rahwana, selain itu juga berusaha membujuk Sinta untuk bersedia menjadi istri Rahwana. Karena sudah beberapa kali Rahwana meminta dan memaksa Sinta menjadi istrinya tetapi ditolak, sampai-sampai Rahwana habis kesabarannya ingin membunuh Sinta namun dapat dicegah oleh Trijata. Di dalam kesedihan Sinta di taman Argasoka ia mendengar sebuah lantunan lagu oleh seekor kera putih yaitu Hanuman yang sedang mengintainya. Setelah kehadirannya diketahui Sinta, segera Hanuman menghadap untuk menyampaikan maksud kehadirannya sebagai utusan Rama. Setelah selesai menyampaikan maksudnya Hanuman segera ingin mengetahui kekuatan kerajaan Alengka. Caranya dengan membuat keonaran yaitu merusak keindahan taman, dan akhirnya Hanuman tertangkap oleh Indrajid putera Rahwana dan kemudian dibawa ke Rahwana. Karena marahnya Hanuman akan dibunuh tetapi dicegah oleh Kumbakarna adiknya, karena dianggap menentang maka Kumbakarna diusir dari kerjaan Alengka. Tapi akhirnya Hanuman tetap dijatuhi hukuman yaitu dengan dibakar hidup-hidup, tetapi bukannya mati tetapi Hanuman membakar kerajaan Alengka dan berhasil meloloskan diri. Sekembalinya dari Alengka, Hanuman menceritakan semua kejadian dan kondisi Alengka kepada Rama. Setelah adanya laporan itu, maka Rama memutuskan untuk berangkat menyerang kerajaan Alengka dan diikuti pula pasukan kera pimpinan Hanuman.
Setibanya di istana Alengka terjadi peperangan, dimana awalnya pihak Rahwana dipimpin oleh Indrajid. Dalam pertempuran ini Indrajid dapat dikalahkan dengan gugurnya Indrajid. Alengka terdesak oleh bala tentara Rama, maka Kumbakarna raksasa yang bijaksana diminta oleh Rahwana menjadi senopati perang. Kumbakarna menyanggupi tetapi bukannya untuk membela kakaknya yang angkara murka, namun demi untuk membela bangsa dan negara Alengkadiraja. Dalam pertempuran ini pula Kumbakarna dapat dikalahkan dan gugur sebagai pahlawan bangsanya. Dengan gugurnya sang adik, akhirnya Rahwana menghadapi sendiri Rama. Pada akhir pertempuran ini Rahwana juga dapat dikalahkan seluruh pasukan pimpinan Rama. Rahwana mati terkena panah pusaka Rama dan dihimpit gunung Sumawana yang dibawa Hanuman.
Setelah semua pertempuran yang dasyat itu dengan kekalahan dipihak Alengka maka Rama dengan bebas dapat memasuki istana dan mencari sang istri tercinta. Dengan diantar oleh Hanuman menuju ke taman Argasoka menemui Sinta, akan tetapi Rama menolak karena menganggap Sinta telah ternoda selama Sinta berada di kerajaan Alengka. Maka Rama meminta bukti kesuciannya, yaitu dengan melakukan bakar diri. Karena kebenaran kesucian Sinta dan pertolongan Dewa Api, Sinta selamat dari api. Dengan demikian terbuktilah bahwa Sinta masih suci dan akhirnya Rama menerima kembali Sinta dengan perasaan haru dan bahagia. Dan akhir dari kisah ini mereka kembali ke istana Ayodya.


HASIL ANALISIS

Tema         :  Kepahlawanan dan percintaan.
Bukti          : Kisah yang menceritakan tentang seseorang yang berjiwa   pahlawan dan sangat   mencintai istrinya.
Alur           :  Menggunakan alur maju
Bukti         : Kisah dimulai dari sorang prabu Janaka yang mengadakan sayembara untuk mendapatkan sang Pangeran bagi puteri tercintanya. Kemudian seorang pemuda yang bernama Rama sebagai pemenang dari sayembara tersebut. Dilanjutkan dengan kisah cinta mereka dalam melewati hutan Dandaka. Sinta diculik oleh seorang raksasa yaitu prabu Rahwana. Dengan bantuan seekor kera putih yang bernama Hanuman, Rama dapat kembali menemukan Sinta. Jadi, kisah ini ditulis dan disusun dengan menggunakan alur maju.

Latar : 
Latar tempat
1.        Kerajaan Mantili
Bukti                   : Dikisahkan di sebuah negeri yang bernama Mantili berada seorang puteri nan cantik jelita bernama Dewi Sinta. Dia seorang puteri raja negeri Mantili yaitu Prabu Janaka. Suatu hari sang Prabu mengadakan sayembara untuk mendapatkan sang Pangeran bagi puteri tercintanya.

2.        Hutan Dandaka
Bukti                   : Dalam sebuah perjalanan Rama dan Sinta yang disertai Lesmana adiknya, sedang melewati hutan belantara yang dinamakan hutan Dandaka

3.        Kerajaan Alengka
Bukti                   : Setibanya di istana Alengka terjadi peperangan, dimana awalnya pihak Rahwana dipimpin oleh Indrajid.

4.        Taman Argasoka
Bukti                   : Taman Argasoka adalah taman kerajaan Alengka tempat dimana Sinta menghabiskan hari-hari penantiannya dijemput kembali oleh sang suami. Dalam Argasoka Sinta ditemani oleh Trijata kemenakan Rahwana, selain itu juga berusaha membujuk Sinta untuk bersedia menjadi istri Rahwana.

Latar suasana
1.        Suasana cemas
Bukti                   : Dalam waktu sudah cukup lama ditinggal berburu, Sinta mulai mencemaskan Rama maka meminta Lesmana untuk mencarinya.


2.        Suasana yang penuh ketegangan
Bukti                   : Dalam wujud sebenarnya Marica mengadakan perlawanan pada Rama sehingga terjadilah pertempuran antar keduanya, dan pada akhirnya Rama berhasil memanah si raksasa.
Selanjutnya mereka berdua berusaha mencarinya dan bertemu Jatayu yang luka parah, Rama mencurigai Jatayu yang menculik dan dengan penuh emosi ia hendak membunuhnya tapi berhasil dicegah oleh Lesmana.

3.        Suasana sedih
Bukti                   : Di dalam kesedihan Sinta di taman Argasoka ia mendengar sebuah lantunan lagu oleh seekor kera putih yaitu Hanuman yang sedang mengintainya.

4.        Suasana bahagia dan haru
Bukti                   : Karena kebenaran kesucian Sinta dan pertolongan Dewa Api, Sinta selamat dari api. Dengan demikian terbuktilah bahwa Sinta masih suci dan akhirnya Rama menerima kembali Sinta dengan perasaan haru dan bahagia.

Penokohan                 :
1.        Rama       : Pemberani, baik hati, memiliki jiwa ksatria.
Bukti                   : Sinta meminta Rama untuk menangkap seekor kijang. Karena permintaan sang istri tercinta maka Rama berusaha mengejar kijang seorang diri. Rama bersedia membantu mengalahkan Subali, dan akhirnya usaha itu berhasil dengan kembalinya Dewi Tara menjadi istri Sugriwa. Setibanya di istana Alengka terjadi peperangan, pada akhir pertempuran ini Rahwana juga dapat dikalahkan seluruh pasukan pimpinan Rama. Rahwana mati terkena panah pusaka Rama.

2.        Sinta         :  Penolong dan setia.
Bukti                   : Rahwana mulai mencari siasat lagi, caranya ia menyamar yaitu dengan mengubah diri menjadi seorang brahmana tua dan bertujuan mengambil hati Sinta untuk memberi sedekah. Ternyata siasatnya berhasil membuat Sinta mengulurkan tangannya untuk memberi sedekah. Rama meminta bukti kesucian dan kesetiaan Sinta, yaitu dengan melakukan bakar diri. Karena kebenaran kesucian Sinta dan pertolongan Dewa Api, Sinta selamat dari api. Dengan demikian terbuktilah bahwa Sinta masih suci.

3.        Lesmana : Penyabar dan baik hati.
Bukti                   : Rama mencurigai Jatayu yang menculik dan dengan penuh emosi ia hendak membunuhnya tapi berhasil dicegah oleh Lesmana.  Sebelum meninggalkan Sinta seorang diri Lesmana tidak lupa membuat perlindungan guna menjaga keselamatan Sinta yaitu dengan membuat lingkaran magis.

4.        Rahwana         : Jahat dan serakah.
Bukti                   : Prabu Rahwana yang juga sedang kasmaran, namun bukan kepada Dewi Sinta tetapi dia ingin memperistri Dewi Widowati. Dari penglihatan Rahwana, Sinta dianggap sebagai titisan Dewi Widowati yang selama ini diimpikannya. Kemudian Rahwana menculik Sinta untuk dibawa ke istananya dan dijadikan istri.

5.        Indrajid   :  Jahat namun patuh kepada orang tuanya.
Bukti                   : Hanuman tertangkap oleh Indrajid putera Rahwana dan kemudian dibawa ke Rahwana.

6.        Kumabakarna : Seorang pemimpin yang selalu memikirkan rakyatnya, berjiwa besar sebagai ksatria dan bijaksana.
Bukti                   : Alengka terdesak oleh bala tentara Rama, maka Kumbakarna raksasa yang bijaksana diminta oleh Rahwana menjadi senopati perang. Kumbakarna menyanggupi tetapi bukannya untuk membela kakaknya yang angkara murka, namun demi untuk membela bangsa dan negara Alengkadiraja. Dalam pertempuran ini pula Kumbakarna dapat dikalahkan dan gugur sebagai pahlawan bangsanya.

7.        Hanuman        : Penolong yang baik hati dan cerdik.
Bukti                   : Hanuman membantu Rama dengan pergi ke istana Alengka untuk mencari tahu dimana Rahwana menyembunyikan Sinta dan mengetahui kekuatan pasukan Rahwana. Setelah selesai menyampaikan maksudnya Hanuman segera ingin mengetahui kekuatan kerajaan Alengka. Caranya dengan membuat keonaran yaitu merusak keindahan taman, dan akhirnya Hanuman tertangkap oleh Indrajid putera Rahwana dan kemudian dibawa ke Rahwana. Dan Hanuman dijatuhi hukuman yaitu dengan dibakar hidup-hidup, tetapi bukannya mati tetapi Hanuman membakar kerajaan Alengka dan berhasil meloloskan diri.

8.        Sugriwa   : Baik hati dan sbagai penolong.
Bukti                   : Karena merasa berutang budi pada Rama maka Sugriwa menawarkan bantuannya dalam menemukan kembali Sinta.

9.        Trijata     : Baik hati dan sebagai penolong Sinta.
Bukti                   : Karena sudah beberapa kali Rahwana meminta dan memaksa Sinta menjadi istrinya tetapi ditolak, sampai-sampai Rahwana habis kesabarannya ingin membunuh Sinta namun dapat dicegah oleh Trijata.

10.    Burung Jatayu : Sebagai burung yang setia kepada sahabatnya.
Bukti                   : Saat dalam perjalanan pulang itu terjadi pertempuran dengan seekor burung Garuda yang bernama Jatayu yang hendak menolong Dewi Sinta. Jatayu dapat mengenali Sinta sebagai puteri dari Janaka yang merupakan teman baiknya, namun dalam pertempuan itu Jatayu dapat dikalahkan Rahwana.

11.    Marica       : Seorang hamba Rahwana yang setia.

Amanat yang tersirat            : 
1.        Jangan suka mengambil sesuatu yang bukan hak milik kita.
2.        Kita memiliki kewajiban untuk membalas budi kepada seseorang.
3.        Menjaga kepercayaan yang diberikan seseorang.

2 comments:

Post a Comment