.post img:hover { -moz-trnasform: scale(1.3) ; -webkit-transform: scale(1.3); -o-transform: scale(1.3) ; -ms-transform: scale(1.2) ; transform: scale(1.3) ;}

Pengertian Psikologi Menurut Beberapa Ahli

16:49 |




Psikologi berasal dari kata dalam bahasa Yunani Psychology yang merupakan gabungan dan kata psyche dan logos. Psyche berarti jiwa dan logos berarti ilmu. Secara harafiah psikologi diartikan sebagal ilmu jiwa. Istilah psyche atau jiwa masih sulit didefinisikan karena jiwa itu merupakan objek yang bersifat abstrak, sulit dilihat wujudnya, meskipun tidak dapat dimungkiri keberadaannya. Dalam beberapa dasawarsa ini istilah jiwa sudah jarang dipakai dan diganti dengan istilah psikis.

Pengertian Psikologi Menurut Beberapa Ahli
Ada banyak ahli yang mengemukakan pendapat tentang pengertian psikologi, diantaranya:

  1. Pengertian Psikologi menurut Ensiklopedi Nasional Indonesia Jilid 13 (1990), Psikologi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dan binatang baik yang dapat dilihat  secara langsung maupun yang tidak dapat dilihat secara langsung.
  2. Pengertian Psikologi menurut Dakir (1993), psikologi membahas tingkah laku manusia dalam hubungannya dengan lingkungannya.
  3. Pengertian Psikologi menurut Muhibbin Syah (2001), psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku terbuka dan tertutup pada manusia baik selaku individu maupun kelompok, dalam hubungannya dengan lingkungan. Tingkah laku terbuka adalah tingkah laku yang bersifat psikomotor yang meliputi perbuatan berbicara, duduk , berjalan dan lain sebgainya, sedangkan tingkah laku tertutup meliputi berfikir, berkeyakinan, berperasaan dan lain sebagainya.
4.      Dari beberapa definisi tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa pengertian psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku manusia, baik sebagai individu maupun dalam hubungannya dengan lingkungannya. Tingkah laku tersebut berupa tingkah laku yang tampak maupun tidak tampak, tingkah laku yang disadari maupun yang tidak disadari.

Perilaku manusia merupakan sekumpulan kegiatan yang dipengaruhi oleh budaya, sikap, emosi, nilai, etika, kekuasaan, hubungan baik (rapport),  hypnosis,  persuasi, dan paksaan atau kekerasan (Rose : 1998).  Perilaku manusia seringkali ‘jatuh’ dalam rentang perilaku yang berlaku di masyarakat, diluar kebiasaan, sekali-kali dapat diterima, dan seringkali diluar batas toleransi yang dapat diterima. Dapat diterimanya suatu perilaku dievaluasi dengan norma-norma sosial dan kebiasaan dengan kontrol sosial yang kebanyakan sangat bervariasi. 
Psikologi merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari perilaku manusia dan binatang atau mempelajari organism didalam berbagai variasi dan kompleksitas sebagai respon terhadap perubahan terus-menerus dari aktivitas-aktivitas fisik dan social dalam lingkungannya (J.P. Chaplin, “Dictionary of Psychology”, 1968). 

Perilaku manusia dikaji oleh disiplin ilmu psikology, sosiologi, dan Antropologi (Wilson, 1975).  Beberapa contoh dari perilaku dan kegiatan manusia yang menjadi bahan kajian diantaranya : 

a. Keterampilan menghadapi situasi :
  • diabaikan dan mengabaikan;
  • ditolak dan menolak; 
  • diterima dan menerima; 
  • perlawanan; dan
  • menjawab
b. Kehidupan :
  • Mimpi, tidur, bangun;
  • Komunikasi dengan manusia;
  • Rentang waktu;
  • Hasrat : selera, lapar, dan haus.
Dalam kehidupan sehari-hari individu tidak dapat dilepaskan dan kegiatan interaksi dengan lingkungannya dimana dia berada agar dalam berinteraksinya selaras dan sejalan dengan peranan peranananya. Dalam prosesnya interaksi merupakan perilaku timbal balik antara individu dengan individu lain atau dengan lingkungannya.
Psikologi merupakan ilmu yang mempelajari perilaku dan proses mental. Dari definisi tersebut, terdapat tiga aspek penting, yaitu (1) perilaku, menunjukkan aktivitas dari manusia atau binatang, (2) Mind , menunjukkan pikiran, gagasan, perasaan, sensasi, persepsi, ingatan, impian, motivasi dan pengalaman subyektif lainnya. (3) Ilmu, merupakan cara-cara obyektif untuk menjawab pertanyaan atas fakta/data yang teramati. Dari pengertian tersebut memunculkan pertanyaan mendasar : bagaimana pikiran (mind) dan tubuh dapat berhubungan? Rene Descartes (1956-1650) mengatakan bahwa kedua hal tersebut merupakan dualisme interaktif. Sedangkan pakar yang lain mengatakan bahwa mind dan tubuh berinteraksi sehingga menghasilkan pengalaman yang disadari. Pertanyaan lainnya adalah apakah kemampuan individu ditentukan oleh bakat bawaan (faktor genetik) kita atau oleh pengalaman kita ? bagaimana interaksi antara faktor genetik dengan lingkungan ? Dan bagaimana pengaruhnya terhadap perilaku ?
Wilhelm Wundt (1832-1920) merupakan bapaknya psikologi modern merupakan orang pertama yang menulis buku teks psikologi dan telah mengaplikasikan laboraturium untuk mempelajari pikiran. Dia mengemukakan bahwa psikologi dapat ditinjau dari berbagai sudut pandang, yaitu biologi, psikodinamika, behavioral, humanistik, kognitif, lintas kultural atau kultur sosial. Sesuai kebutuhan praktis pembahasan isi buku, penulis hanya mengemukakan inti dari beberapa  sudut pandang saja, yaitu sudut pandang behavioral, humanistik, lintas kultural atau kultur sosial, dan evolusioner, yaitu :

a. Sudut pandang behavioral :
  • menyoroti perilaku yang didasari oleh pengalaman atau belajar, 
  • berfokus pada perilaku yang dapat diamati, dan 
  • tipe-tipe belajar.
b. Sudut pandang humanistik :
  • berfokus pada motivasi manusia agar berkembang secara psikologis 
  • pengaruh hubungan interpersonal terhadap konsep diri.
  • Pentingnya memilih dan mengarahkan diri untuk mengembangkan dan memperkaya potensi.
c. Sudut pandang lintas kultural atau kultur sosial  :
  • mempelajari perbedaan psikologis diantara orang dengan budaya yang berbeda.
  • bagaimana pikiran, perasaan dan perilaku dipengaruhi oleh budaya, jenis kelamin, ras, dan etnik.
  • berbagai  elemen - elemen lintas budaya lainnya.

Berdasarkan pengertian dan sudut pandang seperti telah dijelaskan, maka psikologi bertujuan untuk mendeskripsikan, menjelaskan, memprediksi dan mengontrol perilaku dan proses mental. Dengan perkataan lain bahwa psikologi bertujuan untuk memahami perilaku manusia (kapan, mengapa dan memprediksi perilaku tersebut).
Lebih jauh lagi psikologi dapat diaplikasikan pada pengetahuan tentang perilaku untuk mengintervensi dalam kehidupan manusia. Jadi dapat dikatakan bahwa  psikologi merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari perilaku individu dalam berinteraksi dengan Iingkungannya. Merujuk pada pengertian psikologi maka secara sederhana dapat dikatakan bahwa psikologi pelayanan adalah salah satu aplikasi dan bidang ilmu psikologi yang mempelajari perilaku-perilaku individu dalam kegiatan pelayanan.

1 comments:

Post a Comment