Rara (Dwi Tasya) gadis kecil berusia 8 tahun, sangat ingin
punya jendela di rumahnya yang kecil berdinding tripleks bekas di sebuah
perkampungan kumuh tempat para pemulung tinggal di Menteng Pulo, Jakarta.
Si Mbok (Inggrid Widjanarko), neneknya Rara - yang sakit-sakitan dan ayahnya,
Raga (Raffi Ahmad) yang berjualan ikan hias dan tukang sol
sepatu, tidak cukup punya uang untuk membuat atau membeli bahkan hanya selembar
daun jendela dan kusennya saja. Rara juga punya Bude, yaitu Bude Asih.(Yuni Shara)
Bersama
teman-temannya sesama anak pemulung, sebelum ngamen atau ngojek payung jika
hari sedang hujan, Rara sekolah di tempat sederhana khusus untuk anak jalanan.
Bu Alya (Varissa Camelia) satu-satunya pengajar sukarelawan disitu
yang membimbing dan membina anak-anak pemulung tersebut.
Di tempat lain, di
perumahan mewah kota Jakarta – adalah Aldo (Emir Mahira)
anak lelaki berusia 11 tahun yang sedikit terbelakang, merindukan seorang teman
di tengah keluarganya yang sibuk dengan urusannya masing-masing. Ia anak bungsu
dari pengusaha sukses, Pak Syahri (Aswin Fabanyo) dan Nyonya Ratna (Alicia Djohar).
Kehadiran Nek Aisyah (Aty Cancer Zein)
– Ibu Pak Syahri menjadi penghiburan untuk Aldo. Nek Aisyah sangat menyayanginya.
Suatu hari, Aldo
berkenalan dengan Rara yang saat itu tengah mengojek payung dan terserempet
mobil Aldo. Sejak itu mereka menjadi akrab. Perkampungan kumuh tempat Rara
tinggal terjadi kebakaran, sementara di rumah Aldo semua panik karena karena
Aldo minggat dari rumah, kecewa dengan sikap kakaknya yang terang-terangan
mengatakan merasa malu memiliki adik seperti dirinya.
0 comments:
Post a Comment