.post img:hover { -moz-trnasform: scale(1.3) ; -webkit-transform: scale(1.3); -o-transform: scale(1.3) ; -ms-transform: scale(1.2) ; transform: scale(1.3) ;}

BIOLOGI BIOTIK DAN ABIOTIK

13:48 |



BIOLOGI

A.   Komponen Biotik dan Abiotik Saling Mempengaruhi
Dalam pembahasan kali ini akan diuraikan pengaruh komponen biotik terhadap komponen abiotik. Beberapa contoh peristiwa alam yang saling mempengaruhi, antara lain sebagai berikut.
1.    Kacang tanah menyuburkan tanah
Kacang tanah memiliki bintil-bintil akar yang mengandung bakteri rhizoboium. Mampu menangkap nitrogen dari udara. Tanah yang telah ditanami kacang tanah banyak mengandung nitrogen. Nitrogen tersebut diperlukan oleh tumbuhan untuk pertumbuhan. Hal ini menunjukkan bahwa komponen biotik mempengaruhi komponen abiotik.
2.    Cacing tanah menyuburkan tanah
Cacing tanah adalah detritivor yang memakan serpihan bahan organik yang ada dalam tanah. Ketika cacing memakan bahan organik tersebut, tanah ikut tertelan. Kotoran yang dikeluarkan cacing tanah dapat menggemburkand an menyuburkan tanah, jadi, cacing tanah berperan dalam menyuburkan tanah.
3.    Manusia mempengaruhi lingkungan Abiotik
Pengaruh terhadap lingkungan abiotik itu ada yang negatif ada pula yang positif. Pengaruh negatifnya misalnya penebangan pohon yang kemudian dapat menimbulkan erosi dan banjir. Membuang sampah di sembarangan tempat sehingga dapat menyumbat selokan, menyebabkan banjir, dan membahayakan lingkungan.
Coba kamu cari informasi tentang pengaruh positifnya.

B.   Saling Keteragantungan antar Komponen Biotik
Saling keteragantungan itu dibedakan menjadi saling keteragantungan antara individu satu spesies (sejenis) dan saling keteragantungan antara individu berbeda spesies.


1.    Saling ketergantungan antar individu satu spesies
Antarindividu satu spesies (sejenis) terdapat saling ketergantungan, antara lain dalam memperoleh makanan. Membuat sarang, dan berkembang biak.
a.    Memperoleh makanan
Pada hewan yang hidup berkelompok terlihat jelas adanya saling ketergantungan dalam memperoleh makanan. Misalnya, seekor semut yang menemukan makanan membawa sebagian makanan itu dan menginformasikan adanya makanan tersebut kepada sesamanya. Hewan yang masih muda juga masih bergantung pada induknya untuk memperoleh makanan.
b.    Berkembang biak
Untuk melakukan perkawinan, hewanh jantan memerlukan hewan betina. Demikian pula sebaliknya, hewan betina memerlukan hewan jantan. Hewan jantan memiliki warna yang lebih menarik, suara yang khas, atau tingkah laku tertentu untuk menarik hewan betina. Sebaliknya, hewan betina mengeluarkan zat kimia (feromon) yang dapat dibaui oleh hewan jantan sehingga hewan jantan mendatanginya.
Contoh hewan yang dapat menghasilkan feromon adalah anjing dan kupu-kupu. Hewan jantan yang berada jauh sekalipun dapat mencium bau feromon tersebut. Kemudian, hewan jantan datang untuk mengawini hewan betina tersebut.

C.   Habitat dan Nisia
Didalam ekosistem, habitat atau tempat hidup organisme sangat erat hubungannya dengan nisia (nichea ataru relung). Untuk mengetahui hubungan keduanya dengan lebih jelas, perhatikan uraian berikut ini.
1.    Habitat
Suatu organisme mempunyai kebutuhan yang berbeda dengan organisme lainnya. Tempat hidup alami organisme disebut habitat. Habitat menyediakan makanan dan tempat berlindung bagi makhluk hidup.

2.    Nisia (Relung)
Di dalam habitatnya, setiap makhluk hidup memiliki peranan tertentu, yaitu melakukan hal yang dapat dilakukan oleh makhluk hidup di habitatnya. Contohnya, di bawah semak-semak yang sama, semut mencari sisa-sisa bahan organik, sedangkan kadal mencari serangga.
Peranan makhluk hidup di habitatnya tersebut disebut Nisia. Nisia terbentuk untuk menghindari persaingan (kompetisi) antarpsesies. Misalnya, di puncak tanaman hidup kutu daun dan ulat.
Dari uraian itu dapat dikatakan bahwa habitat itu merupakan “alamat” organisme, sedangkan nisia merupakan “pekerjaan” organisme.

D.   Komponen Penyusun Ekosistem
Suatu ekosistem tersusun atas komponen hidup (biotik) dan komponen tak hidup (abiotik). Komponen biotik dan abiotik berinteraksi dan saling mempengaruhi.
1.    Komponen Biotik
Berdasarkan peran dan fungsinya, makhluk hidup di dalam ekosistem dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu produser, konsumer, dan dekomposer.
a.    Produser
Produser adalah makhluk hidup yang mampu menghasilkan bahan organik dari bahan anorganik. Proses tersebut hanya dapat dilakukan oleh tumbuhan yang berklorofil dengan cara fotosintesis.
Tumbuhan melakukan fotosintesis dengan bantuan energi cahaya. Hasil fotosintesis adalah gula. Kemudian, gula diubah menjadi zat tepung (karbohidrat). Selain itu, gula juga diubah menjadi bahan organik yang lain, seperti lemak, protein, selulosa, dan vitamin. Karbohidrat, proteinb, dan lemak merupakan bahan makanan yang kaya energi.
b.    Konsumer
Konsumer berarti pemakan. Semua hewan dan tumbuhan yang tak berklorofil misalnya tali putri, termasuk konsumer. Jadi, konsumer sangat tergantung pada produser karena konsumer tidak mampu mengubah zat anorganik menjadi zat organik. Didalam tubuh konsumer, zat organik itu dirombah disusun kembali menjadi zat organik lain yang sesuai.
Hewan yang memakan tumbuhan secara langsung (herbivora) disebut konsumer primer atau konsumer tingkat permata (konsumer I). Contoh konsumer I adalah hewan pemakan rumput, seperti belalang, sapi, dan kambing. Hewan yang memakan konsumer primer disebut konsumer sekunder (konsumer tingkat kedua = konsumer II), misalnya burunhg pemakan ulat. Hewan yang memakan konsumer sekunder disebut konsumer tersier (konsumen tingkat ketiga = konsumer III), misalnya burung alap-alap yang memangsa burung pemakan ulat. Konsumer terakhir tersebut dinamakan konsumer puncak. Bisanya, konsumer puncak dalam ekosistem merupakan konsumer tingkat keempat (konsumer IV).
Manusia tergolong konsumer yang berada di semua tingkatan.
c.    Dekomposer
Sampah atau bangkai membusuk karena adanya proses pembusukan dan penguraian oleh dekomposer. Organisme yang tergolong dekomposer adalah bakteri pembusuk dan jamur. Bakteri pembusuk dan jamur menguraikan bahan organik menjadi bahan anorganik, air, dan gas. Selanjutnya, hasil penguraian tersebut dimanfaatkan lagi oleh produser.
Daur Materi di dalam Ekosistem
Di dalam ekosistem berlangsung proses makan dan dimakan. Jika mati, baik produser, konsumer I, konsumer II, konsumer III, dan seterusnya. Diuraikan oleh pengurai dinamakan membentuk suatu daur ulang yang tidak berhenti.
Oleh karena itu, proses daur ulang harus dijaga kelestariannya.
Penggolongan komponen biotik berdasar peranannya dalam ekosistem
Produser : penghasil bahan organik
Konsumer I : pemakan tingkat I, langsung memakan produser
Konsumer II : memakan konsumer I
Konsumer III : memakan konsumer II
Konsumer puncak : konsumer tingkat terakhir
Dekomposer (pengurai) menguraikan bahan organik menjadi anorganik

2.    Komponen Abiotik
Di dalam suatu ekosistem, komponen abiotik sangat mempengaruhi kehidupan komponen biotik.
a.    Gas Karbon Dioksida dan Oksigen
Jumlah gas karbon dioksida di udara sekitar 0,3%, sedangkan gas oksigen menjcapai 21%. Gas karbon dioksida diperlukan tumbuhan untuk berfotosintesis. Di dalam ekosistem terjadi daur oksigen dan karbon dioksida melalui proses pernafasan dan fotosintesi.
b.    Air
Air sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup. Jika tidak ada air, tumbuhan hijau tidak berfotosintesis, tubuhnya layu, dan akhirnya mati.
c.    Tanah
Tanah sangat penting untuk kehidupan. Tanah menyediakan habitat dan sumber makanan bagi tumbuhan dna hewan.
Tanah mengandung air tanah, udara tanah, garam mineral dan humus.
Tanah yang subur akan dihuni oleh beraneka ragam organisme. Sebaliknya, tanah yang tandus mempunyai keanekaragaman organisme rendah. Dengan demikian, tanah berpengaruh terhadap keanekaragaman organisme.
d.    Suhu
Suhu di permukaan bumi dipengaruhi oleh cahaya matahari yang jatuh di permukaannya. Suhu lingkungan berpengaruhi terhadap jenis makhluk hidup yang menghuni lingkungan tersebut.
e.    Kelembapan
Daerah pegunungan memiliki kelembapan udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan daerah dataranr endah. Di daerah pegunungan banyak terdapat tumbuhan epifit. Misalnya, paku, anggrek, dan lumut. Sebaliknya, di daerah dataran rendah jarang terdapat tumbuhan epifit. Hal ini karena tmbuhan epifit memerlukan kelembapan udara yang tinggi untuk dapat hidup.
f.     Cahaya Matahari
Cahaya matahari adalah sumber energi ekosistem. Cahaya matahari diperlukan oleh tumbuhan untuk fotosintesis. Tumbuhan dan hewan tidak dapat hidup tanpa cahaya. Ada hewan yang aktif di siang hari (diurnal). Ada pula hewan yang aktif di malam hari (nokturnal).
Ruangan
g.    Ruangan
Ruangan yang cukup memungkinkan makhluk hidup untuk mendapatkan makanan, tumbuh, bergerak, dan berkembang biak. Demikian pula gajah, harimau, rusa, kera dan burung. Misalnya, sering datang ke perkampungan penduduk kaerna habitat dan ruang geraknya semakin terbatas. Aktivitas manusia seperti penebangan hutan mengurangi ruang hidup atau habitat mereka.


E.   Keseimbangan dan Daya Lenting Ekosistem
Ekosistem merupakan kesatuan antar komponen biotik dan abiotik. Kedua komponen tersebut sering mempengaruhi sehingga tercipta keseimbangan.
1.    Keseimbangan Ekosistem
Ekosistem akan seimbangan komposisi penyusun ekosistem tersebut seimbang. Dalam suatu ekosistem jumlah komponen biotik dapat berubah. Perubahan tersebut dapat terjadi kaerna komponen biotik ada yang tumbuh berkembangbiak, berpindah, mati.
2.    Daya Lenting Ekosistem
Ekosistem yang seimbang sekalipun dapat terganggu.
a.    Keseimbangan ekosistem misalnya bencana alam, hama dan keseimbangan. Keseimbangan juga dapat terganggu karena pengaurh kegiatan manusia. Misalnya penebangan hutan, pemburuan hewan atau pencemaran.
b.    Untuk mengatasi gangguan tersebut ekosistem yang seimbang memiliki (daya lenting) daya lenting adalah kemampuan ekosistem untuk pulih kembali ke keadaan seimbang (stabil). Jika ekosistem rusak, ekosistem akan berubah menuju ke ekosistem  yang stabil. Tidak semua gangguan terhadap keseimbangan ekosistem dapat bereaksi.

F.    Ekosistem Autotrof dan Heterotrof
Berdasarkan kemampuan menyusun bahan organik, organisme, penyusun ekosistem dibedakan menjadi organisme autotrof dan hoterotrof.
1.    Organisme Autotrof
Organisme autotrof adalah organisme yang mampu menyusun zat anorganik menjadi zat organik melalui proses fotosintesis atau komesintesis.
2.    Organisme Hetetrof
Organisme heterotrof adalah organisme yang tidak mampu menyusun zat anorganik menjadi zat organik sehingga harus mendapat makanannya, dengan cara memakan organisme lain.
a.    Herbivor
Herbivor artinya pemakan tumbuhan didalam tingkat rantai makanan. Herbivor tergolong konsumen. Contohnya adalah sapi, rusa, kelinci, belalang, dan ulat.
b.    Karnivor
Karnivor artinya pemakan daging, semua konsumen II dan seterusnya tergolong karnivora. Oleh karena itu, memangsa hewan lain maka hewan ini disebut pula sebagai predator.
c.    Omnivor
Omnivor artinya pemakan segalanya. Hewan omnivora dapat memakan tumbuhan/daging : contoh omnivor beruang, kera, orang utan, siamang dan manusia.
d.    Pemakan Bangkai (scavenger)
Hewan yang memakan tubuh hewan lainnya yang sudah mati disebut pemakan bangkai (scavenger). Contoh hewan pemakan bangkai adalah burung nasar.
e.    Detritiver
Serpihan organisme berupa serpihan daun batang, atau potongan hewan disebut detritiver. Organisme pemakan detritas disebut detritiver. Contoh detritiver adalah cacing tanah, rayap dan serangga tanah.



EKOSISTEM

A.   Pengertian Ekosistem
Hubungan timbal balik dan saling ketergantungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya di pelajari dalam cabgn ilmu yang disebut ekologi (dikos = rumah, logos =  ilmu). Hubungan timbal balik atau interaksi berlangsung antar sesama makhluk hidup maupun antara makhluk hidup dengan lingkungan tak hidup lingkungan beserta makhluk hidup yang saling berinteraksi itu disebut ekosistem.
Ekosistem terdiri dari benda hidup, yang disebut faktor biotik, dan benda tak hidup yang disebut faktor abiotik. Interaksi antara faktor biotik dan abiotik mengakibtkan ekosistem tumbuh, berkembang, dan mengalami perubahan. Ekosistem memerlukan energi. Sumber energi yang utama dalam ekosistem adalah matahari.
Berapakah luas ekosistem itu? Kaleng bekas dikebun yang berisi air hujan, bakteri, dan jentik nyamuk merupakan sebuah ekosistem. Kebun yang luas, sawah, hutan, sungai danau dan laut merupakan ekosistem. Jadi, luas ekosistem tidak tentu, lapisan pemrukaan bumi dan atmosfernya yang dihuni oleh makhluk hidup disebut sebagai biosfer. Lingkungan tempat berlangsungnya interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungannya (biotik dan abiotik) disebut ekosistem. Ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya disebut ekologi.

B.   Satuan Makhluk Hidup dalam Ekosistem
Suatu ekosistem, misalnya ekosistem kolam air tawar, terdiri dari berbagai macam tumbuhan dan hewan yang hidup bersama.
Pada ekosistem kolam air tawar tersebut terdapat tumbuhan air, rumput, tumbuhan berbunga. Siput air, kembang air, ikan pemakan daging (karnovor) dan ikan pemakan bangkai (detritiver).
1.    Populasi
Satu ekor ikan pemakan bangkai atau satu tumbuhan teratai disebut individu. Individu-individu dari spesies yang sama membentuk populasi. Semua tumbuhan teratai di kolam disebut populasi teratai. Jadi, populasi adalah sekumpulan individu sejenis dalam suatu area tertentu.
2.    Komunitas
Antara populasi yang satu dengan yang lain juga terjadi interaksi. Interaksi antara populasi di dalam suatu area pada suatu waktu membentuk komunitas. Jadi, komunitas merupakan keseluruhan makhluk hidup yang mengadakan interaksi di suatu tempat pada waktu tertentu. Misalnya, komunitas hutan terdiri atas berbagai jenis tumbuhan, berbagai jenis hewan, dan berbagai jenis mikroorganisme yang saling berinteraksi.
3.    Ekosistem
Di tempat tinggal anggota komunitas berada, terdapat benda tak hidup, misalnya tanah, udara, air dan cahaya matahari. Antara komunitas dan benda tak hidup tersebut berinteraksi membentuk ekosistem.
Ekosistem dikenal pula sebagai sistem lingkungan. Semua ekosistem di permukaan bumi berinteraksi membentuk ekosistem yang besar, yaitu ekosfer. Lapisan permukaan bumi dan atmosfer yang dihuni oleh seluruh makhluk hidup disebut biosfer.
Berdasarkan proses terbentuknya ada dua jenis ekosistem, yaitu ekosistem alami dan ekosistem buatan. Ekosistem alami terbentuk tanpa campur tangan manusia. Contohnya laut, danau dan hutan. Ekosistem buatan terbentuk karena campur tangan manusia contohnya, kolam, kebun, dan sawah. Tingkat organisasi penyusun ekosistem dan biosfer individu ® populasi ® komunitas ® ekosistem ® ekosfer ® biosfer.

2 comments:

Anonymous said...

mohon izin share dan terima kasih. makalahnya cukup membantu

Reynold Adi Putra said...

makalahnya sangat membantu dan terimakasih

Post a Comment