BABI
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Masa remaja merupakan sebuah periode dalam kehidupan manusia yang batasannya usia maupun peranannya seringkali tidak terlalu jelas. Pubertas yang dahulu dianggap sebagai tanda awal keremajaan ternyata tidak lagi valid sebagai patokan atau batasan untuk pengkategorian remaja, sebab usia pubertas yang dahulu terjadi pada akhir usia belasan (15-18) kini terjadi pada awal belasan bahkan sebelum usia 11 tahun. Seorang anak berusia 10 tahun mungkin saja sudah (atau sedang) mengalami pubertas namun tidak berarti ia sudah bisa dikatakan sebagai remaja dan sudah siap menghadapi dunia orang dewasa. Ia belum siap menghadapi dunia nyata orang dewasa, meski di saat yang sama ia juga bukan anak-anak lagi. Berbeda dengan balita yang perkembangannya dengan jelas dapat diukur, remaja hampir tidak memiliki pola perkembangan yang pasti. Dalam perkembangannya seringkali mereka menjadi bingung karena kadang-kadang diperlakukan sebagai anak-anak tetapi di lain waktu mereka dituntut untuk bersikap mandiri dan dewasa. (Arif Gunawan, S.Psi. 2011).
Sementara itu dari hasil beberapa survei dapat disimpulkan bahwa pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi masih rendah. Salah satu contoh : 46,2% remaja masih menganggap bahwa perempuan tidak akan hamil hanya dengan sekali melakukan hubungan seks. Kesalahan persepsi ini sebagian besar diyakini oleh remaja laki-laki (49,7%) dibandingkan dengan remaja putri (42,3%) (LDUI & BKKBN, 1999) dari survei yang sama juga terungkap bahwa hanya 19,2% remaja yang menyadari peningkatan risiko untuk tertular infeksi menular seksual (IMS) bila memiliki pasangan lebih dari satu 51% mengira bahwa mereka akan berisiko tertular HIV hanya bila hanya berhubungan seks dengan pekerja seks komersial. Faktor lingkungan yang kondusif terhadap perilaku berisiko pada remaja adalah kondisi lingkungan yang permisif terhadap perilaku berisiko (ketersediaan fasilitas / sarana yang mendukung perilaku berisiko, ketiadaan penegakkan hukum terkait kesehatan) atau bahkan mendorong perilaku berisiko (melalui informasi yang salah, iklan). (Dep Kes RI 2008).
Pada kenyataan, di negara-negara berkembang (termasuk Indonesia) masih sangat banyak remaja (bahkan orang dewasa) yang belum mampu sepenuhnya mencapai tahap perkembangan sempurna. Sebagian masih tertinggal pada tahap perkembangan sebelumnya, dimana pola pikir yang digunakan masih sangat sederhana dan belum mampu melihat masalah dari berbagai dimensi. Hal ini bisa saja diakibatkan sistem pendidikan di Indonesia yang tidak banyak menggunakan metode belajar mengajar satu arah (ceramah) dan kurangnya pada pengembangan cara berpikir anak. Pola asuh orang tua yang cenderung masih memperlakukan remaja sebagai anak-anak, sehingga anak tidak memiliki keleluasan dalam memenuhi tugas perkembangan sesuai dengan usia dan mentalnya. Semestinya, seorang remaja sudah harus mampu mencapai tahap pemikiran abstrak supaya saat mereka lulus sekolah menengah, sudah terbiasa berpikir kritis dan mampu untuk menganalisis masalah dan mencari solusi terbaik. (Arif Gunawan, S.Psi. 2011)
Berdasarkan pantauan penulis, area SMAN 2 Ujungbatu yang lingkungannya bernuansa pedesaan tetapi berdekatan dengan tempat-tempat hiburan dan lokalisasi. Banyak siswa yang berkeliaran dan bolos pada jam-jam belajar dan saat setelah pulang sekolah. Mencermati keadaan ini penulis merasa tertarik untuk melakukan penelitian bagaimana pengetahuan mereka tentang “Kesehatan Reproduksi” di SMAN 2 Ujungbatu, dan mengangkat judul penelitian “Tinjauan pengetahuan siswa kelas III tentang reproduksi remaja di Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Ujungbatu Kabupaten Rokan Hulu”.
Data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kabupaten Rokan Hulu tahun 2010, diperoleh data sebagai berikut :
Tabel 1.1
Rekapitulasi laporan ibu hamil resti <20 tahun tahun 2010
No Puskesmas Ibu hamil <20 tahun Jumlah ibu hamil Persentase
1 Rambah 51 1046 4,9
2 Rambah Hilir 1 41 527 7,7
3 Rambah Hilir 2 27 425 6,3
4 Rambah Samo I 32 483 6,6
5 Rambah Samo II 19 276 6,8
6 Kepenuhan 28 551 5,1
7 Kepenuhan Hulu 17 383 4,4
8 Tambusai 57 1246 5,4
9 Tambusai Utara 43 1503 2,8
10 Rokan 36 609 5,9
11 Kunto 63 928 6,7
12 Ujungbatu 66 1012 6,5
13 Tandun I 21 445 4,7
14 Tandun II 12 285 4,2
15 Bangun Purba 31 950 6,8
16 Bonai 11 302 3,6
17 Kabun 17 559 3,1
18 Pagaran Tapah 26 508 7,1
19 Pendalian 12 275 5,1
Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Rokan Hulu tahun 2010
Tabel 1.2
Rekapitulasi laporan ibu hamil resti <20 tahun Desa Ujungbatu
tahun 2010
No Desa Ibu hamil <20 tahun Jumlah ibu hamil Persentase
1 Ujungbatu 12 436 2,7
2 Ujungbatu Timur 17 126 13,4
3 Ngaso 8 132 6,1
4 Suka Damai 6 121 4,9
5 Pematang Tebih 24 197 12,2
Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas, maka peneliti merumuskan suatu masalah yaitu “Bagaimana pengetahuan siswa tentang reproduksi remaja di SMA Negeri 2 Ujungbatu Kelas III?
Tujuan Penelitian
Tujuan Umum
Untuk memperoleh gambaran mengenai tinjauan pengetahuan siswa tentang reproduksi remaja.
Manfaat Penelitian
Bagi Institusi Pendidikan.
Dapat dijadikan sebagai bahan rujukan, masukkan dan perbandingan bagi Mahasiswa Akademi Kebidanan dalam penelitian di masa mendatang
Bagi institusi Pendidikan SMA Negeri 2 Ujungbatu
Dapat memberikan pengetahuan dan gambaran tentang reproduksi remaja sebagai pertimbangan dalam melaksanakan pembinaan.
Bagi Peneliti
Dapat memberikan pengalaman yang nyata bagi penulis tentang kehidupan remaja dan masalah-masalah yang dihadapi mereka.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Konsep Dasar Pengetahuan
Pengertian Pengetahuan
Pengetahuan adalah hasil dari tahu dan terjadi setelah orang melakukan pengideraan terhadap suatu objek tertentu. Penginderaan terjadi melalui panca indera manusia yaitu penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan raba. Sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga. Pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan seseorang (Notoatmodjo, 2003).
Pengetahuan adalah informasi atau maklumat yang diketahui atau disadari oleh seseorang. Dalam pengertian lain pengetahuan adalah berbagai gejala yang ditemui dan diperoleh manusia melalui pengamatan idrawi (Nursalam, 2003).
Fakor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan menurut Notoadtmodjo (2003) ;
Pengalaman
Merupakan suatu cara untuk memperoleh kebenaran pengetahuan, baik dari pengalaman diri sendiri maupun orang lain. Hal tersebut dilakukan dengan cara pengulangan kembali pengalaman yang diperoleh dalam memecahkan permasalahan yang dihadapi. Bila berhasil maka orang akan menggunakan cara tersebut dan bila gagal tidak akan mengulangi cara itu.
Pendidikan
Makin tinggi tingkat pendidikan seseorang maka makin mudah menerima informasi sehingga makin banyak pula pengetahuan yang dimlilki. Sebaiknya pendidikan yang kurang akan menghambat perkembangan sikap seseorang terhadap nilai-nilai baru yang akan diperkenalkan.
Kepercayaan
Kepercayaan adalah sikap untuk menerima suatu pemyataan atau pendirian tanpa menunjukkan sikap pro atau anti kepercayaan. Sering diperoleh dan orang tua, kakek atau nenek. Seseorang menerima kepercayaan itu berdasarkan keyakinan dan tanpa adanya pembuktian terlebih dahulu. Kepercayaan berkembang dalam masyarakat yang mempunyai tujuan dan kepentingan yang sama. Kepercayaan dapat tumbuh bila berulangkali mendapat informasi yang sama.
Sumber pengetahuan
Sumber pengetahuan bisa berasal dari :
Media cetak: Koran, majalah, jumal dan selebaran
Media Eektronik: Televisi, radio, Internet dan sebagainya
Spanduk: Umbul-umbul dan sebagainya.
Tingkatan pengetahuan
Pengetahuan yang tercakup dalam domain kognitif mempunyai 6 tingkatan, yaitu:
Tahu (Know)
Tahu diartikan sebagai mengingat suatu materi yang telah dipelajari sebelumnya. Termasuk kedalam pengetahuan tingkat ini adalah mengingat kembali (recal) terhadap suatu yang spesifik dan seluruh bahan yang dipelajari atau rangsangan yang telah diterima. OIeh karena itu, tahu merupakan tingkat pengetahuan yang paling rendah. Kata kerja untuk mengukur bahwa orang tahu tentang apa yang dipelajari antara lain menyebutkan, menyatakan, mendefenisikan dan sebagainya.
Memahami (comprehension)
Memahami diartikan sebagai suatu kemampuan untuk menjelaskan secara benar tentang objek yang diketahui dan dapat menginterpretasikan materi tersebut secara benar. Orang yang telah paham terhadap objek atau materi harus dapat menjelaskan, menyebutkan, menyimpulkan objek yang dipelajari.
Aplikasi (Aplication)
Aplikasi diartikan sebagai kemampuan untuk menggunakan materi yang telah dipelajari situasi dan kondisi real (sebenarnya). Aplikasi disini dapat diartikan sebagai aplikasi atau penggunaan hukum-hukum, rumus, metode, prinsip dalam konteks atau situasi lainnya.
Analisa (Analisya)
Analisa adalah suatu kemampuan untuk menjabarkan materi atau suatu objek ke dalam komponen-komponen, tetapi masih dalam suatu struktur organisasi tersebut dan masih ada kaitannya satu sama lain. Kemampuan analisa ini dapat dilihat dari penggunaan kata kerja, dapat menggambarkan (membuat bagan), membedakan, memisahkan, mengelompokkan dan sebagainya.
Sintesis (Synthesis)
Sintesis menunjukkan suatu kemampuan meletakkan atau menghubungkan bagian-bagian didalam suatu bentuk keseluruhan yang baru. Dengan kata lain sintesis adalah suatu kemampuan untuk menyusun formulasi-formulasi yang ada.
Evaluasi (Evaluation)
Evaluasi berkaitan dengan kemampuan untuk melakukan justifikasi atau penilaian terhadap suatu materi atau objek. Penilaian itu berdasarkan kriteria yang ditentukan sendiri atau menggunakan kriteria-kriteria yang telah ada.
Pengukuran pengetahuan dapat dilakukan dengan mengisi kuesioner atau angket yang menanyakan tentang isi materi yang ingin diukur dan subjek penelitian atau responden kedalam pengetahuan yang ingin kita ketahui atau kita ukur dapat kita sesuaikan dengan tingkat-tingkat tersebut diatas (Notoatmodjo, 2003).
Selama masa remaja orang-orang muda ini mengembangkan identitas orang dewasa, mereka bergerak kearah fisik dan kedewasaan psikologis dan mandiri secara ekonomis. Walaupun masa remaja secara umum adalah suatu periode yang sehat dalam kehidupan, banyak anak remaja sering kurang mendapatkan penerangan dan pengetahuan tentang bahaya hamil di usia muda. Oleh karena itu, kondisi ini mungkin akan meningkatkan resiko terjadinya kehamilan di usia muda (Suryati, S.St. 2009).
Remaja
Pengertian Remaja
Menurut Undang-undang Kesejahteraan Anak (UU. No. 4/1979), semua orang usia dibawah 21 tahun dan belum menikah disebutkan sebagai anak-anak. Oleh karena itu berhak mendapat perlakukan kemudahan-kemudahan yang memperuntukkan bagi anak (misalnya pendidikan, perlindungan dari orang tua).
Dalam Undang-undang Perkawinan (UU. No. 1/1974 Pasal 7), mengenal konsep remaja walaupun tidak secara terbuka. Usia minimal untuk suatu perkawinan menurut Undang-undang tersebut adalah 16 tahun untuk wanita dan 19 tahun untuk pria. Jelas bahwa undang-undang tersebut menganggap orang diatas usia tersebut bukan lagi anak-anak sehingga mereka boleh menikah. Batas usia ini dimaksudkan untuk mencegah perkawinan anak-anak. Walaupun begitu, selama seseorang belum mencapai usia 21 tahun masih diperlukan izin orang tua untuk menikahkan orang tersebut. (Suarta. S, 2007)
Batas usia 24 tahun merupakan batas maksimal, yaitu untuk memberi peluang bagi mereka yang sampai batas usia tersebut masih menggantungkan diri pada orang tua, belum mempunyai hak-hak penuh sebagai orang dewasa (secara adat/ tradisi), belum dapat memberikan pendapat sendiri. Dengan kata lain, orang-orang yang sampai atas usia 24 tahun belum dapat memenuhi persyaratan kedewasaan secara sosial maupun psikologi, masih dapat digolongkan remaja. Golongan ini cukup banyak terdapat di Indonesia, terutama dari kalangan masyarakat kelas menengah ke atas yang mempersyaratkan berbagai hal (terutama pendidikan yang setinggi-tingginya). Untuk mencapai kedewasaan. Dalam kenyataannya, cukup banyak orang yang mencapai kedewasaannya sebelum usia tersebut. (Suarta. S 2007).
Perubahan Yang Terjadi Pada Remaja Baik Fisik Maupun Psikologis
Perubahan Fisik
Pada Remaja Putri
Buah dada mengembang, Puting susu menonjol, Pinggul melebar, Rambut tumbuh di tempat-tempat tertentu (ketiak dan alat kelamin), Rambut tumbuh lebih banyak di lengan dan tungkai, Bentuk tubuh menjadi lebih bulat karena lemak mulai menumpuk, Alat kelamin warnanya menjadi lebih gelap dan lebih berotot, Keluar cairan dan vagina terutama bila terangsang gairah seksual, Mulai terjadinya menstruasi, Sel telur mulai keluar dari indung telur.
Pada Remaja Putra
Badan dan dada bertambah besar, Tubuh menjadi lebih berotot, Suara menjadi lebih besar dan dalam, Penis dan testis menjadi lebih besar dan berwarna lebih gelap, Sperma mulai diproduksi, Rambut- tumbuh di tempat-tempat tertentu (ketiak dan alat kelamin), Rambut tumbuh lebih banyak di lengan, tungkai dan dada, Dalam mimpi basah atau pada saat melakukan masturbasi dapat terjadi ejakulasi. (Suryati, S.ST, 2009)
Perubahan Psikologis
Secara tradisional masa remaja dianggap sebagai periode badai dan tekanan yaitu suatu masa saat terjadinya ketegangan emosi yang meninggi akibat perubahan psikologis. Tidak semua remaja mengalami masa sulit ini, namun kenyataan dan mereka memang mengalami ketidakstabilan emosi sebagai konsekuensi dan usaha penyesuaian diri terhadap pola perilaku yang baru. Meskipun emosi remaja mengalami fluktasi yang kuat tapi dan tahun ke tahun akan mengalami perbaikan.
Pola emosi remaja lebih banyak mendekati pola emosi anak-anak, perbedaannya terletak pada rangsangan yang membangkitkan emosi khususnya pada pengendalian latihan individu terhadap ungkapan emosi mereka. Remaja tidak lagi mengungkapkan amarahnya dengan cara gerakan amarah yang meledak-ledak, melainkan dengan cara menggerutu, tidak mau bicara dan tidak terima bila dikritik. Terkadang juga banyak remaja yang iri terhadap teman sebayanya yang memiliki sesuatu yang lebih darinya. Tidak sedikit remaja yang suka bekerja sambilan untuk mendapatkan tambahan uang saku agar dapat membeli barang yang diinginkannya. Remaja dikatakan sudah mencapai kematangan emosional bila pada akhir masa remaja tidak lagi meledakkan emosinya dihadapan orang lain, melainkan menunggu tempat dan saat yang tepat untuk menempatkan emosinya dengan cara yang lebih baik. (Sahaja 2006)
Reproduksi Remaja
Pengertian Reproduksi Remaja
Kita mengetahui bahwa reproduksi adalah salah satu fungsi manusia yang sangat penting, karena dengan fungsi itu manusia dapat mempertahankan diri dan kepunahan.
Konsep reproduksi mengandung makna bahwa manusia seharusnya memiliki kemampuan melaksanakan kehidupan seksual yang aman, memuaskan, bertanggungjawab, serta mampu dan bebas untuk memutuskan kapan dan sejauh mana mereka bereproduksi. (Suryati, SST. 2009)
Pada dasarnya reproduksi remaja merupakan unsur instrinsik dan sangat esensial dalam kesehatan. Reproduksi secara sederhana dapat diartikan sebagai kemampuan untuk membuat kembali. Dalam kaitannya dengan reproduksi diartikan sebagai kemampuan seseorang rnemperoleh keturunan, sehingga kesehatan reproduksi berkaitan erat dengan masalah seksual.
Dalam Konferensi Internasional Kependudukan dan Pembangünan Kairo, 1994 pasal VII menyatakan bahwa kesehatan reproduksi merupakan keadaan sejahtera fisik, mental dan sosial yang utuh, dan bukan hanya tidak ada penyakit atau kelemahan dalam segala hal berhubungan dengan sistem reproduksi dan fungsi-fungsi serta prosesnya. (Suryati, SST. 2009)
Anatomi Fisiologis Reproduksi.
Anatomi Fisiologis Reproduksi Wanita.
Alat reproduksi bagian luar
Terdiri dari mons veneris, bibir besar (labia mayora), bibir kecil (labia minora), Klitoris, Vestibulum, Kelenjar Bartholini, Himen (selaput dara).
Alat reproduksi bagian dalam
Terdiri dari Vagina, uterus, tuba fallopii, ovarium, dan parametrium. (Manuaba, 1998)
Anatomi Fisiologis Reproduksi Pria
Terdiri dari korpus spongiosum, uretra, skrotum, testis, epididimis, vas deferens, vesikula seminalis, prostat. (Manuaba, 1998)
Masalah pada Reproduksi Remaja
Kehamilan Pra Nikah
Salah satu resiko dari seks pranikah atau seks bebas adalah terjadi kehamilan yang tidak diharapkan (KTD). Kehamilan pada usia dini bisa menimbulkan kesulitan dalam persalinan seperti pendarahan, bahkan kematian. Ada kemungkinan pihak perempuan menjadi ibu tunggal karena pasangan tidak mau menikahinya atau tidak mempertanggung jawabkan perbuatannya. Salah satu resiko sosial adalah berhenti / pitus sekolah atas kemauan sendiri dikarenakan rasa malu atau cuti melahirkan. Merawat kehamilan, melahirkan dan membesarkan bayi / anak membutuhkan biaya besar.(Suryati Romauli, S.ST, 2009)
Aborsi
Kasus aborsi remaja di Indonesia ternyata sangat mencengangkan. Angkanya melaju sangat cepat bahkan melebihi jumlah aborsi di Negara-negara maju sekalipun. Jumlah kasus aborsi di Indonesia setiap tahun mencapai 2,3 juta, 30% diantaranya dilakukan oleh para remaja. Kehamilan yang tidak diinginkan (KTD) pada remaja menunjukkan kecenderungan meningkat antara 150.000 hingga 20.000 kasus setahun, kata Luh Putu Ikha Widani dari kita sayang remaja (Kisara) Bali. Ia mengatakan, survei di Indoensia menujukkan, KTD mencapai 37.000 kasus, 27% di antaranya terjadi dalam lingkungan pranika dan 12,5% adalah pelajar. KTD di kalangan remaja sehingga sekarang masih menjadi dilema yang belum dapat diselesaikan secara tuntas. Banyak kalangan yang pada akhirnya memokokkan remaja sebagai pelaku tunggal.
Jika dicermati lebih jauh, munculnya KTD dikalangan remaja adalah akumulasi dari serangkaian ketidakberpihakan berbagai kalangan terhadap remaja,” ujar Ikha Widani.
Hambatan tersebut antara lain menyangkut upaya memberikan informasi kesehatan reproduksi yang cukup dan mendalam, serta semakin banyaknya remaja yang terjebak oleh mitos dibanding dengan fakta. Untuk itu, langkah awal perlunya upaya meningkatkan akses remaja terhadap informasi yang benar dengan merangkul berbagai kalangan, termasuk media massa. (Arif Gunawan, S.Psi. 2011)
Penyakit Menular Seksual
Menurut Dr. Boyke Dan Nugraha, jika hubungan seks tersebut dilakukan sebelum usia 17 tahun, resiko terkena penyakit menular seksual bisa mencapai empat hingga lima kali lipat. Selain itu, seks pranikah akan meningkat kasus penyakit menular seksual, seperti sipilis, GO (ghonorhoe), hingga HIV / AIDS. Anrolog Anita Gunawan mengatakan, kasus GO paling banyak terjadi. Penderita bisa saja tidak mengalami keluhan. Tapi, hal itu justru semakin meningkatkan penyebaran penyakit tersebut. Anita menggolongkan penyakit GO tersebut ke dalam subklinis, kronis dan akut. Subklinis dan kronis, kata anita, tidak menimbulkan gejala serta keluhan pada penderita. Sedangkan GO akut akan menampakkan gejala, seperti sulit buang air kecil atau sakit pada ujung kemaluan. Pada pria biasanya menampakkan gejala. Berbeda dengan wanita, seringkali tidak menampakkan gejala yang jelas. Paling-paling hanya timbul keputihan atau anyang-anyang. (BKKBN, 2005)
Pemeliharaan Reproduksi Remaja
Peran Orang tua
Menampakkan pola asuh yang baik pada anak sejak prenatal dan balita, membekali anak dengan dasar moral dan agama, mengerti komunikasi yang baik dan efektif antara orang tua – anak, menjalin kerjasama yang baik dengan guru, menjadi tokoh panutan bagi anak baik dalam perilaku maupun dalam hal menjaga lingkungan yang sehat.
Peran Sekolah
Bersahabat dengan siswa, menciptakan kondisi sekolah yang nyaman, memberikan keleluasan siswa untuk mengekspresikan diri pada kegiatan ekstrakulikuler, menyediakan sarana dan prasarana bermain dan olahraga, meningkatkan peran dan pemberdayaan guru BP, meningkatkan disiplin sekolah dan sangsi yang tegas, meningkatkan kerjasama dengan orang tua, sesama guru dan sekolah lain, meningkatkan keamanan terpadu sekolah bekerjasama dengan Polsek setempat, mewaspadai adanya provokator, mengadakan kompetensi sehat, seni budaya dan olahraga antar sekolah, menciptakan kondisi sekolah yang memungkinkan anak berkembang secara sehat dalam hal fisik, mental, spiritual dan sosial.
Peran Pemerintah dan masyarakat
Menghidupkan kembali kurikulum budi pekerti, menyediakan sarana-prasarana yang dapat menampung agresifitas anak melalui olahraga dan bermain, menegakkan hukum, sanksi dan disiplin yang tegas, memberikan keteladanan, lokasi sekolah dijauhkan dari pusat perbelanjaan dan pusat hiburan. (Soetjiningsi, 2004)
Seks Pada Remaja
Kesehatan reproduksi dalam arti luas meliputi seluruh proses, fungsi dan sistem reproduksi pada seluruh tahapan kehidupan manusia. Secara lebih khusus studi kesehatan reproduksi mempelajari cara seseorang dapat berbebas dari berbagai gangguan kesehatan yang disebabkan oleh proses atau bekerjanya fungsi dan sistem reproduksi. Pada usia produktif manusia secara naluriah mempunyai dorongan seksual (sexual drives), kemudian muncul hasrat mencari pasangan yang selanjutnya melakukan aktivitas seksual (sexual acts) yang mengakibatkan kehamilan dan melahirkan. Bila dorongan seksual membuat individu potensial untuk melakukan hubungan seksual, maka kesuburan menentukan individu mempunyai kemampuan mendapatkan anak atau tidak.
Seksualitas dan reproduksi remaja didefinisikan sebagai sejahtera fisik dan psikis seorang remaja, termasuk keadaan terbebas dari kehamilan yang tak dikehendaki, aborsi yang tidak aman, infeksi menular seksual (IMS) termasuk HIV dan AIDS, serta semua bentuk kekerasaan dan pemaksaan seksual.
Menurut Radjah 2001, yang dimaksud dengan pengertian perilaku kesehatan reproduksi dalam istilah pendidikan kesehatan reproduksi adalah perilaku seks istilah perilaku seksual meliputi perilaku yang memperlihatkan sifat-sifat yang menujukkan perbedaan antara wanita dan pria, atau jantan dan betina. Seks diartikan sebagai sifat-sifat anatomis, fisiologis dan perilaku organisme yang berkaitan dengan proses reproduksi seksual. Pengertian seksual yang sering digunakan dalam diskusi kesehatan reproduksi adalah pengertian yang biologis sentris yaitu hubungan alat, alat seksual, sehingga pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi mengarah pada lima macam perilaku seksual, yaitu bersentuhan (tauching), berciuman (kissing), deep kissing, petting dan hubungan kelamin.
Pada saat sesama orang tua saling memperdebatkan penting tidaknya membicarakan masalah seks pada anak-anaknya, sudah banyak permasalahan yang dibahas di media cetak, elektronik dan dalam kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan masalah seks ini. Mislanya, gencarnya kampanye penggunaan kondom atau maraknya iklan-iklan yang menyajikkan berbagai obat atau ramuan yang berkasiat membina hubungan seksual suami istri. Bahkan sekarang ini telah banyak dijumpai klinik yang dapat memantu mengatasi gangguan seksual seseorang ataupun seminar-seminar yang diadakan untuk membahas masalah seksual bagi kaum remaja, dari masalah virginitas, pengalaman mimpi basah, hingga penyakit kelamin. Dengan melihat begitu besar perhatian seseorang terhadap kebutuhan seksualnya, berarti masyarakat kita sudah mulai sadar pentingnya arti mendapatkan pengetahuan seks secara kelas dan terbuka. Jadi, sebetulnya pendidikan seks ini terbatas jangkauannya dari usia anak-anak, remaja, sampai orang tua. Disini dapat dilihat, betapa pentingnya peran orang tua menyikapi persoalan-persoalan yang ada dengan lebih terbuka. (Suarta, 2007)
Kerangka Konsep
Berdasarkan tujuan penelitian diatas maka kerangka konsep dalam penelitian ini adalah
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
Desain Penelitian
Desain Penelitian ini bersifat deskriptif, yaitu untuk mendapatkan Gambaran Pengetahuan Siswa SMAN 2 Ujungbatu Tentang Reproduksi Remaja Tahun 2011.
Lokasi Dan Waktu Penelitian
Lokasi Penelitian
Penelitian dilakukan di SMAN 2 Ujungbatu Kabupaten Rokan Hulu
Waktu Penelitian
Penelitian dilakukan pada bulan Maret 2011.
Populasi Dan Sampel
Populasi
Populasi Penelitian adalah semua siswa Kelas III SMAN 2 Ujungbatu dengan jumlah 45 orang.
Sampel
Jumlah sampel diambil secara total sampling atau seluruh populasi diambil sebagai sampel sebanyak 45 orang.
Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini menggunakan data primer yaitu pengumpulan data langsung melalui repsonden yang diteliti menggunakan kuesioner.
Jalannya Penelitian
Pada penelitian ini, peneliti menggunakan alat instrument berupa kuesioner yang berisi 20 pertanyaan yang berhubungan dengan pengetahuan siswa Kelas III tentang Reproduksi Remaja.
Variabel dan Defenisi Operasional
Variabel dan defenisi operasional berfungsi menyederhanakan arti kata atau pemikiran tentang ide, hal dan kata-kata digunakan agar orang memahami maksud sesuai dengan keinginan penelitian (Notoatmodjo, 2003).
Tabel 3.1 Defenisi Operasional
Defenisi Operasional dapat dilihat pada tabel dibawah ini :
Variabel Defenisi Operasion Parameter Alat Skala Skor
1 Pengetahuan murid Kelas III SMA tentang reproduksi remaja Segala sesuatu yang diketahui responden tentang reproduksi remaja Wawancara Kuisioner Ordinal Baik
(76-100%)
Cukup (56-75%)
Kurang
(< 56%)
Metode Analisis
Metode analisis data dilakukan secara univariat yaitu dengan melihat hasil perhitungan frekwensi dan persentase hasil dari penelitian yang nantinya dapat dipergunakan sebagai tolak ukur pembahasan dan kesimpulan.
Untuk menentukan persentase dapat menggunakan rumus sebagai berikut :
P=f/n x 100%
Keterangan :
P = Persentase
f = Frekwensi yang sesuai dengan kriteria karakteristik
n = Jumlah seluruh sampel
Pengolahan Data
Pengolahan data dilakukan secara manual dengan beberapa tahapan yaitu :
Editing
Kegiatan ini berguna untuk mengecek setiap pertanyaan yang berisi tentang kelengkapan pengisian, konsisten antara daftar pertanyaan dengan jawaban, kejelasan makna jawaban, relevan jawaban.
Coding
Pada tahap ini dilakukan dengan cara pemberian angka pada jawaban dengan maksud untuk memudahkan pengolahan data. Pengkodean dilakukan oleh peneliti sendiri dengan seteliti mungkin guna menghindari kesalahan.
Entry
Tahapan ini dilakukan dengan cara memasukkan data kedalam computer.
Cleaning
Mengecek kembali apakah ada kesalahan data, sehingga data benar-benar siap untuk dianalisis.
BAB IV
HASIL PENELITIAN
Pengetahuan Siswa Pengertian Reproduksi Remaja
Tabel. 1
Distribusi Pengetahuan Siswa SMAN 2 Ujungbatu - Rokan Hulu
Tentang Pengertian Reproduksi Remaja
Tahun 2011
No Pengetahuan Jumlah Persentase
(%)
1 Baik 28 62.23
2 Tidak baik 17 37.77
Jumlah 45 100
Dari tabel. 1 diatas, terlihat bahwa pengetahuan siswa tentang pengertian reproduksi Remaja 62.23% adalah baik dan 37.77 adalah tidak baik.
Pengetahuan Siswa Anatomi Reproduksi Remaja
Tabel. 2
Distribusi Pengetahuan Siswa SMAN 2 Ujungbatu - Rokan Hulu
Tentang Pengertian Anatomi Reproduksi Remaja
Tahun 2011
No Pengetahuan Jumlah Persentase
(%)
1 Baik 4 8,88
2 Cukup 28 62,22
3 Rendah 13 28,88
Jumlah
45 100
Dari tabel. 2 diatas terlihat bahwa pengetahuan tentang Anatomi Reproduksi Remaja 8.88% adalah baik, 62.22% adalah cukup dan 28.88% adalah rendah.
Pengetahuan Siswa Tentang Seksualitas Pada Remaja
Tabel. 1
Distribusi Pengetahuan Siswa SMAN 2 Ujungbatu - Rokan Hulu
Tentang Pengertian Seksualitas Pada Remaja
Tahun 2011
No Pengetahuan Jumlah Persentase
(%)
1 Baik 30 66,67
2 Cukup 10 22,22
3 Rendah 5 11,11
Jumlah 45 100
Dari tabel. 3 diatas terlihat bahwa pengetahuan tentang Seksualitas pada Remaja 66.67% adalah baik, 22.22% adalah cukup dan 11.11% adalah rendah.
Pengetahuan Siswa Terhadap Masalah Reproduksi Remaja
Tabel. 1
Distribusi Pengetahuan Siswa SMAN 2 Ujungbatu - Rokan Hulu
Tentang Pengertian Reproduksi Remaja
Tahun 2011
No Pengetahuan Jumlah Persentase
(%)
1 Baik 6 13,33
2 Cukup 12 26,66
3 Rendah 27 60,00
Jumlah 45 100
Dari tabel. 4 diatas terlihat bahwa pengetahuan tentang Reproduksi Remaja 13.33% adalah baik, 26.66% adalah cukup dan 60.00% adalah rendah.
Pengetahuan Siswa Tentang Pemeliharaan Reproduksi Remaja
Tabel. 1
Distribusi Pengetahuan Siswa SMAN 2 Ujungbatu - Rokan Hulu
Tentang Pengertian Pemeliharaan Reproduksi Remaja
Tahun 2011
No Pengetahuan Jumlah Persentase
(%)
1 Baik 18 40,00
2 Cukup 15 33,33
3 Rendah 12 26,67
Jumlah 45 100
Dari tabel. 5 diatas terlihat bahwa pengetahuan tentang Pemeliharaan Reproduksi Remaja 40.00% adalah baik, 33.33% adalah cukup dan 26.67% adalah rendah.
BAB V
PEMBAHASAN
Distribusi Pengetahuan Siswa SMA Negeri 2 Ujungbatu Kabupaten Rokan Hulu Tentang Pengertian Reproduksi Remaja Tahun 2011.
Setelah mengetahui tinjauan pengetahuan umum siswa mayoritas adalah baik 62.23% siswa mengetahui pengertian reproduksi remaja, ini terbukti dan rasa ingin tahu dan minat yang cukup tinggi terhadap informasi yang besar dan jelas dan pengertian reproduksi remaja, hal ini terbukti dan sikap antusias mereka dalam menanggapi setiap penjelasan dan penulis.
Distribusi Pengetahuan Siswa SMA Negeri 2 Ujungbatu Kabupaten Rokan Hulu Tentang Anatomi Ieproduksi Remaja Tahun 2011.
Pengetahuan siswa tentang anatomi reproduksi remaja cuma 8.88 & yang baik, terlihat jelas disini bahwa siswa SMAN 2 Ujungbatu Kabupaten Rokan Hulu baru sebahagian kecil yang mengerti tentang anatomi reproduksi remaja. Dalam melakukan penelitian ini, penulis mengharapkan kepada pihak sekolah, khususnya kepada Guru Biologi agar pelajaran ilmu tentang anatomi reproduksi lebih ditingkatkan lagi.
Distribusi Pengetahuan Siswa SMA Negeri 2 Ujungbatu Kabupaten Rokan Hulu Tentang Seksualitas Pada Remaja Tahun 2011.
Pengetahuan siswa tentang seksualitas pada remaja 66.7% adalah baik, terlihat jelas bahwa siswa mayoritas mengerti tentang seksualitas remaja, ini terlihat bahwa siswa sering membaca buku-buku porno dan menonton VCD yang berbau Seks. Dalam melakukan penelitian ini penulis mengatakan kepada pihak keluarga, dan masyarakat agar membatasi anaknya dirumah jangan membawa buku-buku porno atau menontonVCD porno.
Distribusi Pengetahuan Siswa SMA Negeri 2 Ujungbatu Kabupaten Rokan Hulu Tentang Masalah Reproduksi Remaja Tahun 2011.
Setelah pengisian kuisioner tentang masalah reproduksi remaja ternyata 60% siswa belum mengerti tentang masalah-masalah yang ada pada reproduksi remaja. Masalah ini penulis mengharapkan mereka harus mengenal diri dan apa-apa yang akan terjadi terhadap dirinya yang merugikan. Distribusi Pengetahuan Siswa SMA Negeri 2 Ujungbatu Kabupaten Rokan Hulu Tentang Pemeliharaan Reproduksi Remaja Tahun 2011.
Distribusi Pengetahuan Siswa SMA Negeri 2 Ujungbatu Kabupaten Rokan Hulu Tentang Pemeliharaan Reproduksi Remaja Tahun 2011.
Terlihat bahwa pengetahuan siswa tentang pemeliharaan reproduksi remaja 33.33% cukup. Jelas terlihat oleh penulis siswa SMAN 2 Ujungbatu Kabupaten Rokan Hulu mayoritas belum mengerti tentang pemeliharaan reproduksi remaja. Diharapkan kepada remaja agar lebih ditingkatkan lagi penjagaan diri dan pemeliharaan reproduksi remaja.
Penulis mengharapkan
Keluarga
Menciptakan keluarga yang harmonis
Meningkatkan ilmu religius dan tingkatkan kebudayaan kita dengan norma-norma yang telah ditentukan.
Memupuk kesanggupan untuk menolong diri sendiri dalam mengatasi masalah.
Membimbing untuk mampu menyelesaikan diri terhadap lingkungan sekitarnya.
Sekolah.
Menciptakan suasana yang baik, agar tercipta suasana belajar dan mendorong kreativitas siswa yang positif
Mengadakan kegiatan belajar dimintakan puskesmas untuk penambahan ilmu tentang reproduksi remaja.
BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN
Berdasarkan uraian hasil tinjauan Pengetahuan Remaja melalui penyebaran kuesioner yang telah diisi oleh siswa kelas III SMA Negeri 2 Ujungbatu Kabupaten Rokan Hulu-Riau, maka penulis dapat menyimpulkan dan mencoba memberi saran-saran yang dapat dikemukakan disini adalah:
Kesimpulan
Tinjauan Pengetahuan Siswa SMA Negeri 2 Ujungbatu Kabupaten Rokan Hulu hanya 62.23% siswa yang mengerti tentang Pengertian Reproduksi Remaja.
Tinjauan pengetahuan Siswa SMA Negeri 2 Ujungbatu Kabupaten Rokan Hulu hanya 8.88% siswa yang mengerti Anatomi Reproduksi Remaja.
Tinjauan pengetahuan Siswa SMA Negeri 2 Ujungbatu Kabupaten Rokan Hulu Tentang Seksualitas Remaja 66.67% baik, sebagian besar siswa remaja sudah mengerti tentang seksualitas.
Dikemukakan pengetahuan siswa tentang masalah reproduksi remaja 13.33% yang baik, maka jumlah siswa yang belum mengerti dengan masalah reproduksi 60%
Secara umum pengertian pengetahuan tentang reproduksi remaja 40% sudah mengetahui.
Saran
UntukSiswa
Sasaran penelitian dalam hal ini siswa SMA Negeri 2 Ujungbatu Kabupaten Rokan Hulu sebaiknya lebih aktif dalam mencari dan memperoleh informasi maupun pengetahuan tentang reproduksi rernaja.
Untuk meningkatkan pengetahuan siswa perlu kiranya kerjasama yang erat antara pihak guru, orang tua dan tenaga kesehatan serta pihak lain yang terkait dan dapat memiliki informasi dalam rangka akan pengetahuan siswa serta menciptakan genersi muda yang berpotensi dan memiliki intelektual yang tinggi serta jasmani yang sehat perlu diadakan program seperti ini
Penyuluhan Kesehatan
Perlombaan Karya Tulis yang bertemakan Remaja Sehat
Perlu dilakukan upaya-upaya pengembangan program dengan melakukan penelitian-penelitian memahami lebih lanjut mengenai reproduksi remaja. Sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan remaja yang spiritual yang juga akan menuju Riau Sehat 2011.
Kepada tenaga kesehatan khususnya puskesmas diharapkan penyuluhan, disekolah terutama mengtahui produksi remaja
Untuk Institusi Sekolah:
Menciptakan suasana yang baik agar tercipta suasana belajar dan mendorong kreativitas murid
Mengadakan kegiatan yang bersifat ekstra kurikuIer seperti
Palang Merah Remaja (PMR);
Penyuluhan kesehatan dari Puskesmas;
Perlombaan Karya Tulis yang bertemakan remaja sehat;
Mengadakan tour sebagai darmawisata atau keperluan studi;
Mengadakan kerjasama antara orang tua dan murid dengan pihak sekolah untuk membicarakan persoalan-persoalan yang menyangkut pendidikan (masalah anak didik).
Untuk Keluarga:
Keluarga yang harmonis sangat menentukan untuk menciptakan lingkungan yang baik dalam suasana kekeluargaan dan menjadi pusat ketenangan hidup. Keluarga berfungsi sebagai:
Memberi tugas yang sesuai dengan kemampuan anak.
Mendorong anak untuk mengembangkan bakat.
Ciptakan suasana yang edukatif yaitu dengan membiasakan.
Melatih hidup untuk arsipun diri sejak kecil tanpa paksaan dan kekerasan.
Memperhatikan kebutuhan rekreasi bersama secara sederhana tanpa mengurangi keakraban.
Agar tidak terjerumus dalam kesibukan atau rutinitas perlu dibuat jadwal untuk acara keluarga.
Menanamkan nilai-nilai religus, misalnya ibadah keluarga setiap hari sebagai santapan rohani.
Untuk Masyarakat
Menciptakan suasana dalam lembaga permasyarakatan sehingga menjadi wadah pendidikan yaitu
Mengadakan pengawasan terhadap perkumpulan pemuda dengan mengadakan peninjauan agar tidak bersifat anonym.
Membimbing remaja yang bersifat membangun
Mengadakan pengawasan terhadap peredaran buku-buku, majalah berbau porno dan VCD porno.
Untuk Puskesmas
Kepada tenaga kesehatan khususnya puskesmas, diharapkan penyuluhan, pendidikan tenaga Reproduksi Remaja di sekolah lebih ditingkatkan lagi, agar siswa lebih mengetahui tentang Reproduksi Remaja.
DAFTAR PUSTAKA
BKKBN, 2005. “Isu Pokok Kesehatan Reproduksi Remaja”. http//bkkbn.co.id.diakses 24 Maret 2011.
Soetjiningsih. 2004. Tumbuh Kembang Remaja dan Permasalahannya : http//www.lusaweb.ic/pubertas.diakses 21 april 2011
Suryat Romauli, SST. 2009. Kesehatan Reproduksi. Muha Medika. Yogyakarta.
Dirjen Bina Kesehatan Masyarakat. 2005. Pedoman Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja Dep Kes RI 2005
Arif Gunawan, S.Sps. 2011. Remaja dan Permasalahannya, Hanggar Kreator. Yogyakarta
Manuaba. IBG. 1998. Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana Untuk Pendidikan Bidan. Jakarta
Noto Atmojo, Soekidjo. 2010. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta. Rineka Cipta.
Suarta, S. 2007. “Pendidikan Seksual Dan Reproduksi Berbasis Sekolah”.http//kespro.info.diakses 21 April 2011.
Sahaja. S. 2006 “Psikologis Remaja” http//www.blogspot.com.diakses 21 April 2011.
Baseline Survei Lentera, 2006 “Problematika Remaja” http//pikesbkkbn.go.id. diakses 1 Mei 2011.
Dirjen Bina Kesehatan Masyarakat Dep Kes RI. 2005. Deteksi Dini, Pelaporan dam Rujukan Kasus Kekerasaan dan Penelantaran Anak
Dinkes Rohul. 2010. Laporan Ibu Hamil Resti.
Read More
ASAM KUAT
ASAM KUAT
Ada asam kuat sangat sedikit. Kekuatan dari suatu asam mengacu pada kemampuan atau kecenderungan untuk kehilangan proton. Suatu asam kuat adalah salah satu yang benar-benar mengionisasi dalam air, dalam kata lain, satu mol dari asam kuat HA larut dalam air menghasilkan satu mol H + dan satu mol basa konjugat, A -, dan tidak ada asam HA terprotonasi. Sebaliknya asam lemah hanya berdisosiasi sebagian dan pada kesetimbangan baik asam dan basa konjugasi dalam larutan. Contoh asam kuat adalah asam klorida (HCl), asam hydroiodic (HI), asam hidrobromat (HBr), perklorat asam (HClO 4), asam nitrat (HNO 3) dan asam sulfat (H 2 SO 4). Dalam air masing-masing pada dasarnya mengionisasi 100%. Asam kuat adalah, semakin mudah kehilangan proton, H +. Dua faktor utama yang berkontribusi pada kemudahan deprotonasi adalah polaritas dari ikatan H-A dan ukuran atom A, yang menentukan kekuatan ikatan H-A. Kekuatan asam juga sering dibahas dalam hal stabilitas basa konjugat.
Asam kuat memiliki K lebih besar dan p lebih negatif daripada asam K lemah.
Asam sulfonat, yang oxyacids organik, adalah kelas asam kuat. Sebuah contoh umum adalah asam toluenasulfonat (asam tosylic). Tidak seperti asam sulfat sendiri, asam sulfonat dapat padatan. Bahkan, polistiren difungsikan menjadi polistiren sulfonat adalah plastik sangat asam padat yang disaring.
Superacids adalah asam kuat dari 100% asam sulfat. Contoh superacids adalah asam fluoroantimonic , asam sihir dan asam perklorat . Superacids permanen dapat protonate air untuk memberikan ionik, kristal hidronium "garam". Mereka juga dapat menstabilkan kuantitatif karbokation .
Asam kuat
Suatu asam kuat adalah asam yang mengionisasi sepenuhnya dalam larutan berair dengan kehilangan salah satu proton , menurut persamaan
HA (aq) → H + (aq) + A - (aq)
Untuk asam sulfat yang diprotik , yang "asam kuat" penunjukan hanya merujuk pada disosiasi proton pertama
H 2 SO 4 (aq) → H + (aq) + HSO 4 - (aq)
Lebih tepatnya, asam harus kuat dalam larutan berair dari hidronium ion, asam begitu kuat adalah asam dengan K p yang <-1,74. Contohnya adalah HCl yang pK a = -6,3. Hal ini umumnya berarti dalam larutan berair pada suhu dan tekanan standar , konsentrasi ion hidronium adalah sama dengan konsentrasi asam kuat diperkenalkan kepada solusi.
Dalam semua reaksi asam-air lainnya, disosiasi tidak lengkap, sehingga akan diwakili sebagai keseimbangan, bukan reaksi selesai. Definisi khas dari asam lemah adalah setiap asam yang tidak terdisosiasi sepenuhnya. Perbedaan memisahkan konstanta disosiasi asam dari asam kuat dari semua asam lainnya adalah sangat kecil bahwa ini adalah demarkasi yang wajar.
Karena disosiasi asam kuat lengkap dalam larutan berair, konsentrasi ion hidronium pada air adalah sama dengan konsentrasi total (terionisasi dan un-terionisasi) dari asam diperkenalkan ke solusi: [H +] = [A -] = [HA] pH = total dan-log [H +].
Menentukan kekuatan asam
Kekuatan asam, dibandingkan dengan asam lainnya, dapat ditentukan tanpa menggunakan pH perhitungan dengan memperhatikan karakteristik sebagai berikut:
1. Elektronegativitas: Semakin tinggi elektronegativitas dari basa konjugasi dalam periode yang sama, lebih asam. Dengan kata lain, kurang elektronegatif A-, lebih asam (HA mana -> H + + A-).
2. Radius Atom: Dengan jari-jari atom semakin meningkat, keasaman juga meningkat. Sebagai contoh, HCl dan HI, baik asam kuat, mengionisasi 100% dalam air untuk menjadi konstituen masing-masing ion. Namun, HI lebih kuat dari HCl. Hal ini karena jari-jari atom dari suatu atom yodium jauh lebih besar daripada atom klor. Akibatnya, muatan negatif selama I - anion adalah tersebar di awan elektron yang lebih besar dan daya tarik bagi proton (H +) adalah tidak sekuat daya tarik yang sama dalam HCl. Oleh karena itu, HI terionisasi (deprotonated) lebih mudah.
3. Biaya: Semakin banyak spesies bermuatan positif, semakin asam (molekul netral dapat dilucuti dari proton lebih mudah daripada anion, dan kation yang lebih asam daripada molekul sebanding).
4. Ekuilibrium: Kekuatan asam juga dapat didefinisikan oleh posisi kesetimbangan reaksi disosiasi nya:
HA (aq) + H 2 O (l) -> H 3 O + (aq) + A - (aq)
Dalam sebuah asam kuat, keseimbangan terletak jauh ke kanan, yang berarti bahwa hampir semua HA asli dipisahkan pada kesetimbangan. Suatu asam kuat menghasilkan basa konjugasi lemah (A -), sehingga asam kuat juga digambarkan sebagai konjugat asam yang dasar basis jauh lebih lemah daripada air.
asam kuat Umum
Ini adalah daftar asam kuat dengan pKa, <-1,74 yang kuat dari ion hidronium, dari yang terkuat sampai terlemah.
• Hydroiodic asam HI ( pK a = -9,3) [1]
• Asam hidrobromat HBr (pK a = -8,7) [1]
• Asam perklorat HClO 4 (pK a ≈ -8) [3]
• Asam klorida HCl (pK a = -6,3) [1]
• Asam sulfat H 2 SO 4 (hanya disosiasi pertama, pK a1 ≈ -3) [3]
• p-toluenasulfonat asam (pK a = -2,8) asam kuat Organik larut
asam Hampir kuat
Ini tidak memenuhi kriteria yang ketat menjadi lebih asam dibandingkan H 3 O +, meskipun dalam larutan yang sangat encer mereka melepaskan hampir sepenuhnya, sehingga kadang-kadang mereka dimasukkan sebagai "asam kuat"
• Ion hidronium H 3 O + (pK a = -1,74). Untuk tujuan kesederhanaan, H 3 O + sering diganti dalam persamaan kimia dengan H +. Namun, sebuah proton yang telanjang tidak ada bebas dalam air tetapi terikat ke salah satu pasangan elektron mandiri pada molekul H 2 O.
• Asam nitrat HNO 3 (pK a = -1,64) [3]
• Asam klor HClO 3 (pK a = -1,0) [3]
• Beberapa kimiawan termasuk asam bromic (HBrO 3) [ rujukan? ], asam perbromic (HBrO 4) [ rujukan? ], asam iodic (Hio 3) [ rujukan? ], dan asam periodik (Hio 4) [ rujukan? ] sebagai asam kuat , meskipun ini tidak diterima secara universal.
Sangat asam kuat (seperti protonators)
(Terkuat untuk terlemah)
• Fluoroantimonic asam H [SBF 6]
• Sihir asam FSO 3 HSbF 5
• Carborane superacid H (CHB 11 Cl 11)
• Fluorosulfuric asam FSO 3 H
• Triflic asam CF 3 SO 3 H
Read More
ASAM CUKA
ASAM CUKA
Asam asetat, asam etanoat atau asam cuka[2] adalah senyawa kimia asam organik yang dikenal sebagai pemberi rasa asam dan aroma dalam makanan. Asam cuka memiliki rumus empiris C2H4O2. Rumus ini seringkali ditulis dalam bentuk CH3-COOH, CH3COOH, atau CH3CO2H. Asam asetat murni (disebut asam asetat glasial) adalah cairan higroskopis tak berwarna, dan memiliki titik beku 16.7°C.
Asam asetat merupakan salah satu asam karboksilat paling sederhana, setelah asam format. Larutan asam asetat dalam air merupakan sebuah asam lemah, artinya hanya terdisosiasi sebagian menjadi ion H+ dan CH3COO-. Asam asetat merupakan pereaksi kimia dan bahan baku industri yang penting. Asam asetat digunakan dalam produksi polimer seperti polietilena tereftalat, selulosa asetat, dan polivinil asetat, maupun berbagai macam serat dan kain. Dalam industri makanan, asam asetat digunakan sebagai pengatur keasaman. Di rumah tangga, asam asetat encer juga sering digunakan sebagai pelunak air. Dalam setahun, kebutuhan dunia akan asam asetat mencapai 6,5 juta ton per tahun. 1.5 juta ton per tahun diperoleh dari hasil daur ulang, sisanya diperoleh dari industri petrokimia maupun dari sumber hayati.
Penamaan
Asam asetat merupakan nama trivial atau nama dagang dari senyawa ini, dan merupakan nama yang paling dianjurkan oleh IUPAC. Nama ini berasal dari kata Latin acetum, yang berarti cuka. Nama sistematis dari senyawa ini adalah asam etanoat. Asam asetat glasial merupakan nama trivial yang merujuk pada asam asetat yang tidak bercampur air. Disebut demikian karena asam asetat bebas-air membentuk kristal mirip es pada 16.7 °C, sedikit di bawah suhu ruang.
Singkatan yang paling sering digunakan, dan merupakat singkatan resmi bagi asam asetat adalah AcOH atau HOAc dimana Ac berarti gugus asetil, CH3−C(=O)−. Pada konteks asam-basa, asam asetat juga sering disingkat HAc, meskipun banyak yang menganggap singkatan ini tidak benar. Ac juga tidak boleh disalahartikan dengan lambang unsur Aktinium (Ac).
Sejarah
Kristal asam asetat yang dibekukan
Cuka telah dikenal manusia sejak dahulu kala. Cuka dihasilkan oleh berbagai bakteria penghasil asam asetat, dan asam asetat merupakan hasil samping dari pembuatan bir atau anggur.
Penggunaan asam asetat sebagai pereaksi kimia juga sudah dimulai sejak lama. Pada abat ke-3 Sebelum Masehi, Filsuf Yunani kuno Theophrastos menjelaskan bahwa cuka bereaksi dengan logam-logam membentuk berbagai zat warna, misalnya timbal putih (timbal karbonat), dan verdigris, yaitu suatu zat hijau campuran dari garam-garam tembaga dan mengandung tembaga (II) asetat. Bangsa Romawi menghasilkan sapa, sebuah sirup yang amat manis, dengan mendidihkan anggur yang sudah asam. Sapa mengandung timbal asetat, suatu zat manis yang disebut juga gula timbal dan gula Saturnus. Akhirnya hal ini berlanjut kepada peracunan dengan timbal yang dilakukan oleh para pejabat Romawi.
Pada abad ke-8, ilmuwan Persia Jabir ibn Hayyan menghasilkan asam asetat pekat dari cuka melalui distilasi. Pada masa renaisans, asam asetat glasial dihasilkan dari distilasi kering logam asetat. Pada abad ke-16 ahli alkimia Jerman Andreas Libavius menjelaskan prosedur tersebut, dan membandingkan asam asetat glasial yang dihasilkan terhadap cuka. Ternyata asam asetat glasial memiliki banyak perbedaan sifat dengan larutan asam asetat dalam air, sehingga banyak ahli kimia yang mempercayai bahwa keduanya sebenarnya adalah dua zat yang berbeda. Ahli kimia Prancis Pierre Adet akhirnya membuktikan bahwa kedua zat ini sebenarnya sama.
Pada 1847 kimiawan Jerman Hermann Kolbe mensintesis asam asetat dari zat anorganik untuk pertama kalinya. Reaksi kimia yang dilakukan adalah klorinasi karbon disulfida menjadi karbon tetraklorida, diikuti dengan pirolisis menjadi tetrakloroetilena dan klorinasi dalam air menjadi asam trikloroasetat, dan akhirnya reduksi melalui elektrolisis menjadi asam asetat.
Sejak 1910 kebanyakan asam asetat dihasilkan dari cairan piroligneous yang diperoleh dari distilasi kayu. Cairan ini direaksikan dengan kalsium hidroksida menghasilkan kalsium asetat yang kemudian diasamkan dengan asam sulfat menghasilkan asam asetat.
Sifat-sifat kimia
Keasaman
Atom hidrogen (H) pada gugus karboksil (−COOH) dalam asam karboksilat seperti asam asetat dapat dilepaskan sebagai ion H+ (proton), sehingga memberikan sifat asam. Asam asetat adalah asam lemah monoprotik dengan nilai pKa=4.8. Basa konjugasinya adalah asetat (CH3COO−). Sebuah larutan 1.0 M asam asetat (kira-kira sama dengan konsentrasi pada cuka rumah) memiliki pH sekitar 2.4.
Dimer siklis
Dimer siklis dari asam asetat, garis putus-putus melambangkan ikatan hidrogen.
Struktur kristal asam asetat menunjukkan bahwa molekul-molekul asam asetat berpasangan membentuk dimer yang dihubungkan oleh ikatan hidrogen.[3] Dimer juga dapat dideteksi pada uap bersuhu 120 °C. Dimer juga terjadi pada larutan encer di dalam pelarut tak-berikatan-hidrogen, dan kadang-kadang pada cairan asam asetat murni.[4] Dimer dirusak dengan adanya pelarut berikatan hidrogen (misalnya air). Entalpi disosiasi dimer tersebut diperkirakan 65.0–66.0 kJ/mol, entropi disosiasi sekitar 154–157 J mol–1 K–1.[5] Sifat dimerisasi ini juga dimiliki oleh asam karboksilat sederhana lainnya.
Sebagai Pelarut
Asam asetat cair adalah pelarut protik hidrofilik (polar), mirip seperti air dan etanol. Asam asetat memiliki konstanta dielektrik yang sedang yaitu 6.2, sehingga ia bisa melarutkan baik senyawa polar seperi garam anorganik dan gula maupun senyawa non-polar seperti minyak dan unsur-unsur seperti sulfur dan iodin. Asam asetat bercambur dengan mudah dengan pelarut polar atau nonpolar lainnya seperti air, kloroform dan heksana. Sifat kelarutan dan kemudahan bercampur dari asam asetat ini membuatnya digunakan secara luas dalam industri kimia.
Reaksi-reaksi kimia
Asam asetat bersifat korosif terhadap banyak logam seperti besi, magnesium, dan seng, membentuk gas hidrogen dan garam-garam asetat (disebut logam asetat). Logam asetat juga dapat diperoleh dengan reaksi asam asetat dengan suatu basa yang cocok. Contoh yang terkenal adalah reaksi soda kue (Natrium bikarbonat) bereaksi dengan cuka. Hapir semua garam asetat larut dengan baik dalam air. Salah satu pengecualian adalah kromium (II) asetat. Contoh reaksi pembentukan garam asetat:
Mg(s) + 2 CH3COOH(aq) → (CH3COO)2Mg(aq) + H2(g)
NaHCO3(s) + CH3COOH(aq) → CH3COONa(aq) + CO2(g) + H2O(l)
Aluminium merupakan logam yang tahan terhadap korosi karena dapat membentuk lapisan aluminium oksida yang melindungi permukaannya. Karena itu, biasanya asam asetat diangkut dengan tangki-tangki aluminium.
Dua reaksi organik tipikal dari asam asetat
Asam asetat mengalami reaksi-reaksi asam karboksilat, misalnya menghasilkan garam asetat bila bereaksi dengan alkali, menghasilkan logam etanoat bila bereaksi dengan logam, dan menghasilkan logam etanoat, air dan karbondioksida bila bereaksi dengan garam karbonat atau bikarbonat. Reaksi organik yang paling terkenal dari asam asetat adalah pembentukan etanol melalui reduksi, pembentukan turunan asam karboksilat seperti asetil klorida atau anhidrida asetat melalui substitusi nukleofilik. Anhidrida asetat dibentuk melalui kondensasi dua molekul asam asetat. Ester dari asam asetat dapat diperoleh melalui reaksi esterifikasi Fischer, dan juga pembentukan amida. Pada suhu 440 °C, asam asetat terurai menjadi metana dan karbon dioksida, atau ketena dan air.
Deteksi
Asam asetat dapat dikenali dengan baunya yang khas. Selain itu, garam-garam dari asam asetat bereaksi dengan larutan besi(III) klorida, yang menghasilkan warna merah pekat yang hilang bila larutan diasamkan. Garam-garam asetat bila dipanaskan dengan arsenik trioksida (AsO3) membentuk kakodil oksida ((CH3)2As-O-As(CH3)2), yang mudah dikenali dengan baunya yang tidak menyenangkan.
Asam asetat digunakan sebagai pereaksi kimia untuk menghasilkan berbagai senyawa kimia. Sebagian besar (40-45%) dari asam asetat dunia digunakan sebagai bahan untuk memproduksi monomer vinil asetat (vinyl acetate monomer, VAM). Selain itu asam asetat juga digunakan dalam produksi anhidrida asetat dan juga ester. Penggunaan asam asetat lainnya, termasuk penggunaan dalam cuka relatif kecil.
Produksi asam asetat dengan cara :
a.
Fermentasi Aerob
C6H12O6 -2 C2H5OH- 2 CH3COOH + H2O + 116 kal
glukosa etanol cuka asam cuka
b. Fermentasi Anaerob
C6H12O6 -CH3COOH + Q
glukosa cuka asam cuka
c. Sintetis
•
Karbonilasi methanol
CH3OH+ CO → CH3COOH
Oksidasi asetaldehida
2 CH3CHO + O2 → 2 CH3COOH
Pembahasan ditekankan pada produksi asam asetat dengan cara fermentasi
aerob dan fermentasi anaerob.
Read More
Asal mula pekanbaru
Asal mula pekanbaru
Kota Pekanbaru adalah salah satu Daerah Tingkat II sekaligus sebagai ibukota Provinsi Riau, Indonesia. Sebelum ditemukannya sumber minyak, Pekanbaru hanyalah sebuah kota pelabuhan kecil yang berada di tepi Sungai Siak. Namun, saat ini Pekanbaru telah menjadi kota yang ramai dengan aktifitas perdagangannya. Letaknya yang strategis (berada di simpul segi tiga pertumbuhan Indonesia-Malaysia-Singapura), menjadikan Kota Pekanbaru sebagai tempat transit (persinggahan) para wisatawan asing, baik dari Singapura maupun Malaysia, yang hendak berkunjung ke Bukittinggi atau tempat-tempat lain di Sumatera.
Keberadaan Kota Pekanbaru yang ramai ini memiliki sejarah dan cerita tersendiri bagi masyarakat Riau. Terdapat dua versi mengenai asal-mula kota ini yaitu versi sejarah dan versi cerita rakyat. Menurut versi sejarah, pada masa silam kota ini hanya berupa dusun kecil yang dikenal dengan sebutan Dusun Senapelan, yang dikepalai oleh seorang Batin (kepala dusun). Dalam perkembangannya, Dusun Senapelan berpindah ke tempat pemukiman baru yang kemudian disebut Dusun Payung Sekaki, yang terletak di tepi Muara Sungai Siak. Perkembangan Dusun Senapelan ini erat kaitannya dengan perkembangan Kerajaan Siak Sri Indrapura. Pada masa itu, raja Siak Sri Indrapura yang keempat, Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah, bergelar Tengku Alam (1766-1780 M.), menetap di Senapelan, yang kemudian membangun istananya di Kampung Bukit berdekatan dengan Dusun Senapelan (di sekitar Mesjid Raya Pekanbaru sekarang). Tidak berapa lama menetap di sana, Sultan Abdul Jalil Alamudin Syah kemudian membangun sebuah pekan (pasar) di Senapelan, tetapi pekan itu tidak berkembang. Usaha yang telah dirintisnya tersebut kemudian dilanjutkan oleh putranya, Raja Muda Muhammad Ali di tempat baru yaitu di sekitar pelabuhan sekarang. Selanjutnya, pada hari Selasa tanggal 21 Rajab 1204 H atau tanggal 23 Juni 1784 M., berdasarkan musyawarah datuk-datuk empat suku (Pesisir, Lima Puluh, Tanah Datar dan Kampar), negeri Senapelan diganti namanya menjadi Pekan Baharu. Sejak saat itu, setiap tanggal 23 Juni ditetapkan sebagai hari jadi Kota Pekanbaru. Mulai saat itu pula, sebutan Senapelan sudah ditinggalkan dan mulai populer dengan sebutan Pekan Baharu. Sejalan dengan perkembangannya, kini Pekan Baharu lebih populer disebut dengan sebutan Kota Pekanbaru, dan oleh pemerintah daerah ditetapkan sebagai ibukota Provinsi Riau.
Sementara menurut versi cerita rakyat yang sampai saat ini masih berkembang di kalangan masyarakat Riau, kerajaan yang berdiri di tepi Sungai Siak itu bernama Gasib. Kerajaan ini diperintah oleh seorang raja yang bernama Gasib. Konon, Raja Gasib memiliki seorang putri yang cantik jelita, namanya Putri Kaca Mayang. Namun tak seorang raja atau bangsawan yang berani meminang sang Putri, karena mereka segan kepada Raja Gasib yang terkenal memiliki panglima gagah perkasa yang bernama Gimpam. Pada suatu hari, Raja Aceh memberanikan diri meminang sang Putri, namun pinangannya ditolak oleh Raja Gasib. Karena kecewa dan merasa terhina, Raja Aceh berniat membalas dendam. Apa yang akan terjadi dengan Kerajaan Gasib? Bagaimana nasib sang Putri? Lalu, apa hubungannya cerita ini dengan asal mula Kota Pekanbaru? Ingin tahu jawabannya? Ikuti kisahnya dalam cerita Putri Kaca Mayang berikut ini.
Alkisah, pada zaman dahulu kala, di tepi Sungai Siak berdirilah sebuah kerajaan yang bernama Gasib. Kerajaan ini sangat terkenal, karena mempunyai seorang panglima yang gagah perkasa dan disegani, Panglima Gimpam namanya. Selama ia menjadi penglima Kerajaan Gasib, tiada satu pun kerajaan lain yang dapat menaklukkannya.
Selain itu, Kerajaan Gasib juga mempunyai seorang putri yang kecantikannya sudah masyhur sampai ke berbagai negeri, Putri Kaca Mayang namanya. Meskipun demikian, tak seorang raja pun yang berani meminangnya. Mereka merasa segan meminang sang Putri, karena Raja Gasib terkenal mempunyai Panglima Gimpam yang gagah berani itu.
Pada suatu hari, Raja Aceh memberanikan dirinya meminang Putri Kaca Mayang. Ia pun mengutus dua orang panglimanya untuk menyampaikan maksud pinangannya kepada Raja Gasib. Sesampainya di hadapan Raja Gasib, kedua panglima itu kemudian menyampaikan maksud kedatangan mereka. “Ampun, Baginda! Kami adalah utusan Raja Aceh. Maksud kedatangan kami adalah untuk menyampaikan pinangan raja kami,” lapor seorang utusan. “Benar, Baginda! Raja kami bermaksud meminang Putri Baginda yang bernama Putri Kaca Mayang,” tambah utusan yang satunya.
“Maaf, Utusan! Putriku belum bersedia untuk menikah. Sampaikan permohonan maaf kami kepada raja kalian,” jawab Raja Gasib dengan penuh wibawa. Mendengar jawaban itu, kedua utusan tersebut bergegas kembali ke Aceh dengan perasaan kesal dan kecewa.
Di hadapan Raja Aceh, kedua utusan itu melaporkan tentang penolakan Raja Gasib. Raja Aceh sangat kecewa dan merasa terhina mendengar laporan itu. Ia sangat marah dan berniat untuk menyerang Kerajaan Gasib.
Sementara itu, Raja Gasib telah mempersiapkan pasukan perang kerajaan untuk menghadapi serangan yang mungkin terjadi, karena ia sangat mengenal sifat Raja Aceh yang angkuh itu. Panglima Gimpam memimpin penjagaan di Kuala Gasib, yaitu daerah di sekitar Sungai Siak.
Rupanya segala persiapan Kerajaan Gasib diketahui oleh Kerajaan Aceh. Melalui seorang mata-matanya, Raja Aceh mengetahui Panglima Gimpam yang gagah perkasa itu berada di Kuala Gasib. Oleh sebab itu, Raja Aceh dan pasukannya mencari jalan lain untuk masuk ke negeri Gasib. Maka dibujuknya seorang penduduk Gasib menjadi penunjuk jalan.
“Hai, orang muda! Apakah kamu penduduk negeri ini?, tanya pengawal Raja Aceh kepada seorang penduduk Gasib. “Benar, Tuan!” jawab pemuda itu singkat. “Jika begitu, tunjukkan kepada kami jalan darat menuju negeri Gasib!” desak pengawal itu. Karena mengetahui pasukan yang dilengkapi dengan senjata itu akan menyerang negeri Gasib, pemuda itu menolak untuk menunjukkan mereka jalan menuju ke Gasib. Ia tidak ingin menghianati negerinya. “Maaf, Tuan! Sebenarnya saya tidak tahu seluk-beluk negeri ini,” jawab pemuda itu. Merasa dibohongi, pengawal Raja Aceh tiba-tiba menghajar pemuda itu hingga babak belur. Karena tidak tahan dengan siksaan yang diterimanya, pemuda itu terpaksa memberi petunjuk jalan darat menuju ke arah Gasib.
Berkat petunjuk pemuda itu, maka sampailah prajurit Aceh di negeri Gasib tanpa sepengetahuan Panglima Gimpam dan anak buahnya. Pada saat prajurit Aceh memasuki negeri Gasib, mereka mulai menyerang penduduk. Raja Gasib yang sedang bercengkerama dengan keluarga istana tidak mengetahui jika musuhnya telah memporak-porandakan kampung dan penduduknya. Ketika prajurit Aceh menyerbu halaman istana, barulah Raja Gasib sadar, namun perintah untuk melawan sudah terlambat. Semua pengawal yang tidak sempat mengadakan perlawanan telah tewas di ujung rencong (senjata khas Aceh) prajurit Aceh. Dalam sekejap, istana berhasil dikuasai oleh prajurit Aceh. Raja Gasib tidak dapat berbuat apa-apa. Ia hanya bisa menyaksikan para pengawalnya tewas satu-persatu dibantai oleh prajurit Aceh. Putri Kaca Mayang yang cantik jelita itu pun berhasil mereka bawa lari.
Panglima Gimpam yang mendapat laporan bahwa istana telah dikuasai prajurit Aceh, ia bersama pasukannya segera kembali ke istana. Ia melihat mayat-mayat bergelimpangan bersimbah darah. Panglima Gimpam sangat marah dan bersumpah untuk membalas kekalahan Kerajaan Gasib dan berjanji akan membawa kembali Putri Kaca Mayang ke istana.
Pada saat itu pula Panglima Gimpam berangkat ke Aceh untuk menunaikan sumpahnya. Dengan kesaktiannya, tak berapa lama sampailah Panglima Gimpam di Aceh. Prajurit Aceh telah mempersiapkan diri menyambut kedatangannya. Mereka telah menyiapkan dua ekor gajah yang besar untuk menghadang Panglima Gimpam di gerbang istana. Ketika Panglima Gimpam tiba di gerbang istana, ia melompat ke punggung gajah besar itu. Dengan kesaktian dan keberaniannya, dibawanya kedua gajah yang telah dijinakkan itu ke istana untuk diserahkan kepada Raja Aceh.
Raja Aceh sangat terkejut dan takjub melihat keberanian dan kesaktian Panglima Gimpam menjinakkan gajah yang telah dipersiapkan untuk membunuhnya. Akhirnya Raja Aceh mengakui kesaktian Panglima Gimpam dan diserahkannya Putri Kaca Mayang untuk dibawa kembali ke istana Gasib.
Setelah itu, Panglima Gimpam segera membawa Putri Kaca Mayang yang sedang sakit itu ke Gasib. Dalam perjalanan pulang, penyakit sang Putri semakin parah. Angin yang begitu kencang membuat sang Putri susah untuk bernapas. Sesampainya di Sungai Kuantan, Putri Kaca Mayang meminta kepada Panglima Gimpam untuk berhenti sejenak. “Panglima! Aku sudah tidak kuat lagi menahan sakit ini. Tolong sampaikan salam dan permohonan maafku kepada keluargaku di istina Gasib,” ucap sang Putri dengan suara serak. Belum sempat Panglima Gimpam berkata apa-apa, sang Putri pun menghembuskan nafas terakhirnya. Panglima Gimpam merasa bersalah sekali, karena ia tidak berhasil membawa sang Putri ke istana dalam keadaan hidup. Dengan diliputi rasa duka yang mendalam, Panglima Gimpam melanjutkan perjalanannya dengan membawa jenazah Putri Kaca Mayang ke hadapan Raja Gasib.
Sesampainya di istana Gasib, kedatangan Panglima Gimpam yang membawa jenazah sang Putri itu disambut oleh keluarga istana dengan perasaan sedih. Seluruh istana dan penduduk negeri Gasib ikut berkabung. Tanpa menunggu lama-lama, jenazah Putri Kaca Mayang segera dimakamkan di Gasib. Sejak kehilangan putrinya, Raja Gasib sangat sedih dan kesepian. Semakin hari kesedihan Raja Gasib semakin dalam. Untuk menghilangkan bayangan putri yang amat dicintainya itu, Raja Gasib memutuskan untuk meninggalkan istana dan menyepi ke Gunung Ledang, Malaka.
Untuk sementara waktu, pemerintahan kerajaan Gasib dipegang oleh Panglima Gimpam. Namun, tak berapa lama, Panglima Gimpam pun berniat untuk meninggalkan kerajaan itu. Sifatnya yang setia, membuat Panglima Gimpam tidak ingin menikmati kesenangan di atas kesedihan dan penderitaan orang lain. Ia pun tidak mau mengambil milik orang lain walaupun kesempatan itu ada di depannya.
Akhirnya, atas kehendaknya sendiri, Panglima Gimpam berangkat meninggalkan Gasib dan membuka sebuah perkampungan baru, yang dinamakan Pekanbaru. Hingga kini, nama itu dipakai untuk menyebut nama ibukota Provinsi Riau yaitu Kota Pekanbaru. Sementara, makam Panglima Gimpam masih dapat kita saksikan di Hulu Sail, sekitar 20 km dari kota Pekanbaru.
Cerita rakyat di atas tidak hanya mengandung nilai-nilai sejarah, tetapi juga mengandung nilai-nilai moral yang dapat dijadikan sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai moral tersebut adalah sifat setia dan tidak mau mengambil sesuatu yang bukan haknya. Kedua sifat tersebut tercermin pada sifat Panglima Gimpam. Kesetiaan Panglima Gimpam ditunjukkan pada sifatnya yang tidak mau bersenang-senang di atas penderitaan rajanya, Raja Gasib. Ia tidak mau menikmati segala kesenangan dan kemewahan yang ada dalam istana, sementara rajanya hidup menderita dan dirundung perasaan sedih, karena ditinggal mati oleh putri tercintanya. Di samping itu, Panglima Gimpam juga merasa bahwa ia tidak berhak untuk menikmati segala kemewahan itu, karena bukan hak miliknya.
Dalam kehidupan orang Melayu, hak dan milik, baik dimiliki pribadi, masyarakat, atau penguasa sangatlah dijunjung tinggi. Orang tua-tua Melayu mengatakan, “yang hak berpunya, yang milik bertuan.” Dalam ungkapan adat juga disebutkan, “hak orang kita pandang, milik orang kita kenang, pusaka orang kita sandang,” yang maksudnya adalah hak dan milik orang wajib dipandang, dikenang, dipelihara, dihormati, dan dijunjung tinggi. Merampas dan menguasai hak milik orang secara tidak halal atau tidak sah, oleh orang tua-tua Melayu dianggap sebagai perbuatan terkutuk dan diyakini akan dilaknat oleh Allah SWT. Hal ini sesuai dengan ungkapan adat Melayu yang mengatakan:
apa tanda orang terkutuk, mengambil milik orang lain ia kemaruk apa tanda orang celaka, mengambil hak orang lain semena-mena
Orang tua-tua Melayu juga senantiasa mengingatkan kepada anak kemenakan ataupun anggota masyarakatnya, agar tidak menuruti hawa nafsu, menjauhkan sifat loba dan tamak terhadap harta. Kalaupun memiliki harta benda, hendaknya dipelihara dengan baik dan benar supaya dapat memberikan manfaat bagi kehidupan di dunia dan di akhirat. Tennas Effendy dalam bukunya “Tunjuk Ajar Melayu” banyak menyebutkan tentang kemuliaan memelihara dan memanfaatkan hak milik, baik dalam bentuk ungkapan, syair, maupun pantun. Dalam bentuk ungkapan di antarnya:
apa tanda Melayu jati,
hak miliknya ia cermati
hak milik orang lain ia hormati
apa tanda Melayu jati,
memanfaatkan hak milik berhati-hati
apa tanda Melayu bertuah,
hak milik orang ia pelihara
hak milik diri ia jaga
hak milik bersama ia bela
Dalam untaian syair dikatakan:
wahai ananda buda berpesan,
harta orang engkau haramkan
milik orang engkau peliharakan
hak orang engkau muliakan
Dalam untaian pantun juga dikatakan:
buah barangan masak setangkai
patah tangkai jatuh ke tanah
harta orang jangan kau pakai
salah memakai masuk pelimbah
Read More
ASAL MULA LUBUK BENDAHARA
Dulu 3 buah Desa itu hanya satu namanya “Lubuk Bendahara” asal mula “Lubuk Bendahara”
Pada zaman dulu ada Datuk yang bernama Datuk Bendahara, datuk tersebut adalah orang yang paling kaya di Lubuk saat itu.
Pada suatu hari istri Datuk ini pergi mandi kesungai bersama anaknya, lalu istrinya ketengah sungai dan anaknya di tinggal di tepi sungai, di semacam tikar 1x menyelam istri datuk itu melihat anaknya ditepi sungai masih ada, menyelam ke 2 kalinya itu masih ada dan yang ke 3 menyelam tiba-tiba anak tersebut hilang di bawa tikar tersebut.
Dan di imbaulah para ahli sihir di kampung tersebut. Maka ahli sihir tiu mengatakan “ada semacam ular besar yang bisa berubah wujud menjadi tikar”
Itulah asal mula terjadinya Desa “LUBUK BENDAHARA”
A. Desa Alahan
Desa alahan berdiri 2004 yang terbagi 2 Dusun, 1 Dusun Sumaju 2 Dusun Suka Manali Alahan tidak mempunyai istana kerajaan suku di desa alahan adalah patopang kocik, chaniago, melayu, mandailing. Bahasa khas adalah
A : “Poi ko mano”
B: “poi ko pasa”
C: “Ex samolah wak poi”
B. Desa Lubuk Bendahara Barat
Desa Lubuk Bendahara Barat adalah terbagi menjadi 3 Dusun
1. Dusun kampung Tengah
2. Dusun Suka Damai
3. Dusun Siki
Bahasa yang digunakan yaitu tidak jauh beda dengan alahan.
A: “Poi ko mano”
B: “Poi mah sojik”
A: “Ngapo mah sojik du”
B: “ Lai ceramah agama”
Suku = mandailing, chaniago, melayu.
C. Lubuk Bendahara Timur
Lubuk Bendahara Timur terbgi menjadi 2 Dusun :
1. Dusun 1
2. Dusun Kampung Lamo
Suku = mandailing, chaniago, patopang, melayu
Bahasa yang digunakan sehari
A: “Nak komano diang”
B: “Nak kayi mandi”
Read More
ASAL MULA KOTA CIANJUR
“ ASAL MULA KOTA CIANJUR “
CERITA DARI TANAH PASUNDAN , JAWA BARAT
A. Desain dramatik kerucut tunggal
Keterangan :
1. Permasalahan pertama
a. Orang kaya yang sangat kikir
2. Permasalahan kedua
b. Orang – orang mendoakan yang tidak baik kepada Pak Kikir
3. Permasahan ketiga
c. Nenek – nenek tua datang langsung meminta sedekah kepada Pak Kikir
4. Permasalahan keempat / klimaks
d. Anak Pak Kikir yang diam – diam mengambil makanan dan membungkusnya lalu memberikan kepada nenek tua
5. Permasalahan kelima
e. Kemarahan sang nenek kembali muncul
6. Permasalahan keenam
f. Sang nenek menancapkan tongkat yang di bawa – bawa nya ke tanah
7. Permasalahan ketujuh
g. Dari tahan keluar air yang semakin lama semakin besar dan banyak, dan mengalir ke arah Desa Pak Kikir
8. Permasalahan kedelapan
h. Warga yang sangat panik / klikmas
9. Penyelesaian pertama
i. Anak Pak Kikir segera menganjurkan para penduduk untuk segera meninggalkan rumah mereka
10. Penyelesaian kedua
j. Warga bersama – sama mencari tempat tinggal baru yang aman.
11. Penyelesaian ketiga
k. Anak Pak Kikir di angkat menjadi pimpinan yang baru
12. Akhir permasalahan
l. Desa yang kemudian berkembang kemudian di kenal sebagai kota Cianjur
DESAIN KERUCUT TUNGGAL
B. Desain dramatik kerucut ganda
Keterangan :
1. Permasalahan pertama
a. Orang kaya yang sangat kikir
2. Permasalahan kedua
b. Orang – orang mendoakan yang tidak baik kepada Pak Kikir karena ia sangat sombong
3. Permasahan ketiga
c. Nenek – nenek tua datang dan meminta sedeka kepada Pak Kikir, karena ayahnya mengusir sang nenek, anaknya pun diam – diam mengambil makanan dan memberikan kepada nenek
4. Permasalahan keempat / klimaks
d. Sang nenek menancapkan tongkat ketanah dan mengeluarkan air yang banyak dan mengarah ke desa
5. Penyelesaian pertama
e. Anak Pak kikir segera menganjurkan para penduduk untuk segera meninggalkan rumah
6. Penyelesaian kedua
f. Warga bersama – sama mencari tempat tinggal baru yang aman
7. Penyelesaian ketiga
g. Anak Pak Kikir di angkat menjadi pimpinan di desa
8. Akhir permasalahan
h. Desa yang berkembang menjadi desa kecil kemudian di kenal sebagai kota Cianjur
Desain Kerucut Ganda
Read More
ASAL MULA DUA BELAS SHIO BINATANG
ASAL MULA DUA BELAS SHIO BINATANG
Pada zaman dahulu kala, hiduplah seorang dewa. Pada tanggal 31 Desember pagi sebelum tahun baru, Sang Dewa menulis surat kepada binatang2 diseluruh negeri. Angin lalu menyebarkan surat-surat itu ke seluruh negeri.
Dalam sekejap, para binatang menerima surat2 itu, yang isinya seperti ini:
"Besok pagi di Tahun Baru, aku akan memilih binatang yang paling dahulu datang kesini, dari nomor satu sampai dengan nomor duabelas. Lalu, setiap tahun aku akan mengangkat satu-persatu dari mereka sebagai Jenderal berdasarkan urutan". Tertanda, Dewa.
Para bintang sangat bersemangat dan tertarik dengan hal itu. Mereka sangat ingin menjadi Jenderal. Tetapi, ada seekor binatang yang tidak membaca surat semacam ini, yaitu Kucing yang suka bersantai dan tidur. Ia hanya mendengar berita ini dari Tikus. Tikus yang licik menipunya dan memberitahu bahwa mereka harus berkumpul di tempat Dewa lusa tanggal 2 Januari, padahal seharusnya mereka berkumpul besok pagi tanggal 1 Januari.
Semua binatang bersemangat dan memikirkan tentang kemenangan, dan mereka semua tidur cepat. Hanya Sapi yang langsung berangkat malam itu juga, karena ia sadar bahwa ia hanya dapat berjalan lambat. Tikus yang licik melihatnya lalu meloncat dan menumpang di punggung Sapi, tapi Sapi tidak menyadari hal itu.
Pagi harinya, saat hari masih gelap, Anjing, Monyet, Babi Hutan, Harimau, Naga, Ular, Kelinci, Ayam, Domba dan Kuda semuanya berangkat berlari menuju ketempat Sang Dewa.
Saat matahari mulai terbit, yang pertama kali sampai di tampat tinggal Dewa adalah...Sapi. Tapi kemudian Tikus melompat kedepan dan mendarat tepat dihadapan Dewa. Maka Tikus pun menjadi yang pertama.
Selamat Tahun Baru Dewa...kata Tikus kepada Dewa.
Sapi pun menangis karena kecewa menjadi urutan ke dua.
Di belakang mereka, tibalah Harimau, Kelinci, Naga, Ular, Kuda, Domba, Monyet, Ayam, Anjing dan Babi Hutan datang berurutan. Dengan demikian mereka ditetapkan sebagai pemenang satu sampai dengan duabelas sesuai dengan urutan kedatangannya.
Duabelas ekor binatang ini kemudian disebut dengan 12 Shio Bintang.
Para binatang itu merayakan kemenangan dan berpesta pora sambil mengelilingi Sang Dewa. Lalu, kucing datang dengan wajah yang sangat marah. Ia mencari Tikus yang telah menipunya sehingga ia datang terlambat. Kucing pun berlari mengejar Tikus kesana kemari.
Sejak itu mulailah era Duabelas Shio Binatang, dimulai dari yang pertama tahun Tikus, lalu Sapi, kemudian Harimau, Kelinci, Naga, Ular, Kuda, Domba, Monyet, Ayam, Anjing dan Babi Hutan.
Kucing yang tidak berhasil masuk kedalam Dua belas Shio Binatang sampai sekarang masih mengejar Tikus kesana kemari karena telah ditipu.
Pada zaman dahulu kala, hiduplah seorang dewa. Pada tanggal 31 Desember pagi sebelum tahun baru, Sang Dewa menulis surat kepada binatang2 diseluruh negeri. Angin lalu menyebarkan surat-surat itu ke seluruh negeri.
Dalam sekejap, para binatang menerima surat2 itu, yang isinya seperti ini:
"Besok pagi di Tahun Baru, aku akan memilih binatang yang paling dahulu datang kesini, dari nomor satu sampai dengan nomor duabelas. Lalu, setiap tahun aku akan mengangkat satu-persatu dari mereka sebagai Jenderal berdasarkan urutan". Tertanda, Dewa.
Para bintang sangat bersemangat dan tertarik dengan hal itu. Mereka sangat ingin menjadi Jenderal. Tetapi, ada seekor binatang yang tidak membaca surat semacam ini, yaitu Kucing yang suka bersantai dan tidur. Ia hanya mendengar berita ini dari Tikus. Tikus yang licik menipunya dan memberitahu bahwa mereka harus berkumpul di tempat Dewa lusa tanggal 2 Januari, padahal seharusnya mereka berkumpul besok pagi tanggal 1 Januari.
Semua binatang bersemangat dan memikirkan tentang kemenangan, dan mereka semua tidur cepat. Hanya Sapi yang langsung berangkat malam itu juga, karena ia sadar bahwa ia hanya dapat berjalan lambat. Tikus yang licik melihatnya lalu meloncat dan menumpang di punggung Sapi, tapi Sapi tidak menyadari hal itu.
Pagi harinya, saat hari masih gelap, Anjing, Monyet, Babi Hutan, Harimau, Naga, Ular, Kelinci, Ayam, Domba dan Kuda semuanya berangkat berlari menuju ketempat Sang Dewa.
Saat matahari mulai terbit, yang pertama kali sampai di tampat tinggal Dewa adalah...Sapi. Tapi kemudian Tikus melompat kedepan dan mendarat tepat dihadapan Dewa. Maka Tikus pun menjadi yang pertama.
Selamat Tahun Baru Dewa...kata Tikus kepada Dewa.
Sapi pun menangis karena kecewa menjadi urutan ke dua.
Di belakang mereka, tibalah Harimau, Kelinci, Naga, Ular, Kuda, Domba, Monyet, Ayam, Anjing dan Babi Hutan datang berurutan. Dengan demikian mereka ditetapkan sebagai pemenang satu sampai dengan duabelas sesuai dengan urutan kedatangannya.
Duabelas ekor binatang ini kemudian disebut dengan 12 Shio Bintang.
Para binatang itu merayakan kemenangan dan berpesta pora sambil mengelilingi Sang Dewa. Lalu, kucing datang dengan wajah yang sangat marah. Ia mencari Tikus yang telah menipunya sehingga ia datang terlambat. Kucing pun berlari mengejar Tikus kesana kemari.
Sejak itu mulailah era Duabelas Shio Binatang, dimulai dari yang pertama tahun Tikus, lalu Sapi, kemudian Harimau, Kelinci, Naga, Ular, Kuda, Domba, Monyet, Ayam, Anjing dan Babi Hutan.
Kucing yang tidak berhasil masuk kedalam Dua belas Shio Binatang sampai sekarang masih mengejar Tikus kesana kemari karena telah ditipu.
Read More
ASAL MULA DAERAH PASIR PENGARAIAN
ASAL MULA DAERAH PASIR PENGARAIAN
A. Asal Mula Daerah Pasir Pengaraian
Sekitar tahun 1901 Pasir Pengaraian malai di ketahui orang. Pasir Pengaraian adalah ibu kota Rambah. Pada tahun 1899 terjadi bencana alam di negri Rambah yaitu kelaparan dan penyakit sehingga masyarakat sekitar banyak meninggal dan juga sakit – sakitan. Dahulu orang daerah ini berladang dari rambah membawa keluarga mereka dengan bekal sedikit untuk mengelilingi sungai rokan kanan, selin itu juga dulu didaerah ini ada sebuah sungai, yang di sebut sungai surau. Di sungai ini dulunya ialah tempat pengeraian emas. Jadi masyarakat sekitar ini mata pencarian ialah berladang dan orang yang mengerai emas.
Dari situlah muncul nama pasir pengaraian sehingga nama daerah ini ialah pasir pengaraian.
B. Kerajaan yang ada
1. Kerajaan Rambah
C. Suku yang ada
- Suku melayu
- Suku memuliang
- Suku Dungkoik
- Suku Kandang Kopuh
- Suku Bonuo
- Suku Ampuh
- Suku Kuti
Struktur Pemangku Adatnya
D. Bahasa yang digunakan
1. Bahasa Melayu Rokan
Karna melayu merupakan suku asli daerah ini.
Contoh percakapannya
A. Diangko Ondak Kemano ?
B. Aku Ondak Poi Keladang !
C. Nak Apo Diang Keladang ?
D. Nak Mencari Sayur – Sayuran
E. Ooo. Iyo Lah.
Artinya :
A. Kamu mau kemana ?
B. Aku mau pergi ke ladang
C. Mau ngapain kamu keladang ?
D. Mau mencari sayur – sayuran
E. Ooo, ya lah.
E. Fhilosopy yang ada
- Abangkobak menyorongkan puntongbiak.
Atau
- Abangkobak mueloauosonsang
Itu dikatakan apabila ada akan yang malas.
F. Karya Sastra
- Pantung
Contoh pantun :
1. Oso dipadang mengorobeh
Bak kalam timpo menimpo
Menompeh lawik pada tak andeh
Disitulah kito cinto mencinta.
- Puisi
Tidak ada
- Lagu
Tidak ada
- Gurindam
Tidak ada
Read More
ASAL MULA DAERAH KABUN
A. ASAL MULA DAERAH KABUN
Kabuan nama aslinya dari Kobun Lado tahun 1958 ditukar menjadi Kabun.
Pada awalnya ada orang dua beradik satu di Tandun yang satu lagi di Kabun yang satu bernama nenek Kasumbo Ampai yang laki-lakinya bernama Datuk Mungu, mereka beda suku, nenek Kasumbo Ampai sukunya patopang kalau datuk Mungu sukunya melayu mudik. Datuk Mungu mempunyai anak laki-laki satu orang sampai sekarang tidak dapat sejarah namanya.
Lalu dijodohkannya lah anak datuk Mungu dengan nenek kasumbo ampai. Mereka hidup berumah tangga. Cara hidup/mata pencaharian mereka dengan berkebun cabe.
Kemudian datanglah bermacam-macam suku yang terdiri dari :
- Suku Melayu Bawah
- Suku Melayu Tengah
- Suku Paliang
- Suku Caniago
Dengan bermusyawarah antar 6 suku tersebut. Maka dijadikanlah kebun cabe tadi menjadi sebuah nama desa yaitu kabun yang dikuasai oleh datuk penghulu besar yang dinobatkan oleh kerajaan Siak. Sampai sekarang disebut dengan Kabun.
B. Kerajaan-Kerajaan yang pernah ada
Kerajaan Kabun ini tidak ada, karena kerajaannya mengikuti kerajaan Siak.
C. Suku-suku yang pernah ada
- Suku melayu mudiak dikepalai oleh Datuk Nuanso
- Suku melayu bawah dikepalai oleh datuk Majo Kayo
- Suku melayu tengah dikepalai oleh datuk Majolelo
- Suku patopang dikepalai oleh datuk Paduko Rejo
- Suku peliang dikepalai oleh datuk Paduko Tuan
- Suku caniago dikepalai oleh datuk Jaindo
D. Bahasa yang digunakan
Bahasa yang digunakan didaerah ini yaitu bahasa daerah sendiri (khas) sama juga dengan Tandun, karena menggunakan bahasa Ocu.
E. Filosofi
Kabun filosofinya sama dengan Tandun yaitu :
- Tombok bogang
- Perisai
- Sibarau (pedang panjang)
- Keris
F. Karya sastra yang ada di Kabun
Sama juga dengan Tandun
- Dondong/dantun
- Manumbai
Sandi : Nak pai kamano?
Silfi : Nak pai manyuci ke sungai lao
Sandi : Nak pai jo siapo?
Silfi : Den nak puai jo amak den
Sandi : Kalau lh baliek dai mancuci datang kaumah den beko yo!
Silfi : Jadi
Read More
Asal Mula burung Punai
Asal Mula burung Punai
Ada beberapa versi mengenai cerita asal-mula Burung Punai. Setiap versi memiliki alur cerita yang berbeda-beda. Versi cerita rakyat tentang asal-mula Burung Punai di Kalimantan Selatan berbeda dengan cerita rakyat di Pelalawan, Riau. Cerita rakyat yang berkembang di kalangan masyarakat di Kalimantan Selatan – seperti tergambar pada cerita yang lalu dalam portal ini - mengisahkan tentang seorang pemuda yang bernama Datu Pulut, menikah dengan seorang bidadari dari Kahyangan. Namun, karena si Pemuda melanggar larangan yang pernah mereka sepakati bersama sebelum menikah, sang Bidadari pun berubah menjadi Burung Punai.
Sementara cerita rakyat tentang asal-mula Burung Punai yang berkembang di kalangan masyarakat Pelalawan, Riau, Indonesia, memiliki alur cerita yang berbeda. Dalam cerita tersebut dikisahkan seorang anak laki-laki yang bernama si Bujang, yang durhaka terhadap kedua orang tuanya. Oleh karena kedurhakannya tersebut, Bujang dikutuk menjadi seekor Burung Punai. Apa yang menyebabkan si Bujang durhaka terhadap kedua orang tuanya? Bagaimana ceritanya hingga ia berubah menjadi seekor Burung Punai? Ingin tahu jawabannya, ikuti kisahnya dalam cerita Si Bujang: Asal Mula Burung Punai berikut ini.
* * *
Alkisah, pada zaman dahulu kala, di daerah Pelalawan, Riau, hiduplah sepasang suami istri dengan seorang anak laki-lakinya yang bernama Bujang. Hidup mereka sangat miskin. Meskipun hidup miskin, keduanya sangat sayang terhadap anak semata wayangnya. Mereka berharap dan selalu berdoa kepada Tuhan agar anak tunggalnya itu kelak menjadi anak yang shaleh, berbudi luhur, berilmu pengetahuan dan berguna bagi masyarakat.
Untuk mencapai tujuan yang mulia itu, orang tuanya telah bertekad bekerja keras mencari rezeki yang halal sebagai modal untuk mendidik si Bujang. Setiap hari sang Ayah pergi ke ladang dan mencari ikan di sungai. Hasilnya ia jual ke desa-desa tetangga. Meskipun harus berjalan berhari-hari dengan membawa beban berat, sang Ayah tidak pernah mengeluh atau merasa lelah demi kebahagiaan anaknya. Uang hasil penjualannya tersebut, ia tabung sedikit demi sedikit. Ia sendiri hidup sangat hemat. Makan dan berpakaian seperlunya saja. Ia selalu berdoa kepada Tuhan agar senantiasa diberikan kesehatan untuk bisa mendapatkan lebih banyak rezeki demi masa depan Bujang.
Hari berganti hari. Minggu berganti Minggu. Bulan berganti Bulan. Si Bujang tumbuh menjadi anak yang sehat, lincah dan cerdas. Kedua orang tuanya amat bangga dan bahagia melihat anak tumpuan harapan mereka itu.
Setelah cukup besar, Bujang pun diserahkan ke sebuah surau di kampung itu untuk belajar mengaji. Sejak itu ia sangat rajin pergi mengaji. Setiap hari ia pergi ke surau bersama teman-temannya. Jika kampungnya dilanda banjir, Bujang diantar oleh ayahnya dengan sebuah perahu kecil. Waktu pulang ia dijemput oleh emaknya.
Ada suatu kebiasaan di Pelalawan, apabila air surut dan tanah sudah kering, semua anak-anak bermain gasing. Sebenarnya, banyak orang tua yang jengkel jika musim bergasing itu tiba. Mereka jengkel melihat anak-anak mereka yang asyik bermain gasing yang lupa segalanya. Bahkan, anak-anak mereka terkadang lupa pulang untuk makan siang.
Suatu waktu, musim bergasing itu tiba. Bujang dan teman-temannya asyik bermain gasing dari pagi hingga petang hari. Orang tuanya mulai gelisah. Sudah beberapa hari si Bujang tidak pergi mengaji. Guru mengajinya sudah berkali-kali ke rumah orang tuanya menanyakan keadaannya. Hati kedua orang tuanya semakin kesal melihat perangai anak tunggal yang diharapkannya itu.
Suatu hari, di saat hari sudah petang, si Bujang baru pulang dari bermain gasing. Kedua orang tuanya sudah menunggunya di depan pintu. Melihat si Bujang datang, emaknya menyambutnya dengan pertanyaan-pertanyaan, “Jang, sudah berapa lama kamu tidak pergi mengaji ke surau? Kamu selalu asyik bermain gasing sehingga lupa segala-galanya. Apa kamu tidak jemu-jemu bermain gasing, Jang? Kamu mau emak memberimu makan gasing?” Mendengar omelan emaknya, si Bujang hanya diam dan menunduk
Usai ibunya mengomelin si Bujang, kini giliran ayahnya. “Jang, ayah tengok kamu asyik bermain gasing saja. Sampai-sampai kamu lupa makan-minum, apalagi mengaji. Sejak bermain gasing, kamu sudah tidak pernah lagi membantu emakmu. Apa kamu bisa kenyang makan gasing?” ujar sang ayah.
Si Bujang tidak bisa berkata apa-apa. Ia tidak berani membantah kata-kata ayahnya, karena ia memang merasa bersalah. Namun, omelan kedua orang tuanya itu tidak membekas dalam hatinya. Semua kata-kata orang tuanya hanya masuk melalui telinga kanan dan keluar dari telinga kiri. Ketika ayahnya pergi ke ladang, ia pergi lagi bermain gasing. Begitulah setiap hari yang dilakukannya. Pendeknya, Bujang sudah lupa segalanya. Orang Pelalawan mengatakan, “kalau anak sudah kena hantu gasing, ia tidak dapat bekerja apa pun.”
Sudah beberapa hari si Bujang tidak pulang. Ayahnya sudah tidak mau lagi mencarinya. Ia sudah tidak perduli lagi dengan kelakuan anaknya. Pada suatu malam, sang Ayah berkata kepada istrinya, “Barangkali inilah resikonya terlalu memanjakan anak. Lihatlah si Bujang anak kita, semakin dimanja semakin menjadi-jadi. Oleh karena itu, mulai sekarang kita biarkan saja, tidak usah kita hiraukan.” Mendengar ujaran suaminya, sang Istri pun mengangguk-angguk. Ia merasa bersalah, karena terlalu memanjakan si Bujang.
Demikianlah, semakin hari si Bujang semakin nakal. Ia sudah lupa segalanya. Ia semakin jarang pulang ke rumah dan tidak pernah lagi mengaji ke surau. Hati orang tuanya semakin sedih. Anak semata wayang, tumpuan harapan mereka, sudah tidak dapat diharapkan lagi. Sirnalah semua harapan kedua orang tuanya. Mereka benar-benar kecewa terhadap perilaku si Bujang. Semakin hari, hati mereka pun semakin kesal dan jengkel. Mereka tidak pernah lagi memasak nasi untuk si Bujang sebelum mereka ke ladang.
Pada suatu hari sebelum pergi ke ladang, ibunya memasak gasing, dan tali gasingnya ia gulai untuk si Bujang. Melihat kedua orang tuanya sudah berangkat ke ladang, si Bujang pulang ke rumahnya. Oleh karena sudah kelaparan, ia segera membuka periuk, dilihatnya sebuah gasing. Lalu ia membuka belanga, dilihatnya gulai tali gasing. Oleh karena merasa kecewa, menangislah si Bujang sambil bernyanyi:
Sing… Tali gasing
alit gasing dan buah keras
sampai hati ibu!
ditanaknya saya gasing
digulainya tali gasing
menjadi punai-punai jugalah saya hendaknya
makan buah kayu ara.
Tumbuh bulu sehelai, lalu ia menyanyi lagi:
Sing… Tali gasing
alit gasing dan buah keras
sampai hati ibu!
ditanaknya saya gasing
digulainya tali gasing
menjadi punai-punai jugalah saya hendaknya
makan buah kayu ara.
Tumbuh bulu sehelai lagi, ia pun terus bernyanyi:
Sing… Tali gasing
alit gasing dan buah keras
sampai hati ibu!
ditanaknya saya gasing
digulainya tali gasing
menjadi punai-punai jugalah saya hendaknya
makan buah kayu ara.
Demikian si Bujang terus bernyanyi, satu demi satu bulu tumbuh di badannya. Oleh karena terus bernyanyi, lama-kelamaan ratalah seluruh tubuhnya ditumbuhi bulu. Maka berubahlah si Bujang menjadi seekor Burung Punai. Ia pun terbang ke arah jendela, lalu ia terbang ke bumbung atap, kemudian ia terbang tinggi ke udara. Dari udara tampaklah olehnya ladang orang tuanya. Kemudian ia terbang ke arah ladang itu dan hinggap di atas sebuah pohon kayu ara yang tinggi. Dari atas pohon itu terlihat ayah dan ibunya sedang asyik menyiangi rumput. Ia pun bernyanyi:
Sing… Tali gasing
alit gasing dan buah keras
sampai hati ibu!
ditanaknya saya gasing
digulainya tali gasing
menjadi punai-punai jugalah saya hendaknya
makan buah kayu ara.
Mendengar nyanyian Burung Punai pandai berbicara itu, ibu Bujang berkata kepada suaminya, “Bang, coba dengarkan suara burung yang bernyanyi di atas pohon itu! Sepertinya suara anak kita si Bujang.” Ayah Bujang langsung berdiri dan menghentikan kegiatannya menyiangi rumput. Dipasangnya telinganya baik-baik untuk memastikan jika suara burung itu adalah suara anaknya.
Sing… Tali gasing
alit gasing dan buah keras
sampai hati ibu!
ditanaknya saya gasing
digulainya tali gasing
menjadi punai-punai jugalah saya hendaknya
makan buah kayu ara.
Setelah mendengarkan suara itu dengan jelas, ayah Bujang pun yakin bahwa itu adalah suara Bujang. “Benar, Adikku! Itu suara anak kita,” kata sang Ayah dengan yakin.
Maka berteriaklah emaknya memanggil si Bujang. “Nak, kemarilah! Ini nasi… !” Dari atas pohon kayu ara itu, burung punai itu menjawab, “Tidak, Emak…! Saya sudah menjadi Burung Punai. Saya makan buah kayu ara.” Setelah berkata begitu, burung itu pun mematuk dan memakan buah ara dari satu dahan ke dahan yang lain. Sang Ayah sangat kasihan melihat nasib anaknya itu. Ia pun mengambil kapak dan menebang pohon tempat burung itu hinggap. Ketika pohon itu tumbang, Burung Punai itu pun pindah ke pohon yang lain. Kemudian ia bernyanyi lagi.
Sing… Tali gasing
alit gasing dan buah keras
sampai hati ibu!
ditanaknya saya gasing
digulainya tali gasing
menjadi punai-punai jugalah saya hendaknya
makan buah kayu ara.
“Kemarilah, anakku! Ini emak bawakan nasi untukmu!” bujuk emaknya agar si Bujang yang telah menjadi Burung Punai itu mau mendekat. “Tidak, Emak! Saya sudah menjadi burung. Saya makan buah kayu ara,” jawab Burung Punai itu menolak ajakan emaknya.
Melihat Burung Punai itu tidak mau mendekat, Ayah Bujang menebang pohon ara tempat burung itu hinggap. Ketika pohon itu tumbang, Burung Punai itu terbang lagi ke pohon ara lainnya. Kemudian bernyanyi lagi dengan nada dan lagu yang sama. Begitulah seterusnya, setiap ayahnya menebang pohon tempat ia hinggap, Burung Punai itu pindah ke pohon yang lainnya dan kemudian benyanyi.
Tak terasa, semakin jauh kedua orang tuanya meninggalkan ladangnya. Sampai pada suatu waktu perbekalan mereka benar-benar sudah habis. Sementara jalan untuk pulang, mereka sudah tidak tahu lagi. Oleh karena sudah berhari-hari tidak makan, kedua orang tua Bujang akhirnya meninggal di dalam hutan. Sementara si Bujang yang durhaka itu tetap menjadi Burung Punai selama-lamanya.
Cerita rakyat di atas termasuk ke dalam cerita teladan yang mengandung nilai-nilai moral yang patut dijadikan sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Setidaknya ada dua nilai moral yang dapat dipetik dari cerita di atas, yaitu pentingnya mendidik anak dan akibat menjadi anak durhaka. Sikap yang mementingkan pendidikan bagi anak tercermin pada sikap kedua orang tua si Bujang yang senantiasa bekerja keras mencari nafkah tanpa mengenal lelah demi masa depan anaknya. Sementara sifat durhaka tercermin pada sikap si Bujang yang tidak mau mendengarkan kata-kata orang tuanya. Akibatnya, ia menjelma menjadi seekor Burung Punai
Bagi orang Melayu, mendidik dan membela anak amatlah diutamakan. Tujuannya adalah agar anak-anak mereka kelak “menjadi orang”, yakni menjadi manusia sempurna lahiriah dan batiniah. Para orang tua berharap agar anak mereka menjadi “anak bertuah” yang dapat membawa kebahagiaan, kelapangan, kerukunan, dan kesejahteraan baik bagi keluarga maupun bagi masyarakatnya. Orang tua-tua Melayu mengatakan, “kalau anak menjadi orang, kecil menjadi tuah rumah, besar menjadi tuah negeri”. Ungkapan lain mengatakan, “tuahnya selilit kepala mujurnya selilit pinggang, ke tengah menjadi manusia ke tepi menjadi orang.”
Anak yang telah “menjadi manusia” atau “menjadi orang” disebut pula “anak bertuah”, karena mereka dapat mendatangkan kebahagiaan, kebanggaan, dan keberuntungan bagi keluarga, masyarakat, bangsa dan negaranya. Sebaliknya, anak yang durhaka, sesat, dan jahat, selain mencoreng muka orang tua, juga mengaibmalukan kerabat dan merusak masyarakatnya. Terkadang, kedurhakaan sang anak dianggap kesalahan orang tua yang tidak mampu mendidik, mengajar, dan membela anaknya secara baik dan benar. Namun, terkadang pula, kedurhakaan itu datang dari si anak itu sendiri. Meskipun orang tuanya sudah bersusah payah mendidik dan mengajarnya, si anak tetap saja keras kepala dan tidak mau mendengar nasehat orang tuannya. Hal inilah yang terjadi pada diri si Bujang dalam cerita di atas. Meskipun ayahnya sudah bersusah payah mencari nafkah untuk modal pendidikannya, si Bujang tetap saja durhaka terhadap kedua orang tuanya.
Oleh karena pentingnya mendidik dan membela anak, banyak petuah amanah yang berkaitan dengan anak, yang diwariskan dalam budaya Melayu. Tenas Effendy dalam bukunya “Tunjuk Ajar Melayu” banyak menyebutkan tentang petuah amanah mendidik dan membela anak, antara sebagai berikut:
anak dididik pada yang baik
diajar pada yang benar
dibela pada yang mulia
dituntun pada yang santun
ditunjuk pada yang elok
dipelihara pada yang sempurna
dijaga pada yang berguna
anak dididik dengan kasih,
kasih jangan berlebih-lebihan
kasih berlebih membutakan
anak dididik dengan keras,
tetapi jangan terlalu keras
terlalu keras membawa naas
Read More
ASAL MULA BERAS PULUT
ASAL MULA BERAS PULUT
Olih dan ibunya tinggal di desa sumbatera utara. Mereka sangat mmiskin, mereka sangat baik pada orang – orang.
Pada suatu hari tujuh orang tua datang ke rumah Olin. Mereka sangat lapar ingin minta makan.
Wanita Tua : Selamat sore, kami lapar, Bolehkah kamu memberi kami sedikit makanan ?
Olin : Boleh Ma, kami mempunyai beberapa makanan untuk kamu , tunggu sebentar.
Kemudian Olin pergi ke dapur dan mengambil makanan
Wanita Tua : Terima kasih banyak nak ?
Kamu sangat baik kepada kami.
Kami juga lelah adakah tempat untuk menginap untuk satu malam? kami tidak punya rumah.
Ibu Olin : Kami mempunyai tempat di sini, tinggal disini saja !!!
Wanita III : Terima kasih banyak kamu berdya sangat baik sama kami.
Keesokan harinya, pagi – pagi Olin segera menyiapkan makan. Ia segera akan memanggil tujuh wanita tua itu. Olin masuk kamar, disitu tujuh wanita tua itu tidak ada.
Olin : Ma kesini dulu !!!!
Ibu Olin datang ke kamar melihat nasi tetapi disitu ada wanita tidur.
Wanita : Saya lelah, saya salah satu dari wanita tua itu.
Ayah saya mengirim saya kesini.
Mereka sangat bahagia. Mereka memanggil nasi itu dengan beras pulut.
Read More
ASAL MULA NAMA UJUNG BATU
ASAL MULA NAMA UJUNG BATU
Pada abad ke xiv masehi disalah satu daerah Povinsi RIAU yakni rokan terdapat 2kerajaan besar yakni kunto Darussalam yg berpusat di kota lama dan kerajaan rokan yg berpusat di kota sembahyang tinggi.
Kerajaan ini berkuasa pada wilayah yg dilalui sebuah sungai yg mengalir disepanjang kerajaan tersebut,yaitu sungai Rokan yaitu sungai terbesar di Riau yg bermuara ke selat malaka,wilayah sungai Rokan/dikenal dengan Rokan kiri terdapat beberapa kampung salah satunya Ujung Batu .
Ujung Batu berasal dari Andiko 44 yg berkedudukan di muara takus. Dan setiap Andiko dipimpin oleh seorang Datuk yg merupakan pimpinan adat,dan untuk daerah Ujung Batu dipimpin oleh Datuk Bendahara .Setiap suku dipimpin oleh 2 orangDatuk Adat yg disebut Mamak Suku dan Mamak Pisoko adat istiadatyg di pakai adalah adat bersandi syara’bersandikan kitabullah artinya :kebiasaan adat diuji dengan kitab suci umat islam.
Selain itu oleh masyarakat Ujung Batu terdapat suku yg keberadanya tidak kasat mata yaitu Suku Bunian dan suku ini hanya bisa dilihat oleh orang2 tertentu saja yg bisa berkomunikasi dengan suku Bunian tersebut ,ciri2nya:
Bentuknya sama seperti manusia biasa bedanya suku Bunian tidak memiliki lekukan {rata}antara bibir atas dengan hidung,kehidupanya sama seperti manusia beraktifitas dan berkembang,terlepas kita percaya/tidak yg penting dimna kaki dipijak disitulah langit dijunjung.
“Pergi berenang di sungai rokan
Ketika sore naik perahu
Walau tinggal diPekanbaru
Rejeki dapat di Ujungbatu.
SUKU-SUKU YG ADA DI UJUNG BATU
1.Melayu Godang
2.Caniago
3.Maniliang Godang
4.Melayu Tongah
5.Maniliang Tongah.
BAHASA YG DIPAKAI:
Bahasa Ujung Batu
KARYA SASTRA PANTUN/ALAT MUSIK
Di ujung batu terdapat alat music yg bernama
GONDANG BOROGONG :
Alat music ini terbuat dari kayu yg diberi nama gambang dan seiring perkembangan jaman dan diberi nama gondang borogong.
Gondang barogong itu adalah Calempong ,mengapa calempong hanya ada 6 buah saja,karena ke enam Calempongtersebut merupakan bilangan penghulu dalam suku yg ada di UjungBatu.
Dan ada juga Ogong yg di pukul,nada yg dihasilkan dari Ogong adalah’’Gung’’dengan fonologi sesuai sampel standart milik Taslim.f. Fungsinya dalam music Gondang Borogong yaitu sebagai pembawa poningkah bass.
Ogong di gantung dengan tali yg di tahan oleh kutimba untuk menjaga keseimbangan ,gantungan ogong terbuat dari kayu loso {loso tanduk/loso bungo]
Pada sisi depan gantungan ogong terdapat ukiran melayu bermotif kucing sedang bergelut dan keberadaan alat music ini sudah ada sejak tahun 1937
Alat music ini sering juga di mainkan di acara pernikahan dan khitanan dan acara2 lainya
Tapi akhir2 ini alat music ini sudah jarang di mainkan,maka dari itu harus tetap di lestarikan agar tetap terjaga keberadaanya.
BAHASA DAERAH YG DIPAKAI DI UJUNG BATU
PERCAKAPAN
Suatu hari di dalam kelas Rani mengajak Desi ke kantin
Rani:des poi wak moh
Desi:kemano?
Rani:ke kantin,
Desi:nak ngapo wak,maleh ku eh
Rani:sebontanyo ,moh lah
Desi:eh ,,iyo,copek moh
Rani:iyo2
Pendahuluan
Dengan rahmat tuhan yg maha kuasa dan dengan berkat rahmatnyalah kami kelompok ujumg batu dapat menyelesaikan tugas pembuatan makalah ini ,kami berterima kasih kepada guru yg telah membimbing kami sehingga kami dapat menyelesaikan tugas ini dengan sebaik mungkin.
Tugas ini kami buat dengan serinci-rincinya dan dengan bahasa yg mudah dimengerti sehingga mudah dibaca dan dipahami ,dan kami berterimakasih juga kepada para informan yg telah mau memberikan informasinya kepada kami sehingga kami dapat lebih mudah untuk mengerjakan tugas ini.
Mudah-mudahan tugas ini dapat diterima dengan sebaik-baiknya.
Danmendapatkan nilai yg terbaik
UJUNG BATU 29-AGUTUS-2012
Tim penyusun kelompok
Ujung batu
DAFTAR PUSTAKA
‘’HTTP INTERNET’’
D
I
S
U
S
U
N
OLEH
WIDIA NURINSANI
FARDAN OKTOFERDIAN
KURNIA PUTRI
GRACELA
SLAMET
DAFTAR ISI
1. ASAL MUASAL NAMA DAERAH
2. KERAJAN YANG PERNAH ADA
3. SUKU YANG ADA DIDAERAH TERSEBUT
4. STRUKTUR SUKU
5. BAHASA YANG DIPAKAI
6. FILOSOFI
7. KARYA SASTRA, PANTUN, PUISI, SAJAK, DLL.
8. DIALOG / PERCAKAPAN MENURUT DAERAH TERSEBUT
Read More
ARTI PERSAHABATAN
ARTI PERSAHABATAN
Setting 1
Narator : Pada pagi hari di sebuah SMP di Ujungbatu ada sebuah anak SMP yang pintar dan cerdas tetapi ,
Ada salh satu grub yang suka usil kepada teman-temannya.
Liza : hey kamu mau masuk kelas ?
Yasmin : ia...! napa???
Amelia : ada pr mtk ?
Yasmin : tidak ada !!
Zahra : alah boong kamu ! ( mendorong pundak Yasmin )jawab yang jujur deh!!
Yasmin : ii...i..aa
Zahra : cek tasnya guys
Liza,Amelia : Ok !!
Liza,Amelia : nah ini dia
Zahra : ya kan pasti ada!!
Narator : Setelah geng kobra mengambil Buku Mtk Yasmin lalu dia pergi ke dalam kelas .
Husnaa : heyyyy….stop! kembalikan buku mtk Yasmin.. !!!
Liza : kamu lagi kamu lagi hufff..
Zahra : hey diam kamu Husnaa, ga usah ikut campur ini urusan kami dan Yasmin !
Husnaa : ya, aku juga tauuu! Tetapi kelakuan mu terlalu kejam kepada Yasmin !
Amelia : what? kejam katamu ?
Husnaa : yaa!
Tasya : heyy ada apa ini ?
Husnaa : geng nyamuk telah mengambil buku mtk Yasmin
Tasya : hey jangan macam- macam kamu dengan Yasmin itu sahabat ku!!
Liza : trus saya peduli kalo kamu sahabat Yasmin ?
Tasya : ya jelas dong !
Zahra,Amelia,Liza : what peduli? OMG ! ( bersamaan )
Setting 2
Narator : setelah beberapa menit kemudian bel pun berbunyi lalu anak-anak kelas 5 berlari menuju kelasnya, pelajaran mtk pun mulai.
Bu nisa : Assalammua’alaikum .
Anak-anak : Wa’alaikum salam waroh matullohi wabarokatu.
Bu nisa : pada hari ini kita akan membahas ...
Narator : lalu Husnaa memotong pembicaraan bu nisa dan berkata..
Husnaa : ( berdiri ) bu maap memotong pembicaraan ibu, begini bu tadi pagi-pagi ada yang mencontek buku Yasmin bu (duduk lagi )
Bu nisa : siapa itu?
Tasya : ( berdiri ) Liza,Amelia dan Zahra bu, dia bertiga lah yang mecontek buku Yasmin
Zahra : stttttt!!!
Bu nisa : benarkah itu anak-anak?
Anak-anak murid : Benar bu...!
Bu nisa : Zahra!Liza!...
Amelia : untung ga di omongin.. huhhff.. ( menghela nafas )
Bu nisa : Amelia!
Amelia : Gawat !
Bu nisa : Get out !!
Zahra,Amelia,Liza : OMG ! (sambil keluar kelas )
Amelia : Ngeselin banget sih sama tu tiga culun !
Zahra : Awas aja ya kalo udh istirahat ( sambil menonjok tangan )
Setting 3
Narator : bel istirahat pun tiba .
( di kantin )
Liza : itu anaknya
Zahra : mana ?
Amelia : ituuu lohh..
Zahra : samperin yu
Amelia,Liza : (bersamaan ) yuu..!
(ke tempat meja kantin yg dudukin sama Yasmin,Husnaa,Tasya)
Zahra : heyyy tiga anak culunn..
Tasya : Mau apa sih kalian tuh ga bisa diem apa? Ngejailin kita ? ( sambil berdiri )
Liza : mau kita bertiga? kamu mingkem ga usah bilang bu guru! mengerti??(memukul meja )
Tasya : gimana ga ngomong kalo kalian jailin kita bertiga melulu ! (memukul meja )
Amelia : suka-suka gua!
Liza,Zahra : Huuuu,..!
Yasmin : dari pada kita disini mendingan kita pergi aja!
Tasya,Husnaa : yu, suasana di sini tdk aman !
Yasmin : ya !
Setting 4
Narator : lalu bel pelajaran ke 2 berbunyiii.
Bu nisa : Assalammua’alaikum .
Anak-anak : Wa’alaikum salam waroh matullohi wabarokatu.
Bu nisa : bu nisa akan memberitahukan bahwa minggu depan ada perlombaan Mtk, kesenian / melukis , b.Indonesia , dan olahraga
Anak-anak : buu aku mauu ikutt!!
Bu nisa : maaf anak-anak bu nisa hanya bisa memilih beberapa orang saja
Yasmin : buu aku ikut mtk boleh ?
Bu nisa : oo tentu boleh, karena kamu pinter mtk
Zahra,Amelia,Liza : huu..
Bu nisa : sttt ga boleh gitu!
Tasya : ianya huuu..! , bu aku ikut b.indonesia ya buu..?
Bu nisa : ok deh ..
Tasya : yesss..
Zahra,Amelia,Liza : huu..
Bu nisa : sttt ga boleh gitu!
Sekali lagi bilang begitu Get out!
Tasya : huuuhh iri aja !
Zahra : apaan sih lo !
Amelia : akuuu ikut kesenian buuu!!
Bu nisa : ok lia!!
Liza : lah aku ikut apa ya ?
Zahra : iya ni bingung
Amelia : itu kan ada lomba olahraga
Zahra : oo ia ya
Zahra : buuu aku boleh ikut bulu tangkis ?
Bu nisa : boleh, bulu tangkis di butuhkan 2 orang
Liza : sama bu!
Zahra : pasti kita menang ya ga? 2 anak culun itu pastinya kalah !
Amelia,Liza : pastinya donk
Yasmin,Tasya : huhhhh so tau kamu !
Setting 5
Narator : setelah bel pulang berbunyi . Yasmin, Tasya dan Husnaa pulang bersamaan,namun geng kobra mendengar perkataan Yasmin,Tasya,dan Husnaa .
Yasmin : oo ia kamu kenapa ga ikut lomba ?
Tasya : ia kenapa ?
Husnaa : hmm perlombaan yg bersisa Cuma bidang ke olahragaan
Yasmin : bye duei emang kenapa kalo bidang keolahragaan ?
Husnaa : aku punya kelemahan.
Yasmin : kelemahan apa?
Husnaa : aku sering sekali mimisan jika kepanasan
Yasmin : wahwahwahh... gaswat
Husnaa : iaa!
Tasya : oo begitu toh, kalo begitu aku pulang ya
Husnaa : aku juga
Yasmin : yaaa..
Tasya,alya,Yasmin : Byeeee..! (melambaikan tangan )
Narator : lalu geng nyamuk keluar dari tempat persembunyiannya .
Zahra : oo pantesan dia ga ikut apa-apa..
Amelia,Liza : ia!,
Liza : oo ia ngomong-ngomong kok kita ngurusin tu anak ya ?
Zahra : ga tau ah .. Byeee..
Liza,Amelia : byeee too
Setting 6
Narator : seminggu kemudian Sd Waterstone pun mulai berlomba .
Bu nisa : Assalammua’alaikum .
Anak-anak : Wa’alaikum salam waroh matullohi wabarokatu.
Bu nisa : diharapkan bagi yang mengikuti lomba harap ke lapangan
Yasmin,Zahra,Tasya,Amelia,Dan Liza : baik buu ( bersamaan )
Narator : lalu Yasmin,Zahra,Tasya,Amelia,Dan Liza keluar kelas .
Beberapa jam kemudian Yasmin,Zahra,Tasya,Amelia,Dan Liza pulang sambil membawa piala.
Besok harinya seperti biasa anak-anak berangkat ke sekolah .
Husnaa : hey Yasmin,Tasya kamu menang tidak ?
Yasmin,Tasya : menang dong
Husnaa : juara brp? 1? 2? 3?
Yasmin,Tasya : Pastinya 1
Bu nisa : alhamdullilah Mtk dan b.indonesia kita menang juara 1
Husnaa : lalu kesenian dan olahraga menang tidk bu ?
Bu nisa : sayang sekali tdk husnaa, kita harus berusaha untuk mencoba lagi
Setting 7
Narator : bel istirahat pun berbunyi lalu Yasmin,Husnaa,dan Tasya mencari 3 anak bandel itu, dan akhirnya ketemu .
Yasmin : hey kamu 3 anak bandell, makannya jangan cepat puas dulu dong
Tasya : iya huuu..
Husnaa : makanya jadi orang jangan suka jail
Narator : lalu geng kobra sangat malu sekali karena tingkah lakunya yg kejam itu
Lalu geng nyamuk pun berubah
Read More
CONTOH PERJANJIAN KERJASAMA
PERJANJIAAN KERJA SAMA
PEMASANGAN DEPOT AIR MINUM
Pada hari ini Senin tanggal Dua Lima bulan Juli tahun Dua ribu sebelas telah terjadi penandatangan Perjanjian Kerjasam Depot Air Minum Isi Ulang antara :
Nama : WENGKI WIGUNA
Jabatan : Pemilik Depot Air Minum “ AMANDA “
Alamat : Jl. Iman Bonjol ( Depan Bagaya Motor ) Piliang
Payakumbuh Sumatera Barat
Telp. 0752 – 7031845, HP. 085274065908
Di sebut sebagai Pihak Pertama
Nama : ERDA
Jabatan : Ibu Rumah Tangga
Alamat : RT 002 RW 003 Desa Ngaso Kecamatan Ujungbatu
Kabupaten Rokan Hulu
Di sebut sebagai Pihak Kedua
Dalam hal ini sepakat untuk melakukan Perjanjian Kerjasama Pemasangan Depot Air Minum Isi Ulang dengan sistim penguapan antara Pihak Pertama sebagai pelaksanaan pekerjaan dengan Pihak Kedua sebagai pembeli order.
Adapun harga pemasangan adalah Rp. 31.000.000,- ( Tiga puluh satu juta rupiah ) dengan spesifikasi terlampir.
Pembayaran tersebut diatas di lakukan 2 ( dua ) tahap, yakni :
1. Pembayaran Pertama : Rp. 25.000.000,- ( Dua puluh lima juta rupiah )
Di bayar saat survey tempat dan penandatanganan kontrak
2. Pembayaran Kedua : Rp. 6.000.000,- ( Enam juta rupiah )
Dibayar setelah pemasangan selesai
Demikianlah Perjanjian Kerjasama Pemasangan Depot Air Minum Isi Ulang ini di buat untuk dapat di pergunakan sebagaimana mestinya.
Ujungbatu, 25 Juli 2011
PIHAK PERTAMA PIHAK KEDUA
WENGKI WIGUNA ERDA
Read More
BIOGRAFI WILLIAM SEALY GOSSET
BIOGRAFI WILLIAM SEALY GOSSET
William Sealy Gosset adalah anak tertua dari Kolonel Frederic Gosset, RE Lahir di Canterbury pada tahun 1876 dan meninggal pada 16 Oktober 1937.
Ia dididik di Winchester, di mana ia kemudian profesor dan New College, Oxford di mana ia belajar kimia dan matematika.
Pada tahun 1899 pekerjaan dimulai di departemen fermentasi perusahaan bir Guinness di Dublin Mr Tidak ada yang tahu kapan tepatnya Gosset menjadi tertarik dalam statistik, namun pada waktu itu mulai menggunakan metode ilmiah dan pengukuran laboratorium teknik fermentasi, sehingga sangat mungkin bahwa Gosset yang paling matematis cenderung departemen fermentasi menerima pertanyaan mereka meminta rekan-rekannya pada metode statistik yang digunakan dan massa data yang akan dikumpulkan, yang membutuhkan analisis. Mungkin ini memotivasi dirinya untuk mempelajari materi lebih lanjut. Alat utama dengan mana ia mulai studinya adalah buku "Teori kesalahan pengamatan" dari GBAiry dan "setidaknya metode kuadrat" oleh M. Merriman. Hal ini diketahui bahwa pada tahun 1903 ia menghitung kemungkinan kesalahan. Keadaan di mana mereka melaksanakan proses fermentasi dalam produksi bir, dengan bahan yang bervariasi kerentanan terhadap perubahan suhu dan seri selalu kecil eksperimen, adalah seperti yang segera terbukti keterbatasan Gosset teori sampel besar dan menekankan kebutuhan untuk metode yang tepat untuk pengobatan sampel kecil. Ada kemudian kecelakaan, melainkan keadaan karyanya, yang menyebabkan Gosset pada masalah ini, dan menyebabkan penemuan dari distribusi standar deviasi sampel, yang memunculkan apa yang dalam bentuk modern dikenal sebagai uji t Untuk waktu yang lama setelah penemuannya, penggunaan tes ini tidak dikenal luas di luar Guinness Brewing Company, di mana ia telah digunakan secara luas sejak saat itu.
Dalam mengembangkan statistik mereka, Gosset dirinya melakukan semua aritmatika yang terlibat dalam penelitian karena ia tidak punya asisten statistik permanen sampai 1922. Aritmatika itu mengemudi sangat besar, karena temuan mereka didasarkan pada sejumlah percobaan.
Dalam setidaknya satu kesempatan ia ditawari posisi akademis yang mungkin telah menjadi guru yang baik, tapi sangat tidak mungkin bahwa penelitian telah berkembang dalam situasi akademik, pikirannya bekerja berbeda. Dalam bekerja sama dengan Departemen Pertanian di Irlandia, Gosset memiliki kesempatan untuk tetap berhubungan dengan petani dan semua rincian yang terkait dengan budidaya gandum. Hal yang sama melakukan beberapa salib jelai di halaman belakang Anda sendiri.
Kematiannya pada usia relatif muda 61 tahun adalah kerugian besar untuk statistik, seperti pikiran yang kuat, namun, mungkin bisa terus bekerja bertahun-tahun.
Egon Pearson, yang cukup beruntung untuk mengetahui wrote:
"Semua orang yang mengenalnya akan setuju bahwa ia memiliki lebih dari karakteristik statistik sempurna daripada orang lain di zamannya Mereka juga bertepatan penting dalam keseimbangan dan toleransi dari sudut pandang Anda,. Dan bahwa sesuatu yang Anda lakukan selama hidupnya orang yang sama ramah, dapat diandalkan, tenang dan tanpa niat jahat, ia bekerja bukan untuk reputasi pribadi, tetapi karena ia merasa punya tugas untuk dilakukan dan karena itu layak dilakukan dengan baik. "
Kondensat "Beberapa aspek dari kehidupan William Sealy Gosset", Joseph A. Alva Villaseñor.
A. Tujuan Statistik
Merupakan suatu pendekatan modern untuk menyajikan mengenai konse-konsep dasar dan metode statistik secara lebih jelas dan langsung dapat membantu seseorang didalam pengembangan daya kritik dalam suatu kegiatan pengambilan keputusan dengan menggunakan cara-cara kuantitatif.
B. Manfaat Statistik
Manfaat statistik adalah membantu para pengelola dan pelaksana program KB-Kes khususnya dalam mengambil keputusan yang selanjutnya dipakai dasar perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi berbagai kegiatan yang dilakukan.
Statistik Sebagai Bahan Perencanaan
Statistik seperti telah dijelaskan pada butir terdahulu adalah pengetahuan yang berhubungan dengan pengumpulan data, pengolahan, penganalisaan, penyajian dan penarikan kesimpulan serta pembuatan keputusan berdasarkan data dan kegiatan analisis yang dilakukan.
Dengan kata lain setiap data yang dibutuhkan adalah data yang dapat dipercaya dan tepat waktu. Melalui data yang dapat dipercaya dan tepat waktu diharapkan seluruh kegiatan pengolahan data akan menghasilkan informasi untuk mengambil suatu keputusan yang tepat. Kemungkinan-kemungkinan penyimpangan yang telah dicoba untuk dieliminasi sekecil mungkin melalui berbagai metode yang dikembangkan dalam statistik, akan sangat membantu didalam setiap kegiatan perencanaan program.
Statistik Sebagai Bahan Monitoring
Seperti telah tersebut dalam arti sempit bahwa statistik adalah merupakan data ringkasan berbentuk angka maka hal ini sangat membantu didalam suatu kegiatan monitoring. Oleh karena secara umum yang dilakukan dalam kegiatan monitoring adalah memonitor seluruh kekuatan dan kelemahan program yang menyangkut berbagai variabel yang berbentuk data ringkasan (misalnya : jumlah bayi yang ditimbang, jumlah penduduk, jumlah peserta KB, jumlah balita yang diimunisasi dan lain sebagainya).
Statistik Sebagai Bahan Evaluasi
Dengan mengetahui berbagai data yang dapat dipercaya maka selanjutnya kita dapat menganalisis dan memutuskan yang baik dan yang buruk. Selain itu melalui berbagai data yang ada kita dapat membandingkan dan selanjutnya membuat suatu generalisasi dari sampel yang kecil kepada populasi.
Read More
Peristiwa Merah Putih 14 Februari 1946 di Manado
Peristiwa Merah-Putih 14 Februari 1946 di Manado
Kutipan:
‘’Puluhan pembom B-29 Angkatan Udara Sekutu memusnahkan Kota Manado sampai menjadi puing. Banyak penduduk tewas. Tokoh-tokoh nasionalis dicurigai Jepang sebagai mata-mata Sekutu, sebagiannya terdiri dari para raja Sangihe-Talaud, tokoh Tionghoa dan beberapa pejabat polisi dan pamong praja yang menjalankan hukuman mati.’’
Kronologi
Juli 1944:
Tentara Jepang menderita kekalahan dalam pertempuran di lautan Pasifik terhadap serangan pasukan Sekutu lalu mundur dan memperkuat kubu pertahanannya di Sulawesi dan Maluku Utara.
Dr Sam Ratulangi di Jakarta mengirim perutusan pemuda ke Manado untuk menyambut kemerdekaan Indonesia bila perang Pasifik berakhir dengan kemenangan Sekutu. Perutusan ini terdiri dari dua anggota tentara Freddy Lumanauw, Mantik Pakasi dan para pemuda Wim Pangalila, Olang Sondakh dan Buce Ompi.
Mereka diberangkatkan dengan kereta api ke Surabaya dan mereka menaiki kapal Dai Yu Maru langsung ke Manado. Mereka dihentar ke stasiun Gambir di Jakarta oleh Dr Ratulangi, Mr Maramis dan perwira Kaigun-Jepang, Maeda.
September 1944:
Puluhan pembom B-29 Angkatan Udara Sekutu memusnahkan Kota Manado sampai menjadi puing. Banyak penduduk tewas. Tokoh-tokoh nasionalis dicurigai Jepang sebagai mata-mata Sekutu, sebagiannya terdiri dari para raja Sangihe-Talaud, tokoh Tionghoa dan beberapa pejabat polisi dan pamong praja yang menjalankan hukuman mati.
Tentara Sekutu di bawah Jendral Mac Arthur menduduki Morotai dan menyerang kubu-kubu pertahanan Jepang di Sulawesi Utara lalu beralih dan menduduki pada 10 Oktober pulau Leyte di Filipina.
April-Agustus 1945:
Pimpinan tentara Kaigun yang pindah ke Tondano mempersiapkan Indonesia Merdeka sesuai janjinya. Bendera Merah-Putih mulai dikibarkan di samping bendera Hinomaru sedangkan jabatan-jabatan sipil berangsur-angsur diserahkan kepada bangsa Indonesia. Tentara keamanan diserahkan oleh panglima Laksamana Hamanaka kepada Indonesia dalam bentuk pasukan Pembela Tanah Air (PTA), pimpinan Wangko Sumanti, tetapi tidak dengan penyerahan senjata.
Di Jawa dikumandangkan Proklamasi Kemerdekaan 17-8-1945 oleh Soekarno-Hatta yang kemudian baru dimaklumi di Sulawesi Utara.
Panglima Hamanaka menyerah kepada Tentara Sekutu di Morotai dengan seluruh pasukannya sejumlah 8000 orang yang dikumpulkan di kamp tawanan di Girian-Bitung.
September 1945
Pemuda Sulawesi Utara membentuk Barisan Pemuda Nasional Indonesia (BPNI) sementara NICA-Belanda di bawah perlindungan Sekutu menduduki kembali Indonesia Timur, khususnya Sulawesi Utara, dan segera berusaha memulihkan kekuasaannya dari masa Hindia-Belanda tetapi terlibat clash dengan pasukan pemuda BPNI.
NICA telah membentuk kembali LOI (organisasi pusat ketentaraan) sebesar 8 kompi yang terdiri dari tentara KNIL bekas pasukan Sekutu dengan menerima juga bekas Heiho-Jepang dan pensiunan militer (reserve corps).
Sesuai misi dari Ratulangi pasukan NICA ini harus disusupi oleh para pemuda pejuang militer untuk kemudian dibantu oleh pemuda (BPNI) mewujudkan Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945. Hal ini terlaksana sehingga di asrama militer di Teling-Manado dibentuk suatu organisasi gelap yang sangat rahasia oleh Freddy Lumanauw dan Wangko Sumanti yang dinamakan mereka: ‘’Pasukan Tubruk’’.
Januari 1946:
Akhir Desember 1945, seluruh pasukan Sekutu (Australia) meninggalkan Manado dan tugas Sekutu diserahkan kepada NICA-KNIL di bawah pimpinan Tentara Inggris yang berpusat di Makassar. BPNI melihat kesempatan ini dan pemimpinnya, John Rahasia dan Wim Pangalila, merancangkan suatu pemberontakan pemuda yang akan dibantu oleh Freddy Lumanauw dari Pasukan Tubruk di Teling.
Bagian NEFIS-Belanda mulai mencurigai Lumanauw dan Pakasi yang kedapatan telah disusupkan oleh Dr Ratulangi dari Jakarta ke dalam KNIL. Mereka berdua dimasukkan dalam penjara di Manado oleh oditur militer Schravendijk dan akan diproses untuk diadili.
Rencana John Rahasia dan Wim Pangalila untuk merebut kekuasaan pada upacara NICA 10 Januari, juga diketahui NEFIS dan semua tokoh pemuda BPNI di Manado dan Tondano telah ditangkap pada hari sebelumnya. Dua minggu kemudian mereka dilepaskan karena belum ada bukti hukum untuk dapat dituntut di mahkamah militer.
Februari 1946
Komplotan militer KNIL di Teling masih dicurigai oleh bagian intel NEFIS dan panglima KNIL yang bermarkas di Tomohon memerintahkan supaya menahan dalam ‘’streng arrest’’ di Teling para pemimpinnya, yakni Furir Taulu, Sersan Wuisan, Wangko Sumanti, Frans Lantu, Yan Sambuaga dan Wim Tamburian, karena mereka telah menghasut tentara Indonesia dari kompi-kompi di Teling, Tomohon dan di Girian supaya berontak karena kekurangan gaji, ransun, rokok, berbeda dengan jaminan yang terima oleh sesama tentara bangsa Belanda. Apalagi tentara Indonesia yang berpegang di bawah pimpinan Sekutu dalam Perang Dunia II dihargai dan dijamin sama terhadap seluruh pasukan.
Belanda tidak mengetahui bahwa hasutan-hasutan di seluruh kalangan militer Indonesia hanyalah untuk menutupi rahasia yang bertujuan sebenarnya untuk menggulingkan kekuasaan Belanda dan menegakkan kemerdekaan Indonesia.
Pimpinan rencana kup ini hanya menggunakan strategi kampanye untuk memuluskan pelaksanaannya dengan melancarkan provokasi tentang ketidakadilan jaminan antara tentara Indonesia dan tentara Belanda. Tentara KNIL umumnya bukan inginkan kemerdekaan.
14 Februari 1946
Khusus Kompi-VII bekas Pasukan Sekutu yang terkenal pemberani dan menjadi tumpuan harapan pimpinan KNIL tidak diduga Belanda telah dapat dipengaruhi, bahkan komandan peleton I Kopral Mambi Runtukahu telah ditunjuk oleh Taulu dan Wuisan untuk memulaikan aksi penyergapan pos-pos di markas garnisun Teling-Manado tepat nanti pada jam satu tengah malam. Dan menangkap semua tentara Belanda, mulai dengan komandan garnisun Kapten Blom, komandan Kompi-VII Carlier, CPM dan seterusnya di Kota Manado. Hal ini telah berlangsung sesuai rencana rahasia dari Taulu-Wuisan.
Tidak ada perlawanan, karena semua tentara Indonesia yang tidak termasuk Pasukan Tubruk hanya menganggap bahwa pemberontakan militer ini hanya perlu untuk menuntut keadilan serta perbaikan nasib dan jaminan yang sama bagi tentara Indonesia. Ketiga pimpinan Taulu, Wuisan dan Lumanauw dibebaskan dari tahanan dan semua tentara Belanda ditampung sementara oleh Kopral Wim Tamburian dalam satu gedung di Teling. Keluarga mereka di berbagai kompleks militer tidak diapa-apakan tetapi mereka semua akhirnya dikumpulkan di Sario.
Kaum nasionalis yang ditangkap NICA karena dituduh kolaborator Jepang seperti Nani Wartabone, OH Pantouw, Geda Dauhan, yang berada di penjara termasuk pimpinan pemuda BPNI, John Rahasia dan Chris Ponto yang berniat memberontak pada Januari yang lalu, semuanya dibebaskan oleh aksi militer Kompi-VII.
Frans Bisman dan Freddy Lumanauw berangkat dengan dua peleton pada pagi hari ke markas besar KNIL di Tomohon untuk menangkap komandan KNIL De Vries dan Residen NICA Koomans de Ruyter. Kemudian satu regu pemberontak militer dari Manado menuju ke Girian-Tonsea untuk menahan Letnan Van Emden, komandan kompi yang menjaga kamp tawanan Jepang. Mula-mula mereka alami kesulitan tetapi Kumaunang dapat menangkapnya dengan cepat.
Kapten KNIL J Kaseger yang selama ini non-aktif di Tondano dan sedang memulihkan kesehatannya karena penderitaan selama ditahan tentara Jepang, tidak menyangka berhasilnya kup militer Indonesia terhadap atasannya Belanda. Ia segera ke Manado dan Furir Taulu, Sersan Wuisan dan Sersan Nelwan mengajaknya untuk mengambil alih pimpinan pemberontakan karena pangkatnya yang lebih tinggi. Kaseger adalah tamatan Akademi Militer di Breda, Belanda, dan apa salahnya ia sebagai orang Indonesia melepaskan sumpah kesetiannya pada Ratu Belanda dan ikut dalam perjuangan kemerdekaan bangsanya.
15 Februari 1946
Komandan KNIL De Vries yang tertawan dihadapkan oleh Kaseger kepada Taulu dan Wuisan untuk memperoleh kesepakatan dalam menyelesaikan perselisihan mereka. De Vries bertanya apakah kup militer ini dapat menjamin kelangsungan hidup dan keamanan 8 kompi tentara dan 8000. Tawanan Jepang tanpa bantuan suplai Belanda atau Sekutu atau dari manapun? Pada saat itu sebenarnya Taulu sudah harus menyerah tetapi ia katakan bahwa kup militer ini: ‘’kami bersama pemuda sedang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dan ini kami pertahankan.’’ Kaseger hanya membiarkan Taulu dan Wuisan tetap pada pendirian mereka tetapi ia juga tidak memihak pada De Vries, apalagi pemuda BPNI telah menguasai situasi dan membantu pemberontakan. Di seluruh daerah Minahasa mulai dikibarkan bendera Merah-Putih dan semua pamong praja ditertibkan dalam alam pemerintahan baru yang merdeka.
16 Februari 1946
Sidang darurat Dewan Minahasa di Manado menetapkan sesuai rencana semula Kepala Distrik Manado, BW Lapian sebagai Kepala Pemerintah Merah-Putih Merdeka dengan kabinet serta berbagai departemennya, yakni W Saerang (sekretariat), DA Th Gerungan (pemerintahan), Alex Ratulangi (keuangan), drh Wim Ratulangi (perekonomian), R Hidayat (kehakiman), Mayor SD Wuisan (merangkap kepolisian), dr Ch Singal (kesehatan), E Katoppo (pengajaran), Max Tumbel (perhubungan/pelabuhan).
Selanjutnya barisan pemuda PPI dipercayakan untuk memelihara keamanan di seluruh wilayah di bawah hulubalang-besar ED Johannes dan para hulubalang dengan kota serta kecamatan, yakni untuk kota besar Manado John Rahasia, selanjutnya untuk berbagai wilayah kecamatan para komandan Mat Canon, Eddy Mondong, Jo Supit, John Malonda, Max Roringkon, Ton Lumenta dan lain-lain.
Sedangkan untuk markas besar PPI di Tondano terdapat nama-nama Wim Pangalila, Chris Ponto, Ben Wowor, Engel Parengkuan, Andi Masengi, Mat dan Usman Pulukadang, Nona Wuli Supit dan lain-lain.
22 Februari 1946
Rapat umum di lapangan Tikala yang diselenggarakan oleh pemerintah merdeka Merah-Putih Sulawesi Utara dan dihadiri para tokoh militer, sipil, pamongpraja dan masyarakat rakyat, menyatakan bergabung dengan perjuangan kemerdekaan seluruh Indonesia di bawah pemerintah RI Sukarno-Hatta di Yogyakarta.
23 dan 24 Februari 1946
Pimpinan Sekutu dari Makassar datang berunding di Manado di atas kapal El Libertador, dipimpin oleh kepala perutusannya, Letkol Purcell didampingi pimpinan NICA-Belanda dan Panglima KNIL Kol Giebel. Perutusan Pemerintah Merah-Putih dipimpin oleh BW Lapian didampingi komandan Ch Taulu, Pemuda PPI dan anggota stafnya.
Tuntutan Sekutu untuk mengembalikan kekuasaan NICA atau meneruskan perundingan di Makassar setelah ditolak oleh pihak Indonesia, masih diberi kesempatan untuk mendengar keputusan akhir dari rakyat pada esok harinya yang diselenggarakan di Tomohon.
Rapat rakyat ini dihadiri oleh semua tokoh nasionalis, pemuda dan para wakil dari daerah-daerah Sulut yang akhirnya juga menolak pemulihan kekuasaan Belanda di daerah ini.
Maka keputusan Sekutu yang disampaikan oleh wakilnya Purcell menyatakan mulai saat itu ‘’Kekuasaan daerah setempat berada dalam status perang dengan Sekutu, namun meminta supaya seluruh warga Belanda dievakuasi ke Morotai dan kamp tawanan Jepang tetap dijaga atas nama Sekutu’’. Delegasi Indonesia menerima pernyataan perang dan permintaan Sekutu tersebut.
Kapal El Libertador selama dua hari mengangkut semua warga Belanda di Manado-Minahasa ke pangkalan Sekutu di Morotai, lalu delegasi Sekutu itu kembali ke Makassar.
Tindakan Sekutu-Belanda selanjutnya ialah meletakkan blokade di sekitar perairan Sulawesi Utara dan melakukan embargo terhadap suplai kebutuhan bahan dan makanan yang datang dari luar daerah ini.
10 Maret 1946
Setelah 24 hari mengalami blokade Sekutu, rakyat di daerah Minahasa mulai gelisah dan kaum militer yang ikut memberontak untuk tujuan perbaikan nasib beralih sikap dan mulai menentang pimpinan TRISU. Kapten Kaseger menyiapkan suatu kontra aksi dari kalangan militer dan menunggu saatnya untuk menggulingkan pemerintah merdeka Merah-Putih Lapian-Taulu, sedangkan PPI masih menuntut supaya para anggotanya dipersenjatai. Ternyata semua senjata dari tentara Jepang setelah dikumpulkan Sekutu yang segera dibuang ke dasar laut sedang TRISU tidak dapat meluluskan senjata yang dipegang oleh anggota pasukannya untuk diserahkan atau dibagikan kepada PPI.
Akhirnya pasukan-pasukan pengikut Taulu-Wuisan berbalik memihak kepada Kaseger yang sedang memulihkan kekuasaan KNIL kembali ke tangan Belanda. Kaseger dibantu oleh kapal perang Belanda HMS Piet Hein yang bersama kapal perang HMS Evertsen sedang mengangkut pasukan KL Divisi 7-Desember dari negeri Belanda untuk disebarkan di Indonesia.
Mula-mula Gorontalo diduduki oleh tentara marinir Belanda dari kapal perang HMS Piet Hein, kemudian pasukan-pasukan yang pernah ikut pemberontakan Taulu di Teling berbalik mulai menyerang pimpinan TRISU di Manado, Tomohon, dan Girian. Pemberontak dan pejuang utama Mambi Runtukahu tewas dalam pertempuran di Girian. Pada pagi tanggal 10 Maret itu juga pimpinan TRISU ditangkap di Teling dan pasukan Kaseger beranjak mematahkan seluruh pertahanan pemuda PPI di Manado san selanjutnya yang giat di Tomohon dan Kakas, kemudian pada 16 Maret markas PPI dan seluruh pimpinannya di Tondano ditangkap Kaseger dan dimasukkan dalam penjara Manado.
Tentara Belanda KL diturunkan ke darat membantu pasukan kapten KNIL Kaseger untuk memulihkan kekuasaan Belanda di Sulawesi Utara. Sebaliknya para anggota pucuk pimpinan Merah-Putih ditahan dan dikurung di kapal Piet Hein. Juga pasukan KNIL pimpinan Kaseger yang tadinya melatih para pemuda PPI memegang senjata menyebar ke daerah Minahasa dan menangkap semua pimpinan pemuda PPI itu yang menyerah tanpa ada perlawanan.
Kecuali No Korompis dan pasukan pemuda yang masih bertahan di perbukitan Tonsaru dan Paleloan. Begitupun hulubalang PPI John Rahasia yang tidak mau menyerahkan diri dan lari dengan perahu untuk bergabung dengan perjuangan di Sulawesi Selatan.
Para warga Belanda yang dievakuasi ke Morotai dipulangkan kembali ke Manado yang telah dikuasai dan dipulihkan kembali oleh NICA. Semua pemimpin pemberontakan militer dan pemuda ditangkap dan dipenjarakan. Mereka yang diadili oleh mahkamah militer Belanda dijatuhkan hukuman sampai 20 tahun. Anggota militer No Korompis dan Freddy Lumanauw dijatuhkan hukuman penjara 20 dan 15 tahun sedang yang lainnya dari Pasukan Tubruk dan para tokoh nasionalis dan pemuda kurang dari 10 tahun. Mereka semua dipindahkan ke penjara Bandung, Jakarta dan Nusa Kembangan, di antara mereka tokoh sipil: BW Lapian, Nani Wartabone, Kusno DP, ED Johannes, John Rahasia, Wim Pangalila, Mat Canon, John Malonda, W Saerang. Mereka semua dibebaskan setelah tercapai persetujuan KMB.
Demikian sekilas kronologi fakta perjuangan Merah-Putih untuk kemerdekaan Indonesia pada 1946 di Sulawesi Utara. Setelah berakhir kekuasaan de facto kemerdekaan pada 10 Maret 1946, perjuangan revolusi dilanjutkan dengan berbagai gerakan politik atau perjuangan di bawah tanah selama masa kekuasaan NIT-NICA sampai tercapainya persetujuan KMB di Den Haag-Belanda pada akhir 1949.
DAMPAK PERISTIWA MERAH PUTIH 14 FEBRUARI 1946 DI MANADO
Di Sulawesi Utara peristiwa Merah-Putih 14 Februari 1946 masih dikenangkan, namun arti dan nilai peristiwa terlupakan. Dampaknya tidak ada lagi sekarang. Waktu Presiden Soekarno memaklumkan pada peringatannya 10 Maret 1965 di Istana ‘’bahwa Hari 14 Februari adalah hari Sulawesi Utara’’ (1) sejarah dunia membenarkan ucapan Bung Karno ini dan, (2) sejarah perjuangan Indonesia mensyukurinya.
Dampak dalam Sejarah Dunia
Berturut-turut radio-radio Australia, San Franscisco dan BBC London dan Harian Merdeka di Jakarta menyiarkan tentang ‘’Pemberontakan Besar di Minahasa’’.
Dampak peristiwa ini pada tentara Sekutu (AS-Inggris-Belanda) menggemparkan. Bagi tentara AS yang sudah payah dan ingin pulang ke tanah airnya, masih harus mendeportasi 8000 tawanan tentara Jepang di Girian.
Apa akan jadi kalau mereka dilepaskan dan bergabung dengan pasukan PPI-Merah Putih? Mereka belum lupa bahwa di Pulau Okinawa 1500 tentara AS menjadi korban menghadapi tentara Nippon yang juga bertempur habis karena ‘’hara kiri’’. Tentara Inggris di Makassar (South East-Asia Command Outer Islands) masih trauma karena Jenderal Mallaby terbunuh pada peristiwa 10 November 1945 di Surabaya.
Tentara Belanda yang menjadikan Minahasa sebagai basisnya yang kuat untuk menyerang Republik Indonesia yang berpusat di Yogya, malah harus menyerahkan diri kepada TRISU-Taulu di Teling. Peristiwa 14 Februari 1946 di Manado tercatat dalam sejarah dunia, karena wakil Sekutu-Inggris di Makassar Col Purcell menyatakan pada 24 Februari 1946 di Teling-Manado ‘’bahwa pada hari ini tentara Sekutu menyatakan perang dengan kekuasaan Sulawesi-Utara (Lapian-Taulu)’’.
Sulawesi Utara sudah dianggapnya suatu negara merdeka yang memiliki wilayah, pemerintah, tentara dan rakyatnya sendiri secara utuh dari 14 Februari tetapi akhirnya menyerah kalah pada 11 Maret 1946.
Dampaknya dalam Sejarah Indonesia
Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 memberikan tugas kepada seluruh bangsa Indonesia: ‘’Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain, diselenggarakan dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Soekarno-Hatta.’’ Tugas ini telah dilaksanakan oleh Lapian-Taulu dengan sangat berhasil melalui kudeta 14 Februari 1946, walaupun hanya dapat bertahan selama 24 hari dan kemudian dilanjutkan dengan revolusi kemerdekaan sampai akhir 1950 (KMB).
Selama perang kemerdekaan RI dari 1945-1949, hanya kudeta 14 Februari 1946 yang berhasil merebut kekuasaan Belanda dan menggantikannya dengan suatu pemerintahan nasional yang merdeka di bawah pimpinan Lapian-Taulu. Semua pejabat Belanda NICA-KNIL ditangkap, ditawan dan dideportasi ke Morotai. Di tahun 1946-1948 sesuai perjanjian Linggarjati dan Renville oleh kedua pihak RI dan Belanda, wilayah nusantara yang di luar Jawa-Sumatera tidak termasuk dalam kekuasaan RI yang berpusat di Yogya, namun pemerintah Merah-Putih Lapian-Taulu pada 22 Februari 1946 menyatakan dalam rapat umum di Lapangan Tikala Manado, bahwa Sulawesi Utara adalah bagian dari NKRI yang berpusat di Yogya.
Peristiwa Merah-Putih di Sulawesi Utara meliputi seluruh perjuangan kemerdekaan di daerah Gorontalo, Bolaang Mongondow, Manado, Minahasa dan Sangir-Talaud yang dinyatakan oleh Bung Karno dipusatkan pada 14 Februari sebagai Hari Sulawesi Utara. Hal ini dilandasi pada fakta di Sulawesi Utara sendiri, karena pada saat itu tokoh-tokoh perintis kemerdekaan di daerah, Nani Wartabone, Raja Manoppo, OH Pantouw, GEDA Dauhan berada dan turut serta dalam menegakkan kemerdekaan Merah Putih di Manado.
LN Palar wakil Indonesia di PBB menyatakan sendiri bahwa RI diperjuangkan oleh seluruh bangsa Indonesia, termasuk rakyat Sulawesi Utara, buktinya dengan peristiwa Merah-Putih di Manado, seraya membantah Wakil Belanda Kleffen yang berargumentasi bahwa perjuangan kemerdekaan RI hanya untuk Jawa dan Sumatera.
Bagaimana tentang perjuangan KRIS di Jawa? Di tahun 1945 daerah Minahasa, khususnya kawanua, begitupun KRIS, dicurigai oleh laskar-laskar seperjuangan di Jawa, sebagai ‘’kaki-tangan Belanda’’. Kawanua di Jawa menghadapi hambatan ini sejak tentara Jepang mendarat di Indonesia. Dr Sam Ratulangi di Jakarta dan Joop Warouw di Surabaya waktu Jepang mendarat, berusaha menyelamatkan para keluarga kawanua di Jawa, karena mereka dituduh dan dianggap ‘’Londo’’ (Belanda), musuh Nippon. Di waktu revolusi kemerdekaan yang berkobar pada 1945, KRIS pun masih dicurigai malah dinista bahwa laskar-laskar perjuangannya tidak ikhlas, hanya untuk menyelamatkan muka dan kulitnya.
Tetapi dengan peristiwa 14 Februari 1946 segala kecurigaan ini terhapus sudah dan KRIS diakui benar sebagai ‘’comrade-in-arms’’ dalam menegakkan NKRI, bahkan di Minahasa rakyat seluruhnya sudah mendahului. Pada peristiwa 14 Februari 1946, Pasukan Pemuda Indonesia (PPI) menghitung 5000 anggota yang bergabung dengan TRISU dari Letkol Taulu. Tokoh utama yang berhasil merebut tangsi KNIL di Teling, Mambi Runtukahu, akhirnya gugur pada 10 Maret 1946 sebagai kusuma bangsa. Juga Alo Porayouw telah gugur pada pagi 14 Februari 1946 waktu hendak menangkap Komandan KNIL di Tomohon.
Karena senjata tidak ada pada PPI dan hanya dipegang oleh TRISU maka Sekutu/Belanda dengan mudah mengambil alih kekuasaan dengan pendaratan Divisi ‘’7 Desember’’ pada 10 Maret 1946 oleh kapal perang HMS Piet Hein.
Sejarah perjuangan ini tidak dikenal apalagi dihayati oleh generasi penerus termasuk anak-anak yang masih di bangku sekolah. Ada buku sejarah yang dianjurkan berturut-turut oleh dua Kepala Dinas PDK di Sulut untuk dipakai di semua sekolah, tetapi effeknya dalam kehidupan sehari-hari tampaknya tidak ada.
Hari Sulawesi Utara yang dipuja oleh Bung Karno waktu peringatan di Istana Negara 10 Maret 1965 tidak dikenal atau digubris oleh masyarakat Provinsi Sulawesi Utara.
Otto Rondonuwu, Ketua Komisi LN pada KNIP di Yogyakarta menyampaikan suatu ucapan Bung Karno, ketika mendengar berita ‘’Pemberontakan Besar di Minahasa’’ dari AFP-Radio Australia, yang berbunyi: (baca buku ‘’Sulawesi Utara Bergolak’’).
‘’Minahasa, walaupun daerah terkecil dan terpencil di wilayah Republik Indonesia, namun putera-puteranya telah memperlihatkan kesatriaannya terhadap panggilan Ibu Pertiwi. Laksanakan tugasmu dengan seksama dan penuh tanggung-jawab!’’.
Read More